AgroMandiri: MANISAN KOLANG KALING

1. PENDAHULUAN

   Kolang-kaling dapat diolah menjadi manisan kolang-kaling dengan cara
yang
   mudah dan peralatan yang sederhana. Manisan kolang-kaling dapat
disimpan
   lama karena tingginya kadar gula, dan rendahnya pH.

   Manisan kolang-kaling sudah lama dikenal oleh masyarakat di pulau
Jawa.
   Akan tetapi di Sumatera Barat, produk ini belum banyak dikenal.Usaha
   pengolahan produk ini merupakan alternatif usaha yang  mungkin
   menguntungkan karena cara pembuatannya sederhana, biaya tidak mahal,
dan
   penampilan produk cukup menarik.

   Ada dua jenis manisan, yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan
   basah tidak dapat disimpan lama, dan penyimpanannya dianjurkan di
dalam
   lemari pendingin. Sedangkan manisan kering dapat disimpan lama, dan
dapat
   disimpan pada suhu ruang. Kolang-kaling biasanya diolah menjadi
manisan
   basah.


2. BAHAN

   1) Kolang-kaling mentah
   2) Larutan gula pasir. Larutan gula pasir diperlukan untuk merendam
kolang-
      kaling agar gula meresap ke dalam jaringan buah sehingga buah
menjadi
      manis.
      Gula pasir yang digunakan berwarna putih dan bersih. Untuk membuat
1
      liter larutan gula 40%. Gula sebanyak 400 gram dimasukkan ke dalam
      panci, kemudian ditambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk
sampai
      volume mencapai 1 liter. Jumlah larutan yang dibutuhkan: 5 liter.
   3) Pengawet. Pengawet yang digunakan adalah sodium benzoat. Senyawa
ini
      dapat menghambat pertumbuhan mikroba perusak makanan. Jumlah 4
      gram.
   4) Asam sitrat. Bahan ini digunakan untuk mengasamkan atau menurunkan
pH
      menjadi 3,8-4,4. Kondisi asam atau pH rendah dapat menghambat
      pertumbuhan mikroba perusak. Jumlah 10 gram.
   5) Larutan penguat jaringan buah. Larutan ini digunakan untuk
menguatkan
      jaringan irisan umbi. Larutan ini mengandung Ca+2. Ion tersebut
diperoleh
      dengan melarutkan CaCO3 (kapur sirih). Kapur sirih merupakan
      senyawasumber ion Ca+2 yang paling murah dan paling mudah ditemukan
      di pasaran.
   6) Kapur sirih dilarutkan di dalam air dengan konsentrasi 0,2-0,3%
yaitu dengan
      melarutkan 2 sampai 3 g kapur sirih ke dalam 1 liter air. Jumlah
larutan yang
      dibutuhkan: 10 liter.
   7) Vanili atau essence frambozen


3. PERALATAN

   1) Pisau dan talenan. Alat ini digunakan untuk memotong-motong kolang-
      kaling.
   2) Panci tahan karat. Alat ini digunakan untuk merebus dan merendam
kolang-
      kaling di dalam sirup gula.
   3) Kemasan. Kemasan adalah wadah untuk mengemas manisan. Kemasan
      yang ekonomis yang dapat digunakan adalah kantong plastik
polietilen.
   4) Sealer. Alat ini digunakan untuk menutup kantong plastik dengan
      menggunakan panas.
   5) Refraktometer. Alat ini digunakan untuk mengukur konsentrasi
larutan
      sukrosa secara cepat.


4. CARA PEMBUATAN

   1) Pemotongan dan Perendaman di dalam Larutan Kapur
      Kolang-kaling dipotong-potong, atau dibiarkan utuh, kemudian dicuci
sampai
      bersih. Setelah itu direndam di dalam larutan kapur selama 3 jam,
dan
      ditiriskan.
      Proses tersebut tidak perlu dilakukan jika dalam pengolahan
kolang-kaling
      mentah sebelumnya sudah dilakukan perendaman di dalam larutan
kapur.

   2) Penggulaan (Perendaman di dalam Larutan Gula)

     a. Penggulaan pertama
         - Kolang-kaling direndam di dalam larutan gula 40% selama 48
jam.
             Setiap 1 kg umbi direndam di dalam 1 liter larutan. Setelah
itu umbi
             dikeluarkan dan ditiriskan.
         - Sementara itu larutan gula ditambah dengan asam sitrat dan
asam
             benzoat. Setiap liter ditambah dengan 2-5 gram asam sitrat,
dan 0,5-
             1,0 gram asam benzoat. Setelah itu larutan dididihkan selama
10
             menit. Setelah dingin, kadar gula larutan diukur dengan
refraktometer.
             Jika kadar gula kurang dari 40%, ke dalam larutan
ditambahkan lagi
             gula hingga kadar gula kembali menjadi 40%.
         Jika tidak tersedia refraktometer, setiap kali setelah
perendaman larutan
         gula ditambah dengan gula baru sebanyak 10% dari jumlah larutan.
         Dengan demikian setiap 1 liter larutan ditambah dengan 100 gram
gula.

     b. Penggulaan kedua
         - Setelah itu, kolang-kaling direndam lagi ke dalam larutan gula
di atas
             dan dibiarkan lagi selama 24 jam. Setelah itu umbi
dikeluarkan dan
             ditiriskan.
           - Sementara itu larutan gula dididihkan selama 10 menit.
Setelah dingin,
               kadar gula larutan diukur dengan refraktometer. Jika kadar
gula kurang
               dari 40%, ke dalam larutan ditambahkan lagi gula hingga
kadar gula
               kembali menjadi 40%.
           Jika tersedia refraktometer, setiap kali setelah perendaman,
larutan gula
           ditmbah dengan gula baru sebanyak 10% dari jumlah larutan.
Dengan
           demikian setiap 1 liter larutan ditambah dengan 10 gram gula.

        c. Penggulaan ketiga
           - Setelah itu, kolang-kaling direndamkan lagi ke dalam larutan
gula di
               atas dan dibiarkan lagi selama 24 jam. Setelah itu
kolang-kaling
               dikeluarkan dan ditiriskan.
           - Sementara itu larutan gula dididihkan selama 10 menit,
kemudian
               didinginkan. Setelah agak dingin, larutan tersebut
dicampur dengan
               kolang-kaling. Hasil yang diperoleh disebut manisan basah
kolang-
               kaling.

      3) Pengawetan dan Pengemasan
         Manisan kolang-kaling basah dikemas di dalam kantong plastik,
gelas
         plastik, atau botol kaca bermulut lebar (botol selai). Manisan
terkemas ini
         sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin (kulkas). Daya
tahannya di
         dalam kulkas diperkirakan 3-4 minggu.



Sumber    : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat,
Hasbullah,
               Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera
Barat


Kirim email ke