Tanggal:  Tue, 24 Apr 2007 14:00:42 +0700 (ICT)
Dari:   "ramada agus" <[EMAIL PROTECTED]>

Bergandeng Tangan Mencerdaskan Petani dan Peternak Indonesia
Oleh. Agus Ramada Setiadi – Eka Agro Rama

  Seperti yang sudah pernah dituliskan pada millis ini sebelumnya, bahwa 
kelemahan sub sektor usaha peternakan Domba Garut di Indonesia adalah pola 
pemeliharaan yang masih sederhana dan sentuhan teknologi yang sangat minim. 
Peternak tentunya sangat merindukan usaha yang dikelolanya dapat maju dan 
berkembang. Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya modernisasi 
usaha ternak adalah menjadi dambaan dan impian. Kita tentunya juga menginginkan 
peternak yang ada di Indonesia saat ini adalah peternak yang cerdas, cerdas 
dalam usaha pemeliharaan, cerdas dalam  teknologi serta cerdas dalam distribusi 
pemasaran. Yakin dan optimis bilamana peternak kita sudah dapat menjadi 
peternak yang cerdas, baik itu sektor usaha pertanian maupun sektor usaha 
peternakan akan menjadi andalan dalam pendapatan devisi negara, di mana 
tentunya kesejahteraan masyarakat petani dan peternak Indonesia dapat kian 
meningkat.

  Banyak cara sebenarnya untuk dapat mencerdaskan petani dan peternak kita. 
Namun pertanyaannya adalah siapa yang akan mencerdaskannya? Mengandalkan peran 
pemerintah saja tidaklah cukup, tentunya harus ada pihak-pihak lain yang siap 
bergandeng tangan dan bahu membahu untuk mencerdaskan petani dan peternak kita. 
Peran sektor swasta, lembaga penelitian dan perguruan tinggi merupakan pihak 
lain yang dimaksud.

  Tidak bisa dipungkiri bila dari lembaga penelitian dan perguruan tinggi 
pastilah akan tercipta penemuan serta inovasi teknologi terbaru yang tentunya 
akan mempermudah petani dan peternak kita dalam menjalankan usahanya. Namun 
sangat disayangkan bilamana petani dan peternak kita belum dapat 100% merata 
memanfaatkannya. Hal ini tentunya sangat wajar di mana lembaga penelitian dan 
perguruan tinggi memiliki keterbatasan untuk mengembangkan teknologi tersebut 
dalam skala massal. Disinilah peran sektor swasta amat dibutuhkan sebagai 
fasilitator untuk aplikasi teknologi tersebut sampai ke tingkat petani dan 
peternak.

  Kita ambil contoh adalah aplikasi teknologi sinkronisasi birahi hewan ternak 
Domba Garut berupa laserpunktur dan suntik hormonal. Bila saja sektor swasta 
tertarik dibidang usaha ternak Domba Garut, dengan adanya teknologi ini maka 
akan dapat diaplikasikan kepada ternak domba betina dalam skala besar. Domba 
betina akan mengalami birahi serentak untuk kemudian dikawinkan dengan cara 
Inseminasi Buatan. Domba betina yang hamil untuk kemudian diplasmakan kepada 
petani dan peternak skala kecil yang masih dalam satu wilayah untuk dipelihara. 
Di satu sisi tentunya ini akan sangat menghemat biaya pemeliharaan pakan dan 
perawatan. Sektor swasta dapat mengalokasikan dananya untuk bantuan pembuatan 
kandang, supply obat-obatan ataupun upah pemeliharaan. Anak domba yang lahir 
nanti hasilnya akan dibeli oleh sektor swasta tersebut dengan harga yang 
tentunya harus sesuai sebelum dilempar ke pasar. Atau bisa juga sektor swasta 
berbagi hasil dengan prinsip kerjasama yang saling
 menguntungkan dengan petani tersebut sehingga kesejahteraan petani akan 
meningkat.


  Jangan lupakan pula nilai manfaat pupuk. Ternak domba yang dipelihara oleh 
petani akan dapat dimanfaatkan produksi kotorannya sebagai bahan baku pembuatan 
pupuk organik. Tentunya akan ada penghematan disisi petani dengan meminimalkan 
pembelian pupuk pabrik. Ini juga yang sebenarnya menjadi impian bagi Eka Agro 
Rama saat sekarang. Suatu pengharapan di mana akan ada banyak sektor swasta 
yang tertarik dalam usaha ternak Domba Garut. Melalui kegiatan pelatihan yang 
diadakan adalah suatu cara untuk mewujudkan impian itu semua. Salam Peternak 
Domba Sehat!




---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke