4 sehat 5 sempurna sudah kuno..
Saatnya kita sosialisasikan Food Combining, Kombinasi Makanan Serasi..
karya Andang Gunawan..

--- In [email protected], informasi kita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tanggal:  Thu, 26 Apr 2007 01:58:47 +0700 (ICT)
> Dari:   "ramada agus" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Go Organik = 4 Sehat dan Menuju 5 Sempurna
> Agus Ramada Setiadi â€" Eka Agro Rama
> 
>   Lain dulu lain sekarang, baru tersadar ketika sudah kejadian.
Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak segera memulainya! Mungkin
ini gambaran yang tepat untuk perubahan gaya hidup dan cara pemilihan
konsumsi makanan masyarakat kita sekarang. Perubahan gaya hidup yang
mulai berorientasi pada pola hidup sehat dengan memperhatikan
kualitas, produksi serta cara pengolahan bahan makanan. Mari kita
mengingat dan kilas balik ke masa lalu tentang pelajaran jaman SD
dahulu, yaitu mengenai menu dan komposisi makanan yang haruslah 4
Sehat dan menuju 5 Sempurna: Nasi, Lauk Pauk, Sayuran, Buah-Buahan dan
Susu. Betapa dasyatnya program ini dulu digalakkan mulai dari tingkat
Pos Pelayanan Terpadu sampai dengan sekolahan. Ingat betul sewaktu
jaman sekolah dasar ketika kegiatan rutin minum susu pasti dilakukan
setiap periode waktu 1 minggu. 4 Sehat dan menuju 5 Sempurna pastinya
benar-benar suatu program yang bertujuan meningkatkan kualitas
generasi bangsa di saat itu. Nasi yang
>  bersumber dari beras diajarkan sebagai sumber bahan makanan pokok
untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat bagi manusia. Kemudian lauk pauk
yang terdiri dari daging dan ikan ditegaskan sebagai sumber kalori
protein yang amat bermanfaat untuk perkembangan tumbuh kembangnya
manusia. Ditambah dengan manfaat Sayuran dan buah-buahan sebagai
sumber vitamin dan mineral bagi tubuh manusia. Dan sebagai pamungkas
kesempurnaan maka diminumlah susu untuk mencapai 5 sempurna.
>   Tapi kenapa program yang begitu dasyat gaungnya saat itu seolah
jarang terdengar lagi saat sekarang ini? Media surat khabar dihiasi
oleh kenaikan harga beras, kasus beras semir, daging anthrax, sayuran
terkontaminasi zat kimia, pencemaran sungai karena air limbah dan
berita-berita merinding lainnya. Tanya kenapa? Apakah memang negeri
ini memang sudah enggan lagi untuk bertani ataupun beternak sehingga
banyak terjadi kasus-kasus tidak sedap seperti di atas? Lahan
persawahan gampang disulap menjadi lokasi perumahan. Limbah pabrik
mudah dibuang ke aliran sungai. Beras dan daging impor dipersilahkan
masuk karena memang negeri ini sedang membutuhkan. Petani dan peternak
bisa-bisa alih profesi karena dipaksa tergerus oleh perkembangan jaman.
>   Betapa hebatnya negeri ini ketika berhasil melakukan swasembada
beras pada tahun 1982. Tapi yang sekarang terjadi adalah kasus
keributan dan ulur tarik kebijakan masalah impor beras. Apakah betul
negeri ini sedang dalam kondisi rawan pangan dan sudah sulit untuk
dapat diarahkan dengan benar dalam kegiatan bercocok tanam? Mari
mengintip sejenak negara Asean tetangga kita yaitu Vietnam. Negara
kita sudah lebih dulu berhenti berperang dibandingkan Vietnam. Tapi
jangan salah, tahun 2006 yang lalu Vietnam berhasil meraih peringkat
ke-2 di Asia Timur dan Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi
tercepat. Program reformasi yang dilakukan Vietnam terhadap lahan
pertanian berhasil meningkatan pendapatan negerinya dari sektor yang
sebenarnya tidak akan ada matinya sejak zaman purba (Semua Orang Butuh
Makan). Apa kata dunia!
>   Kembali ke masalah 4 sehat dan menuju 5 sempurna dan coba kita
hubungkan dengan gelegar yang ada ditahun sekarang ini. Gelegar
terbesar sektor usaha pertanian dan peternakan kita saat ini yaitu
program pemerintah melalui Departemen Pertanian â€" RI yaitu Go
Organik 2010. Berarti kalau dihitung tahun adalah masih tersisa 3
tahun lagi untuk menilai keberhasilan program ini. Tetap semangat,
optimis dan diimbangi niatan tulus untuk bekerja serta melakukan upaya
perubahan maka segalanya masih mungkin untuk terjadi. Dalam artian
sektor usaha pertanian dan peternakan negeri ini tetap bisa dapat
menuju ke arah yang lebih baik.
>   Namun tampaknya masih ada sesuatu yang kurang dari upaya
sosialisasi dan pelaksanaan program Go Organik 2010 tersebut. Organik
tentunya akan bermuara pada hasil akhir yaitu produk makanan
berkualitas dengan ditunjang cara produksi dan pengolahan bahan
makanan sesuai dengan prinsip-prinsip organik. Di mana berbicara
makanan tentunya adalah mengenai sesuatu yang kita konsumsi dan harus
menyehatkan tubuh. Kenapa tidak bila kita mencontoh sesuatu yang benar
ketika gema 4 sehat dan menuju 5 sempurna di negeri ini dapat sampai
pada tingkat sekolahan? Kegiatan konsumsi sayuran organik di sekolahan
misalnya, atau ayo minum susu organik contohnya! Pencitraan organik
tentunya akan menjadi lebih memasyarakat dan tidak hanya sebatas di
tingkat atau kalangan petani. Di negara-negara maju kawasan Eropa,
masyarakatnya sudah sadar dan paham betul akan nilai kemanfaatan
produk organik. Di mana mereka tidak akan memilih suatu produk yang
belum terdapat label sertifikasi organik. Dan
>  sebelum kita mulai melangkah ke arah sana, gaungkan terlebih dahulu
program ini dan tanamkan dihati seluruh masyarakat pelosok negeri
untuk mulai mengkonsumsi organik. Bahkan bilamana perlu tidak ada
salahnya untuk memasukkan Go Organik sebagai bagian dari kurikulum
pendidikan. Petani pun akan bertambah semangat untuk beralih ke
organik bilamana permintaan masyarakatnya semakin meningkat dan terus
meningkat. Jangan sampai organik akan menjadi suatu program yang hanya
dapat dinikmati oleh orang yang memang lebih memiliki akses ke arah
sana seperti surat khabar, media internet dan lainnya. Tapi jadikanlah
organik sebagai suatu budaya hidup sehat sama halnya dengan 4 sehat
menuju 5 sempurna. Salam Organik dan Bertani Sehat!
> 
>   Eka Agro Rama
>   Phone              : +62.22.522.1630
>   Fax                  : +62.22.522.1630
>   Mobile Phone : +62.815.941.3826
>   Email               : [EMAIL PROTECTED]
> 
>   See Our Video at, www.video.google.com
>   Keyword, “eka agro rama”
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke