Petani Purwakarta Mulai Gunakan Pupuk Kompos PURWAKARTA, (PR).- Para petani di Desa Warungkadu, Kec. Pasawahan, Kab. Purwakarta mulai melakukan uji coba penggunaan pupuk kompos dari campuran kotoran domba atau kambing dengan sekam. Penggunaan pupuk kompos itu untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk urea, terlebih harganya saat ini relatif mahal. Apalagi dengan pemakaian kompos tersebut, kualitas padi hasil panen cukup bagus dibanding dengan pupuk urea. Kendati dengan kompos akan membuat warna daun kemerahan, isi padinya padat. "Tidak seperti padi yang pakai pupuk urea, walaupun daunnya hijau tetapi padinya banyak yang hampa sehingga mengurangi berat timbangan," ujar Na'i (50) salah seorang petani di Kampung/Desa Warungkadu, Kec. Pasawahan, ketika ditemui "PR" di lahan sawahnya, Rabu (4/1). Menurutnya, para petani di daerahnya itu kini sedang mengembangkan pembuatan pupuk kompos menggunakan kotoran domba yang dicampur dengan sekam. Dalam pengolahan pupuk kompos itu, kotoran domba dicampur dengan sekam kering lalu digiling hingga menghasilkan serbuk. "Nah, serbuk pupuk kompos ini ditebarkan ke lahan sawah sebelum ditandur (ditanami padi)," katanya. Na'i menyebutkan, pemakaian pupuk kompos tersebut sudah dilakukan para petani dalam kapasitas yang cukup besar. Seperti halnya petani di Kampung Tegalonder dalam musim tanam kali ini memakai kompos hingga 30 karung. "Saya juga sudah menyediakan lima karung kotoran domba untuk ditaburkan ke lahan yang sudah diolah. Tapi karena sekarang banyak petani yang menggunakan pupuk kompos, sehingga harga kotoran domba pun sekarang naik menjadi Rp 2.500,00/karung. Kalau untuk persediaannya, banyak dicari di beberapa peternakan domba atau kambing. Dan ada tempat pengolahannya khusus," katanya. Lebih jauh ia menjelaskan, kebanyakan para petani di Desa Warungkadu yang menggunakan pupuk kompos itu, salah satunya untuk menghilangkan ketergantungan pemakaian pupuk urea. Apalagi, selain sekarang pupuk urea susah dicari, juga harganya cukup mahal. Harga pupuk urea yang sudah dicampur dengan TSP di kios-kios pupuk mencapai Rp 1.850,00/kg. (A-67)*** Kotoran Ternak Domba yang diolah dengan Teknologi BIO TRIBA untuk memproduksi pupuk organik, aplikasi di tingkat petani Tembakau, Padi dan Sayuran wilayah Temanggung, Jawa Tengah terbukti meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan kesuburan tanah.
SUMBERL Pikiran Rakyat Kiriman: Agus Ramada S Eka Agro Rama Direktur Utama Eka Agro Rama

