Halo teman-teman penggemar bonsai semuanya. Apa kabar ? Semoga anda
semua dalam keadaan sehat sentosa. Seperti yang telah saya sampaikan
sebelumnya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman tentang cara
memelihara, merawat, dan membuat bonsai black pine. Mungkin pengalaman
saya ini hanya cocok untuk daerah tropis saja. Dan saya harap anda
yang menanam black pine juga memiliki pengalaman yang berbeda untuk
saling tukar pengalaman. Saya mencoba menanam black pine sejak 25
tahun yang lalu (sekitar tahun 1980) mulai dari biji yang didapat dari
relasi yang pergi ke luar negeri. 

Saya mengenal dan jatuh cinta pada bonsai black pine, setelah 2 tahun
saya mempelajari mengenai bonsai dari buku bonsai luar negeri, tentang
cara memelihara dan membuat bonsai dgn mempraktekkan membuat
bonsainya, lambat laun membawa saya pada penguasaan bonsai. Ketika
saya mempelajari buku tersebut, saya melihat foto bonsai black pine
dan Cemara (Juniperes) yang begitu indah, gagah. Lebih-lebih ketika
melihat foto blak pine kulit batangnya yang retak-retak sehingga
terlihat tua antik dan anggun. Dari keterangan para pebonsai di Taiwan
blak pine bisa hidup pada musim dingin dan panas. Pada musim-musim
tersebut daunnya tetap hijau dan subur, dengan kata lain adalah jenis
pohon abadi. Dari buku-buku yang saya baca, saya yakin bahwa pohon ini
bisa hidup di daerah tropis. Sejak itulah saya bertekad untuk
mendapatkan jenis pohon ini dan mencoba menanamnya untuk dikembangkan
di Indonesia . 

Pertengahan tahun 1980 saya bersama kakak saya pergi ke Taiwan untuk
menghadiri pameran bonsai internasional. Sambil mencari jenis pohon
baru khusus untuk memperkaya jenis bonsai di Indonesia, ketika pulang
dari Tai Wan saya membawa pulang beberapa jenis tanaman bonsai yang
selalu saya lihat ada di dalam beberapa buku bonsai luar negeri dan
tidak ada di pasar Indonesia (sebelum tahun 1985). Jenis-jenis
tersebut adalah: Hokkian Tea (Carmona mycrophylla ), Pyracanta
(Pyracanta Grenulata), Ulmus (Ulmus Parfiflora), Karet Kimeng (Ficus
Microcarpa). Setelah membeli bonsai-bonsai tersebut, yang tidak lupa
saya utamakan untuk diincar adalah Black Pine. Setelah saya menyisakan
uang saku untuk biaya pulang, maka seadanya sisa uang yg saya bawa
dibelikan bermacam-macam jenis pinus mulai dari biji, pohon muda,
bonsai ½ jadi, sampai bonsai jadi. 

Beberapa pebonsai Taiwan memberi saya informasi bahwa dari beberapa
jenis pinus yang ditanam, Black Pine (Pinus Thumbergii) tumbuhnya yang
paling baik.dan ada 3 macam, yaitu: 
1. Daunnya agak panjang (yang umum ada di pasaran). 
2. Daunnya pendek (Seu Sung). 
3. Daunnya mini (Zuen Sau Hei Sung). 

Tiga macam Black Pine ini paling disukai oleh pebonsai Taiwan untuk
dibuat bonsai. Selain itu, saya belajar beberapa teknik cara menanam
dan merawat black pine yang akan saya bagikan kepada anda semua. 

 

PROSES SEBELUM MENANAM 

Setelah sampai di rumah, semua pohon yang saya bawa dari Taiwan
tanahnya sudah dicuci bersih karena tidak boleh berikut dengan
tanahnya. Hal ini adalah peraturan antar negara untuk mencegah
menyebarnya hama dan penyakit tanaman. Lalu saya buka satu per satu
plastik yanng membungkus mos (pengganti tanah yang membungkus akarnya
supaya dalam perjalanan tetap lembab). Kemudian semua akar tanaman
yang sudah dibersihkan mosnya direndam pakai vitamin tanaman atau
boleh juga cairan pupuk organik selama 1 jam. Terakhir tanaman
diangkat dari rendaman dan ditanam dalam pot. 

   

MEDIA UNTUK PINUS (Cocok juga untuk Cemara=Juniperus)

3 bg pasir ukuran 1-2 mm (tepung pasir jangan dipakai) + 
1 bg tanah yang gembur (Jangan tanah yang lengket seperti tanah liat,
dsb) + 
1 bg humus (atau kompos sebagai pengganti humus).

Setelah diaduk rata, baru dipakai untuk menanam (cara menanam dalam
pot bisa dilihat dalam artikel Loa Variegata). Ada sedikit cerita
tentang pasir. Sekitar tahun 1990 di Indonesia telah ditemukan satu
macam pasir gunung dari pinggiran kota Malang , sehingga disebut pasir
Malang . Pasir ini ditemukan oleh pehobi dan pemburu bonsai bakalan di
alam. Keistimewaan pasir ini adalah bersih, tidak ada tepungnya maupun
sampah. Boleh dikatakan sudah bebas dari hama dan penyakit yang biasa
ada di tanah atau pasir kali/gunung. Jadi kalau mau dipakai menanam
tidak usah dicuci lagi, dan pasir ini berpori sehingga bisa menyimpan
air dan udara. Ada beberapa tanaman yang lebih baik ditanam dengan
pasir ini dibandingkan media lain, seperti pohon Santigi (Phempis
Acidula), Cemara Udang (Casuarina Equisetifolia), Black Pine, Cemara,
dsb. Memang pasir malang ini sangat menguntungkan bagi pehobi bonsai
dan sebagian pecinta tanaman hias seperti caktus, adenium, sansivera,
dsb. Pasir ini seterusnya saya pakai untuk campuran membuat media
menanam Black Pine dan bonsai lainnya. 

 

PROSES SETELAH DITANAM 

Setelah black pine ditanam dalam pot, batangnya harus diikat erat
dengan pot supaya pohonnya tidak kena goyang. Sebab pohon apapun yang
baru direpoting ada dalam masa krisis, karena akarnya belum menyatu
dengan media barunya sehingga belum berfungsi secara normal. Apalagi
kalau akarnya dipotong sebagian dan sudah mulai tumbuh akar baru,
kalau kena goyang maka akar baru yang masih regas bisa putus dan bisa
kena bahaya mati. Setelah beres diikat taruhlah di tempat teduh, lalu
tanahnya disiram tuntas (sampai airnya keluar dari lubang dasar pot).
Kurang lebih 2 minggu ditaruh di tempat teduh, dalam waktu ini
penyiraman pun harus dijaga jangan sampai kebanyakan atau sampai
kekeringan. Lebih baik bertahan setengah kering daripada kebasahan,
demi mencegah kebusukan akar. Hal ini berbeda dengan penyiraman black
pine yang sudah hidup kuat atau sudah jadi (lihat keterangan di bawah
tentang penyiraman). Setelah 2 minggu maka pohonnya akan terlihat
sehat, daunnya hijau dan kekar. Barulah kemudian ditambah waktu untuk
terkena sinar matahari secara bertahap. Kemudian tunggu sampai keluar
tunas baru, yang merupakan tanda bahwa akar barunya sudah keluar dan
siap untuk full dijemur.

Ada beberapa pehobi bonsai yang tidak mengetahui tentang media dan
proses menanamnya, atau tidak sabar melaksanakan penanaman dan
perawatan black pine (yang memang tidak sama dengan jenis ficus atau
jenis lain yang lebih mudah pemeliharaannya). Dgn melakukan perawatan
yang tidak benar sehingga black pine miliknya mati. Lantas mereka
mengatakan bahwa black pine tidak bisa hidup di Indonesia atau bisa
mati apabila direpoting, yang lebih parah ada pehobih bonsai dan
pedagang bonsai yg baru saja melihat blak pine dari foto di buku
bonsai ikut-ikutan menyatakan demikian. Sehingga banyak pemula atau
kolektor bonsai yang terkecoh jadi tidak berani memelihara black pine. 

  

MERAWAT BONSAI JADI BLACK PINE   

Untuk pruning (mencukur daun), bisa kita lihat ketika daun tuanya
sudah ada yang menguning atau kelihatan agak kusam. Hal ini bisa
dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunting atau mencabut. Paling bagus
pruning dengan cara ke 2, yaitu bertahap mencabut daun tuanya. Caranya
ketika mencabut daun tua agar tidak tercabut satu kelompok daunnya,
tangan kiri pegang erat pangkal kelompok daunnya dan tangan kanan
mencabut daun tuanya satu per satu dan sisakanlah daun mudanya. Kalau
dengan cara ke 1, guntinglah daun tuanya diatas pangkal daun -+ 1 cm.
Hal ini untuk memancing keluarnya tunas baru dari sisa daun tua ini.
Sayangnya kalau dengan cara gunting bekas guntingannya akan jadi warna
kecoklatan, sangat tidak sedap dipandang dan akan beberapa bulan baru
bisa rontok.

Supaya ranting dan daunnya tetap pendek dan rapat (supaya bentuknya
tidak kacau atau membengkak), lakukanlah: 

1. Tiap tahun harus bertahap mencabut daun tuanya. 

2. 2-3 tahun sekali harus memotong pendek ranting, anak ranting, dan
tunas barunya. Hal ini demi menjaga bentuk yang sudah jadi supaya
jangan membengkak. Biasanya tunas baru yang keluar secara alami
setahun sekali dan sekali muncul ada 2-3 tunas. Buanglah tunas yang
sangat subur (besar) dan yang sangat lemah (kecil) dengan menggunting
dari pangkalnya. Tinggalkan tunas yang tumbuhnya sedang, lalu biarkan
tunas baru ini sampai keluar daun barunya. Barulah kemudian dipotong
pendek sesuai panjang yang kita inginkan. Setelah kurang lebih 2
minggu pemotongan, dari bekas potongan akan timbul tunas yang kedua.
Kalau perlu lakukan cara yang sama pada tunas kedua, sehingga kita
akan mendapatkan tunas ketiga. Nah tunas kedua dan ketiga inilah akan
menjadikan ranting dan daun black pine yang pendek. Teori ini sama
dengan jenis pohon bonsai yang kalau tumbuh di alam bebas daunnya
besar, tetapi setelah dijadikan bonsai yang ditanam dalam pot dengan
beberapa kali mencukur daunnya, maka daunnya menjadi kecil seperti
Sancang (Phemna Microphylla), Beringin Karet (Ficus Ratusa), dsb. 

3. Ketika tunas baru sudah mekar daunnya, jangan memotong atau
membuang terlalu banyak ranting-rantingnya, karena pada waktu ini dari
luka pemotongan akan banyak mengeluarkan terpentennya (getah),
sehingga bisa mematikan pohon. Waktu yang paling baik untuk membentuk
dan menggunting ranting-ranting adalah pada saat pohon mulai kelihatan
daun tuannya (ada yang kuning/kusam). Hal ini menunjukkan pohon ini
dalam keadaan berhenti pertumbuhan dan sedang menyimpan energi, serta
siap untuk mengeluarkan tunas barunya. Jadi pada masa ini lebih aman
bagi black pine untuk dilakukan pruning dengan cara cabut atau
gunting, serta melakukan pengurangan/pemotongan ranting-rantingnya,
karena pohon ini sedang kuat-kuatnya. 

 

CARA REPOTING / GANTI TANAH BONSAI BLACK PINE

Proses merepoting bonsai menjadi black pine adalah cukup 3-4 tahun
sekali, karena akar black pine lambat pertumbuhannya. Kalau kurang
dari 2 tahun direpoting akarnya belum cukup tua. Kalau lebih dari 4
tahun tidak direpoting maka akarnya akan terlalu padat dalam pot. Hal
ini akan menghambat pertumbuhan dan kesuburannya. 

Cara merepoting adalah setelah mengeluarkan bonsai dari pot, maka akan
kelihatan gumpalan akar yang sudah menyatu dgn tanahnya. Buanglah 1/3
sekeliling pinggir gumpalan ini dengan cara mengorek tanah dan
menggunting akarnya yang sudah terlalu panjang,. Lalu tanam kembali
dalam pot dengan media yang diceritakan di atas, dengan cara dikorek,
ujung akar lama akan bisa langsung masuk ke dalam dan menyatu dengan
media baru. Hal ini akan lebih menjamin hidupnya setelah direpoting.
Dan jangan sekali-sekali merepoting dengan memotong atau menggergaji
gumpalan tanah dan akarnya rata seperti memotong kue lalu ditanam
kembali. Cara ini menjadi gumpalan akar dan tanah yang lama
dikelilingi (dibungkus) oleh media baru, sehingga akan menimbulkan
panas yang tidak tersalurkan dalam gumpalan dan akhirnya membuat akar
menjadi busuk. 

Menurut pengalaman saya menanam black pine, jangan merepoting
bersamaan dengan mencukur daunnya. Ada kejadian ketika karyawan kebun
saya tidak melaksanakan petunjuk yang saya ajarkan. Ketika saya keluar
kota dan tidak menyaksikan kerjanya, karyawan tersebut merepoting dan
mencukur secara serentak. Sehingga menyebabkan beberapa pohon black
pine setengah jadi menjadi mati. 

Di Indonesia yang 2 musim ini, waktu paling baik untuk merepoting
black pine adalah antara akhir musim kemarau dan awal musim hujan
(sekitar awal September), tetapi harus juga melihat kondisi black
pine. Pohon tersebut harus dalam kondisi tunas baru mulai muncul dan
belum mekar daunnya. Kalau daunnya sudah mekar maka pohon akan lemah,
dan resiko repoting menjadi besar. 

 

PENYIRAMAN, PEMUPUKAN, DAN PENGOBATAN

Black Pine adalah pohon yang senang air. Jika kita melakukan
penyiraman yang cukup, maka akan tumbuh subur. Penyiraman dilakukan
minimal 1 hari 1 kali, kalau musim panas minimal 2 kali sehari, dan
harus sekalian menyiram daunnya. Airnya tidak boleh mengendap di tanah
dlm pot (ini sangat penting !). Maka hasilnya adalah pohon tumbuh
subur, daunnya lebat dan berwarna hijau tua mengkilap. Black Pine juga
tahan kering bila ditanam dalam pot. Apabila terlambat menyiram 1-2
hari maka tidak akan mati kekeringan, tapi akan menghambat
pertumbuhannya atau menyebabkan pohon menjadi stres. Kalau sampai
demikian maka untuk mengembalikan kesuburannya sampai semula harus
memerlukan waktu beberapa bulan. Dan harus ingat black pine tidak bisa
hidup dengan disiram air yang kena polusi, maupun di tempat yang
udaranya berpolusi.

Black Pine paling bagus ditempatkan pada tempat yang sehari penuh kena
sinar matahari, dan memiliki sirkulasi udara yang bagus. Pemupukan
cukup 1 bulan 1 kali pada tanahnya dengan dosis standard (1 sendok
makan 4 liter air), dan 1 minggu 1 kali pemupukan pada daunnya (dosis
½ sendok makan 4 liter air). 

Pencegahan penyakit sekitar 1-2 bulan 1 kali dengan menyemprot daunnya. 

Demikianlah pengalaman saya tentang perawatan bonsai black pine.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi anda sekalian yg hendak memelihara atau
mengoleksi bonsai black pine. Jangan lupa untuk selalu mengunjungi
situs Bonsai Star ( http://www.bonsaistar.com ) untuk memperoleh
pengetahuan dan informasi terbaru tentang bonsai. Untuk selanjutnya
apabila tidak terhalang oleh kesibukan , maka satu per satu saya akan
membagikan pengalaman dan pengetahuan tentang cara menanam dan membuat
bonsai : beringin (Ficus Benjamina), Cemara (Juniperes), Cemara Udang
(Casaurina equisetifolia), Anting putri (Wrightia religiosa), dsb.
Sampai jumpa ! 







REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/mobilemaniak
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/satuXsatu

TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, 
daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori 
agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, 
taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, 
makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, 
kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, 
sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, 
minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, 
durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir 
/ importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, 
wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan 
bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, 
pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro 
indonesia. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke