to :anggota milis agromania

mohon pencerahannya,
saya selama ini berinvestasi di tanaman bawang merah di probolinggo 
dengan sistem sewa tanah tahunan,  bagi hasil dengan petani.

baru2 ini saya  mengukur ph tanah di lahan, di dapat hasil rata rata 
pH = 5,4.

saya mendapat info bila ingin menaikkan kadar pH, dapat menggunakan 
dolomit (kapur pertanian),dari bberp sumber kadang mereka tidak 
jelas, yg mereka tahu kalo 1 hektar penggunaan dolomit = 1 ton.

ketika saya informasikan bahwa luas lahan yang saya ukur saya 
sekitar 3.000 meter dengan pH 5,4. berapa banyak dolomit yang harus 
digunakan, saya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

di lahan yg lain, setelah di tanami padi sebanyak 2 kali panen, 
memang terlihat kadar pH rata-rata menjadi 6.0.

saya juga sudah menggunakan kombinasi antara pupuk kimia dan pupuk 
organik (NASA- Natural Nusantara).

saat ini saya ingn mendapatkan :
1. informasi utk mengukur tingkat kesuburan tanah dan 
2. bagaimana cara meningkatkan kesuburan bila diperlukan?
3. selain mengukur pH, apalagi yang yg harus di ukur ?

saya baca di internet, ada yg namanya hopanoid, itu utk indikator 
kesuburan tanah, makan banyak berarti makin subur...

4. bila ada rekan milis yang punya pengalaman di bawang merah, mohon 
informasinya, baik itu persyaratam kondisi tanah, pembibitan, 
pemupukan, pemasaran, penyimpanan, dll. (pokoknya yg berhubungan 
dengan bawang merah)

terima kasih
andre
 

















Kirim email ke