Pak Fahmi;
  Kalau buahnya berbulu kasar, itu namanya Jarak Kepyar (Ricinus Communis L.) 
sedangkan kalau buahnya tidak berbulu alias halus-halus saja itu namanya Jarak 
Pagar (Jatropha Curcas L.).
  Mengenai kekhawatiran adanya hama, achaea janata atau ulat atau hama lainnya, 
kami, degnan para petani menggunakan "pestisida alami" dari daun sirsak dan 
buah gadung yang masih segar dengan cara ditumbuk, setelah diencerkan (ditambah 
dengan air dengan konsentrasi tertentu) abru disemprotkan ke tempat-tempat yang 
ada hamanya. Ditanggung tidak lama lagi para hama tersebut akan berguguran dan 
pohon jarak kita aman dari serangan hama, demikian pengalaman kami selama ini. 
Sepanjang perjalan kami hingga kini, alhamdulillah kendala-kendala teknis di 
lapangan dapat kami atasi.
   
  Semoga yang singkat ini sudah membantu dan memberi pencerahan.
   
  Salam,
  KushaBS
  

real me <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          wah kalo di tempat saya banyak tuh pohon jarak tapi saya ga tahu 
jenis 
apa itu pohon jarak itu. emang nya kenapa sih pohon jarak ini? trus 
kalo ada pohon nya banyak trus penjualan nya ke mana ? siapa yang mau 
beli eman? mohon pencerahan nya...
--- In [email protected], bambang kusharyono 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Selamat Siang Pak Ade;
> 
> Untuk daerah Kalimantan dan Sulawesi saya tidak tahu persis 
kondisi lahannya. Tapi kalau melihat dari peta, kayaknya kurang cocok 
karena daerahnya terlalu basah (berawa-rawa) dan ini yang penting 
terlalu subur sehingga "sayang" kalau lahan subur itu diusahakan untuk 
penanaman Jatropha Curcas L.
> Kalau Pak Ade melihat sendiri daerah Jawa Tengah - Surakarta - 
Sragen/Boyolali, Grobogan dan Purwodadi yang kami tanami jarak kepyar 
itu, benar-benar kering dan berkapur (masuk daerah pegunungan kapur 
tengah dan utara). Sehingga jagung atau singkong saja terkesan ogah-
ogahan untuk hidup dan tumbuh.
> 
> Demimkian Pak Ade, semoga informasi ini bermanfaat
> 
> ade embong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bagaiman kelayakan Jatropha Curcas L di areal Kalimantan 
dan SUlawesi ?
> 
> bambang kusharyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Selamat Malam Pak 
Ade juga untuk KlipingMedia;
> 
> Tanaman jarak, yang diusahakan orang sementara ini jenisnya Jarak 
pagar atau Jatropha Curcas L. Jenis ini untuk bio diesel, tanamannya 
bisa berumur lama, hingga 50 tahunan, sedangkan yang satu lagi jarak 
kepyar atau Ricinnus Communis L. Tanaman jenis ini hanya bertahan 
hingga 4-5tahun saja, setelah itu harus diremajakan.
> Dahulu kami, dari Yayasan Daya Tani Manunggal di Solo, pernah 
mengembangkan tanaman ini, kami memilih jenis ASB-81 hasil dari 
Ballitas Malang.
> Soal lahan, tidak masalah, di daerah Jawa Tengah, Solo dan 
sekitarnya (Sragen, Boyolali, Wonogiri dan Karang Anyar) hingga ke 
Gundih, Grobogan, Purwodadi tersedia buuuaanyak sekali hektar lahan 
yang cocok untuk itu.
> 
> Salah satu lahan uji coba kami pernah dimuat di harian Suara Merdeka 
edisi Selasa, 19 Februari 2002.
> 
> Mudah-mudahan informasi ini cukup membantu dalam upaya berkeinginan 
menanam jarak kepyar Ricinus communis L. ASB-81 (bukan jarak pagar - 
Jatropha Curcas L. yang sementara ini dihebohkan orang untuk pembuatan 
bio diesel) seperti keterangan dibawah ini:
> 
> "Akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah datang juga. Semoga dengan 
lahirnya Perpres dan Inpres di bidang Energi pada awal tahun 2006 ini 
dapat menjadi pendorong berkembangnya biofuel dan energi terbarukan di 
Indonesia"
> 
> Bagi yang berminat dan ingin mengetahui selengkapnya isi dari 
Perpres dan Inpres mengenai Kebijakan Energi Nasional dan Biofuel, 
silahkan berkunjung ke website Yayasan Pelangi Indonesia, file-nya 
sudah di-upload dalam bentuk PDF
> http://www.pelangi.or.id/resources.php?q=database 
> Energy, Transportation and Air Quality
> Jl. Pangeran Antasari no. 10 Jakarta 12150 INDONESIA
> 
> ade embong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Kalau ada lahan yang dapat dikerjasamakan, marilah kita beberapa 
penanam modal untuk bekerjasama mengembangkan potensi bisnis yang 
sangat baik ini.
> 
> Terima kasih.
> 
> klipingmedia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Membudidayakan Tanaman Jarak di Daerah Lahan Kering
> 
> Minyak yang berasal dari tanaman jarak (Ricinus communis L) hingga 
> saat ini masih banyak dibutuhkan untuk industri. Jenis komoditas ini 
> bisa dikembangkan di lahan kering dan potensinya cukup besar di 
> Indonesia. Namun, masih sedikit usaha tani untuk komoditas ini. 
> Sebenarnya, tanaman ini memiliki manfaat ekonomi dan ekologi untuk 
> lahan yang dibiarkan menganggur. 
> 
> Hasil utama tanaman jarak adalah buah yang terdiri atas 20 persen 
> bahan serabut (kulit buah) dan 80 persen yang mengandung minyak 
> sekitar 47 persen dengan sifat tidak mudah mengering. Pada awalnya, 
> minyak jarak dipergunakan untuk minyak lampu penerangan, obat-obatan 
> antara lain cuci perut, minyak gosok apabila terkilir, dan bahan 
> kosmetik. Sedangkan ampasnya (residunya) dipergunakan sebagai pupuk.
> 
> Akhir-akhir ini, penggunaan minyak biji jarak makin berkembang 
> terutama dalam bidang industri, antara lain untuk industri cat, 
> bahan pelapis, vernis. Kemudian industri polimer berupa resin, 
> plastik, kulit sintetis, industri tekstil seperti serat sintetis 
> berupa jala penangkap ikan, tali pancang, kemudian industri logam 
> berupa metal working oil.
> 
> Selain itu, digunakan untuk industri elektronika, bahan baku isolasi 
> listrik, industri kertas dan percetakan berupa duplicating paper, 
> tinta cetak. Juga untuk industri karet sebagai bahan pembantu pada 
> pemrosesan karet alam, industri otomotif berupa minyak pelumas 
> sintetis, minyak rem. Minyak jarak juga bisa dimanfaatkan untuk 
> bahan bakar roket. Sedangkan ampasnya kecuali untuk pupuk organik, 
> juga dipakai sebagai campuran media jamur merang (campignon).
> 
> Menurut informasi dari Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat 
> (Balittas) di Malang (telepon 034-491447 ), tanaman jarak dapat 
> tumbuh pada ketinggian hingga 800 meter dari permukaan air laut 
> (dpl), bahkan di daerah ekuator dapat tumbuh hingga 2.750 meter dpl. 
> 
> Suhu optimum 20-26 derajat Celcius dengan kelembaban rendah. Suhu 
> rendah akan menghambat perkecambahan dan pertumbuhan awal, 
> sebaliknya pada saat penyerbukan tidak menghendaki suhu tinggi. 
> 
> Tanaman ini toleran terhadap kondisi kering sehingga tanaman ini 
> tersebar pada areal bercurah hujan rendah (300-700 mm/tahun), bahkan 
> jenis jarak genjah dari hasil seleksi hanya memerlukan curah hujan 
> 60-100 mm pada saat tanam sampai dua bulan berikutnya. Tanaman jarak 
> akan mampu tumbuh berkembang dan berproduksi, asal tiga bulan 
> pertama cukup air dan jarak tanam longgar.
> 
> Menurut Balittas, pada kondisi lingkungan yang semakin kering 
> sebaiknya dibudidayakan jarak varietas yang berumur lebih dalam 
> (panjang). Untuk wilayah kering yang berpenduduk jarang dianjurkan 
> membudidayakan varietas tengahan atau dalam. 
> 
> Kelebihan jenis ini mampu berkembang dan berproduksi sepanjang musim 
> kemarau, asal tiga bulan pertama cukup air dan jarak tanam longgar. 
> Sebaliknya untuk jenis genjah akan mati setelah berbuah dan 
> menghasilkan biomassa sedikit sehingga sesuai untuk diusahakan 
> secara intensif.
> 
> Jarak ditanam langsung melalui benih tanpa disemaikan lebih dahulu. 
> Benih berasal dari blok pertanaman yang seragam, berdaya hasil 
> tinggi, dan berkadar minyak lebih dari 47 persen serta memiliki daya 
> kecambah minimal 80 persen. 
> 
> Sedangkan tanah perlu diolah sampai gembur, sebaiknya sampai 
> kedalaman 30 cm. Saluran pembuangan (drainase) perlu diupayakan agar 
> lahan pada musim penghujan tidak tergenang.
> 
> Jarak tanam yang dianjurkan adalah 0,50 m x 1,00 m untuk jenis 
> genjah, 2 m x 2 m untuk jenis dalam. Benih ditanam dengan cara 
> ditugal sedalam 3 cm dan tiap lubang diisi 2-3 butir. Penjarangan 
> dilakukan pada 20 hari setelah tanam dengan menyisakan satu tanaman 
> per lubang. Waktu tanam diperhitungkan tiga bulan sebelum bulan 
> kering.
> 
> Tanaman jarak mulai rimbun pada umur tiga bulan, yaitu setelah mulai 
> bercabang. Percabangan terbentuk bila tanaman telah berbuah sehingga 
> pada saat tiga bulan pertama, tanaman jarak tidak mengganggu apabila 
> ditumpangsarikan dengan palawija yang berumur pendek seperti 
> kedelai, kacang hijau, atau kacang tanah. Untuk jenis tengahan atau 
> dalam, sebaiknya ditumpangsarikan dengan palawija sehingga jarak 
> dapat memanfaatkan lahan pada musim kemarau yang pada saat tersebut 
> tanaman lain tidak mampu berproduksi. Idealnya umur palawija yang 
> ditumpangsarikan tidak lebih dari tiga bulan.
> 
> Perlu juga diperhatikan soal hama dan penyakit karena tanaman jarak 
> sangat disenangi ulat walaupun tidak setiap tahun menyerang secara 
> serius. Hama di dalam tanah dapat dikendalikan dengan pemberian Fura 
> dan 3 G atau sejenisnya sebanyak 5 gram/lubang tanam bersamaan 
> dengan tanam. Hama yang sering merugikan adalah Achaea janata yang 
> menyerang daun dan pucuk tanaman.
> 
> Saat panen yang tepat dilakukan apabila buah sudah mulai mengering. 
> 
> Penulis : (S-27) 
> Sumber : Pembaruan
> 
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> ---------------------------------
> Finding fabulous fares is fun.
> Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find 
flight and hotel bargains.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> ---------------------------------
> Sekarang dengan penyimpanan 1GB
> http://id.mail.yahoo.com/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> We won't tell. Get more on shows you hate to love
> (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke