Pak Bagja dan pak Rudiana . Terimakasih atas informasinya. Berikut informasi yang saya perlukan. 1. Pupuk TON bisa diperoleh dimana ? Berapa harganya ? Apakah cukup efisien dalam pemakaianya ? 2. Kalau boleh share nama buku yg membahan pakan lele apa ya ?
Terimakasih. ----- Original Message ---- From: bagja hate <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, April 13, 2007 2:02:05 PM Subject: RE: [agromania] Pakan Lele (Vitamin dan Suplemen dari NASA) Untuk Bpk Soebekti dan Yasid.. Perkenalkan nama saya : Rudiana Ada sedikit informasi yang ingin saya berikan berkaitan dengan usaha bapak dalam meningkatkan usaha bapak. TON (Tambak Organik Nusantara) Formula alami (organik) khusus tambak untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi serta menjaga/memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan ikan / udang, mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang/ikan serta mengikat logam - logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek berbahaya beracun bagi udang/bandeng. TON juga membantu merutinkan molting udang VITERNA Plus merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami untuk : 1.Meningkatkan pertambahan berat badan perhari, kualitas daging dan kesehatan ternak. 2.Memacu enzim pencernaan ternak. 3.Memberikan mineral - mineral esensial maupun non esensial. 4.Memberikan protein, lemak, vitamin. 5.Menambah kandungan asam - asam lemak didalam lambung ternak. 6.Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN). 7.Meningkatkan nafsu makan. 8.Mengurangi kandungan kolesterol dan bau kotoran ayam. 9.Aman bagi ternak dan lingkungan. RUDIANA : 081586792670 Untuk informasi lebih banyak lagi : http://naturalnusan tara.co.id/ pageISIPRODUK010 .htm "Ghufroni, Yasid" <Yasid.Ghufroni@ conocophillips. com> wrote: Pak Soebekti, Saya juga ada niatan yg sama u coba membuat pelet sendiri untuk pakan ikan. Sedang mencari mesin pelet yg bagus dan terjangkau harganya, barangkali bisa share kalo ada mesin pelet yg bagus dan relatif murah. Ada buku tentang teknis budidaya ikan di kolam jaring apung yg membahas tentang formula campuran pelet. Intinya kita harus menentukan dulu kadar protein yg diinginkan karena parameter utama pakan/pelet adalah kadar proteinnya. Semakin tinggi kadar protein biasanya semakin bagus mutu pakan sehingga diharapkan ikan akan semaikn cepat besar. Sudah ada table kandungan protein dari masing2 bahan seperti tepung ikan, tepung darah, ampas tahu, onggok dll. Dari masing2 bahan yg ada disekitar kita yg mudah didapat dgn harga murah, kita bisa menghitung dengan rumus yg ada untuk mnedapatkan kadar protein yg diinginkan sehingga bisa ditentukan prosentase masing2 bahan. Prinsip perhitunganny berdasarkan "subsidi silang" antara bahan yg berkadar protein tinggi ( misal tepung ikan 35-50-an %) dng yang rendah (misal dedak, onggok singkong). Apabila tertarik, nanti sy bisa kirim contoh perhitungan berdasar bahan2 yang tersedia disekitar kita. Salam, Yasid ____________ _________ _________ __ From: [EMAIL PROTECTED] ps.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] ps.com] On Behalf Of Soebekti Soebekti Sent: Thursday, April 05, 2007 2:14 PM To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Subject: [agromania] Re: pakan lele Saya dan beberapa teman sedang mulai memelihara lele (kita mulai dengan 160.000 bibit). Menurut perhitungan profitnya cukup baik dan memasarkanya tidak begitu susah. Tapi bisa lebih bagus lagi kalau kita buat pakan sendiri. Saya berniat membeli mesin pelet. Apakah ada yang bisa membantu memberitahu dari mana bisa mendapatkan informasi untuk campuran membuat pakan lele ? Kalaua saya dan grup saya berhasil, pasti nanti saya share di rubrik ini. Terimakasih. ----- Original Message ---- From: informasi kita <[EMAIL PROTECTED] co.id <mailto:infokita2% 40yahoo.co. id> > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com <mailto:agromania% 40yahoogroups. com> Sent: Thursday, April 5, 2007 9:34:58 AM Subject: [agromania] Terusan: Tentang Petani Sebetulnya banyak ide2 yang bisa sangat membantu apabila dipecahkan bersama. Seperti kita ketahui, dimana2 di negara2 yang sudah maju, produsen / petani mendapat bagian yang lebih "sweet" dari total bisnis di area tersebut. Misalnya apel. Di supermarket, yang namanya apel Malang harganya selalu diatas 12 rb, tapi di kebun harganya oleh tengkulak hanya dibayar 2 rb. Dengan spread harga seperti itu susah untuk menaikan quality dari produknya. Di negara2 lain para petani bisa menikmati hasil produknya karena mereka mempunyai koperasi yang sangat strong (Jepang, Perancis etc) untuk menentukan harga jual di level petani. Contoh lain : mangga pada saat puncak musimnya, di Malang bisa dijual Rp1,500.- dengan kwalitas bagus (bisa dibayangkan di level petani bisa jauh lebih rendah). Tapi itu hanya dalam jangka 1 bulan. Setelah produknya mulai habis harganya naik lagi. Setahu saya di Manila, banyak mangga yang dijual kering dan dijajakan di jalan2, bahkan di airport. Teknologi food processor mereka sudah canggih, sehingga kwalitas produk mereka begitu menarik. Kalau kita bisa melakukan hal yang sama, maka petani tidak harus menjual produk dengan begitu murah dan tingkat kehidupan mereka tidak terlalu terpuruk seperti sekarang. Sebetulnya banyak hal2 yang bisa didiskusikan kalau kita punya wadah untuk hal tersebut. Dari: "Soebekti Soebekti" <[EMAIL PROTECTED] com> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com <http://uk.messenger .yahoo.com> [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------ --------- --------- --- Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check outnew cars at Yahoo! Autos. [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

