Dear Pak Erwin,
Tks bangat atas informasi dan penjelasan Bapak.
Memang saya dari dulu sudah sangat tertarik dengan budidaya Lobster.

Kalau sudah pasti, saya akan megontak Pak David atau Pak Lim.

Salam,
Mangun



  ----- Original Message ----- 
  From: Erwin Adiputro 
  To: [email protected] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, December 15, 2006 11:31 AM
  Subject: [agromania] : Sekilas mengenai pasar Lobster


  Hallo Pak Mangun.

  Kalau melihat tumbuh kembang LAT (Lobster Air Tawar) secara global di
  dunia, saat ini pasar LAT emang untuk konsumsi. Hanya saja di
  Indonesia banyak yang salah kaprah menjadikannya dan memainkannya di
  pasar hias. Sehingga pada akhirnya harga LAT jadi ngga karu-karuan.

  Tetapi Koplati dari sejak semua didirikan sudah berkonsentrasi ke arah
  konsumsi. Dan LAT ini sudah juga masuk ke beberapa resto di Jakarta
  maupun Bali. Di Jakarta bisa dijumpai di resto Samudera, Resto Pasar
  Ikan Seafood - Cibubur, atau di beberapa resto yang lain. Dan kalau
  melihat dari antusiasnya pasar konsumsi di resto2 ini, kebutuhan akan
  LAT akan terus meningkat. Di Bali misalnya, awal2 rata2 resto hanya
  berani beli 5 kg/ minggu. Tapi saat ini mereka sudah berani beli
  sampai 20-25kg/minggu.

  Kalau Anda jalan-jalan ke S'Pore atau Australia, disana LAT ini
  dikenal dengan sebutan "Baby Lobster". Anda pun bisa menikmatinya di
  banyak resto di kedua negara terdekat dengan Indonesia ini. Dan
  Australia sampai saat ini masih sebagai pemasok terbesar LAT untuk
  pasar Amerika, Eropa dan Asia.

  JAdi peluang usaha LAT ini masih amat sangat besar. Apalagi ada
  beberapa hotel yang pada saat2 tertentu merayakan pesta Lobster dengan
  salah satu menunya Lobster Air Tawar ini. Yang mana, mereka masih
  mendatangkan LAT ini dari Aussie atau China. Padahal Indonesia sendiri
  merupakan tempat yang paling cocok untuk membudidayakan LAT ini. Why?
  Karena disini iklimnya tropis dan cuman ada 2 musim, hujan dan panas.
  Sedangkan di Aussie atau di China, ada 4 musim. Dimana pada saat musim
  dingin, LAT tidak dapat bertumbuh dan berkembang biak dengan baik.

  Nah Pak Mangun, semoga dari penjelasan saya ini cukup bermanfaat.
  Jika Anda ingin belajar berbudidaya LAT ini, bisa klik web
  http://www.budidayalobsterairtawar.com
  atau (karena posisi Anda di Jakarta), Anda bisa kontak dengan Pak
  David/Pak Lim (silahkan lihat nomor yang dapat di hubungin di web
  koplati : http://www.koplati.com

  Salam,
  win
  www.dapurweb.com
  Web that Works!

  Mangun Antoro wrote:

  Dear Pak Erwin,

  Tks atas tanggapan Bapak.
  Oh jadi Bapak juga sedang menggeluti lobster dan sementara Bapak juga
  berada dalam koplati, selamat ya.

  Betul pak Erwin, kita sudah semestinya melirik prospek market apa yang
  bisa digarap.
  Saya tidak mengetahui lobster redclaw ini Bapak: berapa ukuran panjang
  dewasanya, apakah bisa
  dikonsumsi, prospek ke depannya dll?

  Maaf juga Bapak, semula pertanyaan yang saya ajukan adalah mengenai
  lobster yang biasa kita
  konsumsi di restoran. Karena saya pernah beberapa kali melihat
  pengekspor lobster yang di daerah Kapuk.

  Saya berada di Jakarta.

  Salam,
  Mangun

  To : [EMAIL PROTECTED]
  Sub : Re: Minta tolong

  Wadow... jadi susah nich ya..
  Soalnya... saya balas email sambil cc-kan ke milis itu dengan tujuan
  supaya teman-teman bisa membantu memberi masukan yang mungkin saya
  terlewatkan. Sehingga orang yang saya prospek pun akan semakin
  respect, karena tiba2 dia sudah merasa ada di lingkungan para peternak
  LAT. Gitu lho... nah kalau ternyata sampai kejadian dicuri, kita kan
  juga tidak bisa memantau terus.. Mana yang aku emailin tawarin LAT
  juga banyak lho... dan tidak pernah aku catat atau aku cek
  perkembangannya sampai mereka email kembali ke aku.

  Kalau masalah Aldino nanya kok gak pernah nerima.. mestinya bisa
  dibilang mungkin kena bouncing karena gak pernah kirim2 email. Beres
  kan? Hehehehehehe....
  Karena secara kasat mata aja kita sudah tahu karakter Aldino, berusaha
  curi2 pelanggan. Apalagi yang via dunia maya. Wah....

  Ya oke dech kalau begitu, ntar setelah ini jika saya balas2 email
  mengenai LAT lagi, saya cc-kan ke koplati marketing saja dech.
  Hehehehehehe.. soalnya kalau saya harus cc-kan ke 1-1 orang, saya yang
  ribet. Dan takutnya malah kelupaan.

  Thanks untuk masukannya...


   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke