Mohon silabus trainingnya dilengkapi dengan praktek dan kunjungan
lapangan ke peternakan domba garut serta waktu training diusahakan saat
week end sehingga bagi yang kerja kantoran dan berminat bisa
mengikutinya. Lebih bagus lagi kalau dilengkapi dengan pengenalan dan
praktek teknik IB untuk domba.
 
Salam,
 

Yasid


________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of infokita2
Sent: Friday, March 30, 2007 11:08 AM
To: [email protected]
Subject: [agromania] Minta Pendapat: Pelatihan Ternak Domba Garut



Minta Pendapat: Pelatihan Ternak Domba Garut

Rekan2 Agromania yang baik,
Menanggapi banyaknya permintaan pelaku agro, maka dalam waktu dekat
Agromania bekerjasama dengan Eka Agro Rama berencana mengadakan
pelatihan Budidaya Usaha Ternak Domba Garut dan Aplikasi Teknologi
Pertanian Bio Forb - Bio Triba di Kota Banjaran, Kabupaten Bandung.
Pelatihan ini akan didukung juga oleh Dr. Ir. Messak Tombe sebagai
Peneliti Utama dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika -
Bogor. Pelatihan ini akan dikemas sedemikian rupa oleh tenaga-tenaga
profesional penyelenggara pelatihan sehingga benar-benar sesuai tujuan.
Pesertanya juga akan kami batasi.

Kami berharap masukan rekan-rekan mengenai rencana tersebut. Mungkin ada
nasehat, usulan, info rekan2 yang mungkin bermanfaat untuk rencana
tersebut. Sebagai bahan bacaan kami lampirkan beberapa kliping tentang
domba garut. Terimakasih.

Salam,

Lia Latjuba

Moderator Agromania

KLIPING Tentang Domba Garut

*******************************************

*******************************************

Seekor Domba Garut Dihargai Rp 50 Juta

JIKA Anda diharuskan memilih, akan mengambil satu unit sepeda motor baru
atau seekor domba garut unggul? Bagi orang awam mungkin akan memilih
sepeda motor karena memiliki nilai ekonomis dan fungsional yang lebih
dibandingkan dengan hanya seekor domba garut. Tapi, bagi seorang
peternak dan penghobi domba garut, mungkin akan memilih domba daripada
sepeda motor.

TIGA ekor domba garut kategori "Raja Pejantan" dipertontonkan para
pemiliknya saat Kontes Ternak se-Jabar di Lanud Sulaiman Margahayu Kab.
Bandung, Rabu (6/9). *DENI YUDIAWAN/"PR

Tak percaya? Berdasarkan hasil perbincangan dengan sejumlah peternak
domba garut saat Kontes Ternak se-Jabar di Lanud Sulaiman Margahayu Kab.
Bandung, Rabu (6/9), seekor domba garut ternyata bernilai ekonomis
sangat tinggi. Sebagai contoh, domba garut bernama Satria dari Kec.
Pacet Kab. Bandung yang menjadi juara kontes sebagai "Raja Pejantan"
dihargai Rp 50 juta oleh pemiliknya.

H. Mahmudin (61), sang pemilik Satria, mengakui bahwa domba miliknya itu
adalah pilihan di antara ratusan domba lain yang dimilikinya di
peternakan domba garut di Kampung Salakaso Desa Mandalawangi Kec. Pacet
Kab. Bandung. Ia juga kerap menjual domba Garut "bakalan" (calon bibit)
dengan harga fantastis.

"Kemarin saya menjual mobil Mercy dan hanya dihargai Rp 50 juta. Tapi
saat menjual beberapa ekor domba garut saya langsung mendapat Rp 300
juta!" kata H. Mahmudin.

Satria yang menjadi juara kontes ternak se-Jabar didapat H. Mahmudin
berasal dari induk domba garut biasa yang didapat dari Pasar Hewan di
Bayongbong Garut. Melalui beberapa kali perkawinan silang dengan
sejumlah dombanya di Pacet, maka lahirlah Satria yang dikategorikan
sebagai "pejantan tangguh" kelas A dan akan menghasilkan bibit unggul
jika dikawinkan.

Satria memiliki bobot 95,5 kg dan berusia 22 bulan. Ia juga tercatat
sebagai juara pertama "Kontes Raja Kasep" di Garut dua bulan lalu. Umur
Satria saat ini masih terlalu muda untuk dikonteskan dalam adu
ketangkasan yang biasanya memiliki umur minimal tiga tahun.

Domba lain yang ikut dalam kontes itu yakni domba garut bernama Batara
Kala, milik dalang terkenal Asep Sunandar Sunarya dari Giri Harja 3
Jelekong Kab. Bandung. Meskipun memiliki postur tubuh yang sangat
meyakinkan dengan berat 117 kg, sayangnya panitia menilai Batara Kala
terlalu tua dengan umur 2,5 tahun.

"Sewaktu berumur satu tahun, Batara Kala dihargai 17,5 juta. Tapi tak
tahu kalau sekarang," kata Baran Siswadi (33), seorang penghobi domba
garut yang bertanggung jawab memelihara Batara Kala.

Nilai ekonomis domba garut memang cukup menjanjikan dan memberikan
peluang bagi para peternak untuk meningkatkan kesejahteraannya. Beberapa
domba garut unggul untuk petarung bahkan bernilai sangat tinggi dan
dapat dihargai mencapai ratusan juta rupiah.

Domba garut unggul memang digolongkan dalam beberapa kategori, yakni
domba pedaging, pejantan, dan petarung untuk adu tangkas.

Dikatakan H. Oro Suhara, Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing
Indonesia (HPDKI) Kab. Bandung, peternakan domba garut terutama untuk
petarung di Kab. Bandung belakangan sangat pesat karena didukung oleh
budaya dan kegemaran masyarakat dalam adu domba. Kebanyakan bibit domba
adu unggulan di Kab. Bandung diambil dari Garut dan dikembangkan di
Kecamatan Ibun. Saat ini, populasi domba garut untuk ketangkasan di Kab.
Bandung tercatat 50.000 ekor.

"Tingginya nilai ekonomis domba garut membuat masyarakat lebih terpacu
untuk melakukan pembibitan sendiri dan menghasilkan bibit yang lebih
berkualitas," kata H. Oro.

Pengembangan domba garut memang cukup menjanjikan dibandingkan dengan
domba biasa. Jika diternakkan sebagai domba pedaging, domba garut juga
akan menghasilkan jumlah daging yang lebih banyak dibandingkan domba
biasa. Seperti dikatakan Gubernur Jabar Danny Setiawan saat membuka
Kontes Ternak se-Jabar, pengembangan ternak domba garut akan
menyejahterakan kalangan peternak karena nilainya yang sangat ekonomis.

Setelah tahu nilai seekor domba garut unggul, mungkin Anda akan berpikir
dua kali saat diberikan pilihan untuk memilih sepeda motor atau domba
garut. Masih belum yakin? Coba sekali-kali ngobrol dengan para peternak
dan penggemar domba garut. (Deni Yudiawan/Kodar Solihat/"PR")***

Bahan: Pikiran Rakyat

Kamis, 07 September 2006

*******************************************

*******************************************
Peluang Usaha Ternak Domba Garut Domba Garut, jenis hewan ternak khas
Bumi Parahyangan, berbadan kekar,berleher kuat dan bertanduk. Hewan
ternak ini adalah Hasil Persilangandari 3 (tiga) rumpun bangsa Domba:
Merino (Australia), Jawa Ekor Gemuk(Indonesia), dan Kaapche (Afrika).
Domba Merino didatangkan oleh bangsaBelanda ke Indonesia, sedangkan
Domba Kaapche dibawa oleh para pedagangArab yang berdagang di Indonesia
kurang lebih sekitar abad ke-19 padawaktu itu. Bagi masyarakat provinsi
Jawa Barat, hewan ternak Domba Garut tidakhanya sekedar diambil
dagingnya untuk kebutuhan hari raya Islam IdulAd'ha, akan tetapi kulit
bulu Domba Garut dapat pula dimanfaatkansebagai bahan pembuatan jaket
kulit, topi dan lainnya. Tanduk DombaGarut dapat pula dijadikan sebagai
bahan pembuatan hiasan atau souvenirseperti gantungan kunci. Dan
disebagian kalangan masyarakat tertentu,Domba Garut dijadikan sebagai
Hewan Adu Ketangkasan yang dinamakanKesenian Adu Domba. Domba Garut
Juara, Pemenang Adu Ketangkasan,dikalangan penghobi, julukan bagi orang
yang menggemari Kesenian AduDomba, dapat memiliki nilai jual di atas 10
juta rupiah bahkan ada yangsampai ratusan juta rupiah. Silahkan coba
pembaca mengunjungi beberapatempat di Bandung yang biasa menjadi arena
seni adu ketangkasan DombaGarut, antara lain di Lapangan Udara Sulaiman
dan Babakan Siliwangidisetiap hari Minggu pada umumnya. Para pembaca
akan dapat melihatbagaimana para Domba Aduan ini saling berlaga. Namun
terlepas dari nilai komersial Domba Garut yang menggiurkan dikalangan
para penghobi, Domba Garut memiliki nilai ekonomis yang sangatbaik pula
bila dikembangkan secara Intensif bagi para pelaku usaha hewanternak.
Khusus provinsi Jawa Barat, kebutuhan hewan kurban pada tiaptahunnya
adalah kurang lebih sekitar 40 ribu ekor, namun kemampuansupply yang ada
saat ini adalah baru sekitar 20 ribu ekor pada tiaptahunnya. Faktor
bibit adalah kendala yang umumnya dihadapi oleh parapeternak saat ini
dalam mencari Domba Garut berkualitas. Domba GarutPejantan yang sudah
berada ditangan penghobi, lazimnya sementara waktutidak akan dikawinkan
antara umur 2 - 4 tahun selama Domba tersebutmasih berlaga di arena
ketangkasan. Mitos yang ada bilamana Domba GarutPejantan dikawinkan
selama berlaga di pentas ketangkasan, kekuatannyaakan menurun dan tidak
bisa maksimal dalam mengalahkan lawan-lawannya.Karena inilah Domba Garut
berkualitas yang tersedia di kalangan peternaksemakin langka populasinya
dan semakin mahal harganya. Domba Garut Pejantan dinyatakan siap
memasuki masa reproduksi pada usiaantara 1,5 - 2 tahun ke atas.
Sedangkan Domba Garut Betina akanmemasuki masa reproduksi pada usia
antara 1 - 1,5 tahun ke atas.Dalam peride waktu 1 tahun, 1 ekor
Domba Garut Betina memungkinkan untukmengalami 2 siklus kelahiran (5
bulan hamil, 1 bulan istirahat) denganjumlah anak rata-rata 2 ekor.
Sehingga apabila peternak memiliki 1 ekorPejantan Dewasa dan 5 ekor
Betina Dewasa, maka setelah periode 1 tahunakan dimiliki 1 ekor Pejantan
Dewasa, 5 ekor Betina Dewasa dan 10 ekorAnakan. Harga Anakan Domba Garut
usia 4 - 5 bulan selepas masa sapih dapatberkisar 500 - 600 ribu
rupiah, bahkan bilamana ada penghobi yangyakin Anakan Domba Garut akan
menjadi Domba Adu Unggulan, harganya dapatberkisar 2 - 5 juta
rupiah. Berat Domba Garut Pejantan usia 1 (satu)tahun ke atas dapat
mencapai 40 - 100 Kg lebih. Dengan harga dagingantara Rp. 30 -
45 ribu rupiah saat ini. Karkas Daging Domba Garutadalah 60% dari Berat
Badan Kotor. Khusus untuk hari raya Islam IdulAdha, harganya akan
meningkat cukup tajam di mana tiap tahunnya naiksekitar 20%.
Pemeliharaan Domba Garut sebagai hewan ternak juga tidak terlampausulit.
Disamping pakan hijauan berupa rumput segar tiap harinya antara 2- 5
kg diwaktu pagi dan sore, dapat pula ditambah ampas tahu sebagaipakan
tambahan antara 1, 5 - 3 kg tiap harinya diwaktu siang. Hargaampas
tahu pun relatif tidak mahal, yaitu antara Rp. 150 - Rp. 250,-/kg.
Pemanfaatan limbah organik pasar seperti kulit kacang, kulit buahdan
lainnya dapat pula dijadikan sebagai pakan Domba Garut. Namunberbeda
untuk komposisi pakan Domba Garut dikalangan penghobi, disampingpakan
hijauan dan pakan tambahan, diberikan pula suplemen tambahanseperti
madu, telur ayam kampung dan lainnya guna meningkatkan staminafisik di
arena. Tokoh kesenian di Jawa Barat seperti dalang pak AsepSunarya, kang
Ibing adalah penghobi yang telah memiliki nama besar diseni ketangkasan
ini dan sangat spesial dalam memberikan pakan untukDomba Pejantan
aduannya (Agus Ramada S-Villa Domba).

*******************************************

*******************************************

Agribisnis Domba Garut , Peluang Investasi

Penggemukan Domba Garut

Pembibitan Domba Garut

Sentra Produksi

Kecamatan Cisewu

Kecamatan Cikajang

Kecamatan Bungbulang

Kecamatan Singajaya

Kecamatan Cibalong

Kecamatan Talegong

Deskripsi Usaha

Tujuan : Memenuhi permintaan pasar daging yang masih belum terpenuhi,
mendorong timbulnya industri lain yang berbahan baku daging, kulit
tulang dan bahan ikutannya.

Jenis produk yang dihasilkan : Ternak domba siap konsumsi, domba bibit,
produk ikutan dan limbah berupa pupuk.

Target pemasaran :

Daging : Pasar Swalayan maupun pasar umum, pabrik pengalengan daging,
rumah makan dan rumah tangga.

Kulit : Pabrik penyamakan kulit.

Tulang : Pengolahan pakan ternak, ikan, udang serta industri kerajinan.

Limbah Kandang : Pupuk kandang

Sarana Produksi : Induk, domba bakalan, HMT, konsentrat dan obat-obatan.

Skala Usaha Penggemukan / Pembibitan :

Skala Kecil 2 s.d 100 ekor

Skala Menengah 101 s.d 500 ekor

Skala Besar Lebih dari 500 ekor

Alternatif Lokasi Baru :

Kecamatan Bungbulang

Kecamatan Cisompet

Kecamatan Pakenjeng

Kecamatan Singajaya

Sarana dan Prasarana Wilayah

Sarana Produksi : Tersedia kecuali konsentrat

Sarana Transportasi : Tersedia (Jalan, Angkutan umum dll )

Lahan Penggembalaan dan Lahan Hijau Makanan Ternak (HMT) cukup tersedia
(6.547)

Kondisi Lahan dan jarak lokasi dari ibukota Kabupaten Kecamatan

Jenis Tanah

Ketinggian

Jarak

Bungbulang

Cisompet

Talegong

Pakenjeng

Podsolik M/K

Inceptisol

Andisol

Andisol

0 - 400 m dpl

150 - 600 dpl

850 m dpl

950 m dpl

73 Km

70 Km

36 Km

42 Km

Prasarana

RPH tersedia di Kecamatan Cikajang

Perekonomian : Pedagang perantara, pasar, koperasi, bank

Listrik & Telekomunikasi : tersedia di beberapa Kecamatan

Jalan propinsi dan kabupaten dalam kondisi baik

Dampak Positif

Membuka kesempatan berusaha dan peningkatan usaha agribisnis terpadu
serta membuka kesempatan kerja.

Menggerakan perekonomian wilayah dan meningkatkan pendapatan peternak.

Program Yang Dapat Mendukung

Program pengembangan sumber daya sarana dan prasarana peternakan. IB,
penanganan keswan, RPH dan Pasar Hewan.

Usaha Ikutan

Pengadaan Konsentrat dan obat-obatan ternak

Pengadaan / produksi hijauan makanan ternak

Produksi daging olahan

Produksi kerajinan kulit dan tulang

Perkiraan Biaya dan Evaluasi Finansial

(Pemeliharaan 500 ekor untuk 10 tahun)

Modal kerja awal (6 bl)

: Rp. 146.100.000

Modal Investasi

: Rp. 276.068.750

Total Biaya

: Rp. 422.168.750

ROI

: 8%

IRR

: 36,91%

NPV (18%)

: Rp. 313.955.681

Payback periods

: 2,97 tahun

BEP

: Rp. 1.145.328.327

Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal

[Non-text portions of this message have been removed]



 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke