Tanggal: Wed, 25 Apr 2007 21:27:04 +0700 (ICT) Dari: "ramada agus" <[EMAIL PROTECTED]>
Yth. Pak Prayogo Salam kenal dari Kami petani organik dan peternak di kabupaten Bandung. Jujur yaitu bila melakukan kegiatan bercocok tanam padi di sawah adalah kegiatan yang masih menjadi dambaan Kami sampai saat ini. Kebetulan di lokasi perkebunan dan peternakan Kami belum memiliki area lahan untuk bercocok tanam padi. Sungguh beruntung pak Prayogo di mana saat ini memiliki area lahan untuk sawah seluas 2.400m2 di daerah Sukabumi. Sebuah artikel yang menarik Saya peroleh dari situs www.pikiran-rakyat.com yaitu mengenai budidaya padi organik. Semoga artikel ini dapat memberikan semangat untuk pak Prayogo dan rekan petani penggarap di Sukabumi: Permintaan dari Dalam dan Luar Negeri Tinggi Kewalahan, Petani Beras Organik Tasik TASIKMALAYA, (PR).- Tingginya permintaan pasar terhadap beras organik dari berbagai daerah, termasuk pasar luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, membuat petani padi organik yang ada di wilayah Kab. Tasikmalaya kewalahan. Akibat masih terbatasnya luas area lahan padi melalui pola tanam organik, membuat permintaan pasar itu tidak semuanya bisa dipenuhi. Hingga saat ini, para petani padi organik yang tergabung dalam KTNA Kab. Tasikmalaya baru bisa melayani permintaan sebanyak 40 ton/bulan untuk kebutuhan pasar lokal, Bandung dan Jakarta. "Pesanan beras organik yang datang kepada kami banyak, malah dari Singapura, Thailand, dan Malaysia juga ada. Akan tetapi belum semuanya bisa kami penuhi. Produksi kami masih terbatas, jadi hanya sebagian kecil saja yang sudah rutin seperti ke Jakarta dan Bandung," kata Ketua KTNA (Kelompok Tani Nasional Andalan) Kab. Tasikmalaya H. Uu Saeful Bahri, di sela pelatihan budidaya padi organik melalui SRI (Sistem Rice Intensification) bagi para Babinsa di halaman Makodim 0612 Tasikmalaya, kemarin. Melalui kegiatan pelatihan yang diprakarsai Dandim 0612 Letkol C.H. Abbas S. bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kab. Tasik dan didukung KTNA Kab. Tasik tersebut, Uu berharap pada gilirannya bisa mempercepat perluasan lahan areal tanah padi organik. Sehingga ke depan nantinya permintaan pasar terhadap beras organik yang begitu tinggi, bisa dipenuhi semuanya. Selain itu keuntungan lainnya, budidaya padi organik ini ramah lingkungan. Sehingga bisa memperbaiki kondisi tanah yang selama ini sudah mengalami degradasi. "Kami bersyukur dan menyambut gembira serta mendukung penuh keinginan pak Dandim, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan," katanya. Uu mengakui hingga saat ini luas areal tanam maupun produksi padi organik di wilayah Kab. Tasikmalaya masih terbatas. Hal itu membuat pihaknya tidak bisa memenuhi semua permintaan pasar terhadap beras organik. Hingga saat ini, lanjutnya, luas areal lahan tanaman padi yang menggunakan pola tanam organik masih jauh dari harapan. Dari puluhan ribu hektare luas areal lahan padi yang ada di Kabupaten Tasik, baru sekira 103 hektare yang menggunakan pola tanam organik. Lokasinya sendiri tersebar di 22 kecamatan dan dikelola oleh 25 kelompok tani yang tergabung dalam KTNA Kab. Tasik. Dengan luas areal yang ada, pihaknya baru bisa memasok rata-rata sekira 40 ton beras organik ke berbagai daerah. "Produksi kami masih terbatas, mudah-mudahan ke depan bisa terus bertambah dan memenuhi permintaan konsumen," harapnya. Sementara pendapat sama diungkapkan Dandim 0612 Tasikmalaya. Sehingga dirinya tertarik untuk ikut terjun mendukung kegiatan tanam padi organik. Alasannya banyak keuntungan yang didapat melalui pola tanam organik itu. Selain bisa memberikan nilai tambah pada petani, keuntungan lainnya ramah lingkungan. "Saat ini alam sudah mulai rusak termasuk tanah, jadi tanam padi organik bisa memperbaikinya," ujarnya. (A-116)*** Ide yang patut dicoba bila pak Prayogo memberikan sesuatu yang beda kepada petani yang menggarap lahan pak Prayogo saat ini. Apa sesuatu yang beda tersebut? Atas kendala yang dialami oleh pak Prayogo saat ini di mana petani penggarap kurang kooperatif terhadap pak Prayogo sebagai pemilik lahan,”Kegiatan Memanen yang Tidak Memberitahu Pemilik Lahan” kemudian “Hasil Panen yang Rendah”, pak Prayogo dapat mulai beralih cara bercocok tanam padi dengan metode organik, dengan bercocok tanam padi organik maka pak Prayogo bisa menyampaikan kepada petani untuk memelihara dan menggarap sawah yang Bapak miliki dengan baik karena sudah ada pembeli yang akan bersedia membeli hasil panennya dengan harga mahal. Bilamana Bapak ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai padi organik SRI, silahkan pak Prayogo mengontak alamat Email berikut. [EMAIL PROTECTED] Kebetulan Kami mengenal dengan penemu teknologi padi organik SRI. Atau bilamana pak Prayogo ada waktu, silahkan mengikuti Kegiatan Pelatihan yang akan Kami adakan pada Tgl. 17 s.d 19 Mei Tahun 2007 bertempat di lokasi peternakan& perkebunan Eka Agro Rama, informasi pelatihan dapat menghubungi Ibu Lia di alamat Email: [EMAIL PROTECTED] (Tempat Terbatas Hanya Untuk 20 orang). Dalam pelatihan akan diajarkan Teknologi Induksi Benih Bio Fob untuk Peningkatan Produksi Hasil Pertanian termasuk Padi, dan juga aplikasi Teknologi Bio Triba untuk Pengolahan Kotoran Ternak sebagai Bahan Baku Kompos. Instruktur Pelatihan adalah DR. Ir. Mesak Tombe selaku penemu kedua Teknologi tersebut. Disamping tentunya Pelatihan Usaha Ternak Domba Garut yang dapat juga pak Prayogo peroleh pada kegiatan tersebut. Salam Bertani Sehat! Agus Ramada Setiadi Eka Agro Rama Phone : +62.22.522.1630 Fax : +62.22.522.1630 Mobile Phone : +62.815.941.3826 Email : [EMAIL PROTECTED] See Our Video at, www.video.google.com Keyword, “eka agro rama” --------------------------------- Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! [Non-text portions of this message have been removed]

