Tanggal: Sat, 28 Apr 2007 23:48:07 +0700 (ICT)
Dari: "ramada agus" <[EMAIL PROTECTED]>
Yth.
Ibu. Gita
Situs Wikipedia:
Propolis atau bee pollen adalah suatu zat yang dihasilkan oleh lebah madu.
Dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun-daun yang muda untuk kemudian dicampur
dengan air liurnya, digunakan untuk menambal dan mensterilkan sarang. Propolis
bersifat disinfektan (anti bakteri) yang membunuh semua kuman yang masuk ke
sarang lebah. lebah meliputi sarangnya dengan propolis untuk melindungi semua
yang ada didalam sarang tersebut dari serbuan kuman, virus, atau bakteri,
misal: ratu lebah, telur, bayi lebah dan madu. Sifat disinfektan alami yang
terkandung dalam propolis sangat ampuh dalam membunuh kuman, terbukti dengan
ditemukannya seekor tikus dalam sarang lebah yang telah mati selama kurang
lebih 5 tahun dalam keadaan tidak membusuk.
Situs www.hd.co.id:
Produk Jadi: Bee Propolis. Cara kerja bee propolis berbeda dari produk lain
yang dihasilkan lebah. Bee propolis menunjang sistem kekebalan tubuh dan
menghalangi infeksi virus, jamur, dan parasit lain ke dalam tubuh. Dengan kata
lain, bee propolis bekerja untuk membangun benteng pertahanan alami tubuh.
Situs Warintek Bantul:
BUDIDAYA TERNAK LEBAH
1.
SEJARAH SINGKAT
Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia.
Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang
pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan
produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly,
pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan
dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup.
Di Indonesia lebah ini mempunyai nama bermacam-macam, di Jawa disebut tawon
gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang, kabau, jawi
dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut wani dan di
tataran Sunda orang menyebutnya tawon Odeng.
2.
SENTRA PETERNAKAN
Di Indonesia sentra perlebahan masih ada di sekitar Jawa meliputi daerah
Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dengan jumlah produksi sekitar 2000–2500
Ton untuk lebah budidaya. Kalimantan dan Sumbawa merupakan sentra untuk madu
dari perburuan lebah di hutan. Sedang untuk sentra perlebahan dunia ada di CIS
(Negara Pecahan Soviet), Jerman, Australia, Jepang dan Italia.
3.
J E N I S
Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apini dan genus
Apis. Spesiesnya bermacam-macam, yang banyak terdapat di Indonesia adalah A.
cerana, A. Dorsata A. Florea. Jenis unggul yang sering dibudidayakan adalah
jenis A. mellifera.
Menurut asal-usulnya lebah dibagi 4 jenis berdasar penyebarannya:
1)
Apis cerana, diduga berasal dari daratan Asia menyebar sampai Afghanistan ,
Cina maupun Jepang.
2)
Apis mellifera, banyak dijumpai di daratan Eropa, misalnya Prancis, Yunani
dan Italia serta di daerah sekitar Mediterania.
3)
Apis Dorsata, memiliki ukuran tubuh paling besar dengan daerah penyebaran
sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia , Philipina dan sekitarnya.
Penyebarannya di Indonesia merata mulai dari Sumatera sampai Irian.
4)
Apis Florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah ,
India sampai Indonesia . Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon klanceng.
4.
MANFAAT
Produk yang dihasilkan madu adalah:
1)
Madu sebagai produk utama berasal dari nektar bunga merupakan makanan yang
sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan, kosmetika dan farmasi.
2)
Royal jelly dimanfaatkan untuk stamina dan penyembuhan penyakit, sebagai
bahan campuran kosmetika, bahan campuran obat-obatan.
3)
Pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-obatan/
kepentingan farmasi.
4)
Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dan kosmetika
sebagai pelengkap bahan campuran.
5)
Propolis (perekat lebah) untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan
membunuh virus influensa.
Keuntungan lain dari beternak lebah madu adalah membantu dalam proses
penyerbukan bunga tanaman sehingga didapat hasil yang lebih maksimal.
5.
PERSYARATAN LOKASI
Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini
lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah
masihberaktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25
derajat C) seperti Malang dan Bandung lebah madu masih ideal dibudidayakan.
Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak
terdapat bunga sebagai pakannya.
6.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
6.1.
Penyiapan Sarana dan Peralatan
Dalam pembudidayaan lebah madu yang perlu dipersiapkan yaitu: Lokasi budidaya,
kandang lebah modern (stup), pakaian kerja dan peralatan
Syarat yang utama yang harus yang dipenuhi dalam budidaya lebah adalah ada
seekor ratu lebah dan ribuan ekor lebah pekerja serta lebah jantan. Dalam satu
koloni tidak boleh lebih dari satu ratu karena antar ratu akan saling bunuh
untuk memimpin koloni.
1)
Perkandangan
a.
Suhu
Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat, oleh karena itu
ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk menjaga agar suhu dalam stup tetap
stabil. Yang umum digunakan adalah kayu empuk setebal 2,5 cm.
b.
Ketahanan terhadap iklim
Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang
selalu berubah, kokoh dan tidak mudah hancur atau rusak.
c.
Konstruksi
Konstruksi kandang tradisional dengan menggunakan gelodok dari bambu, secara
modern menggunakan stup kotak yang lengkap dengan framenya.
2)
Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam budidaya lebah terdiri dari: masker, pakaian
kerja dan sarung tangan, pengasap, penyekat ratu, sangkar ratu, sapu dan sikat,
tempat makan, pondamen sarang, alat-alat kecil, peralatan berternak ratu dan
lain-lain.
6.2.
Pembibitan
1)
Pemilihan Bibit Calon Induk
Bibit lebah unggul yang di Indonesia ada dua jenis yaitu A. cerana (lokal)
dan A. mellifera (impor). Ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni
lebah, oleh karena itu pemilihan jenis unggul ini bertujuan agar dalam satu
koloni lebah dapat produksi maksimal. ratu A. cerana mampu bertelur 500- 900
butir per hari dan ratu A. mellifera mampu bertelur 1500 butir per hari.
Untuk mendapatkan bibit unggul ini sekarang tersedia tiga paket pembelian bibit
lebah:
a. paket lebah ratu terdiri dari 1 ratu dengan 5 lebah pekerja.
b. paket lebah terdiri dari 1 ratu dengan 10.000 lebah pekerja.
c. paket keluarga inti terdiri dari 1 ratu dan 10.000 lebah pekerja lengkap
dengan 3 sisiran sarang.
2)
Perawatan Bibit dan Calon Induk
Lebah yang baru dibeli dirawat khusus. Satu hari setelah dibeli, ratu
dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam stup yang telah disiapkan. Selama 6 hari
lebah-lebah tersebut tidak dapat diganggu karena masih pada masa adaptasi
sehingga lebih peka terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Setelah itu
baru dapat dilaksanakan untuk perawatan dan pemeliharaan rutin.
3)
Sistem Pemuliabiakan
Pemuliabiakan pada lebah adalah menciptakan ratu baru sebagai upaya
pengembangan koloni. Cara yang sudah umum dilaksanakan adalah dengan pembuatan
mangkokan buatan untuk calon ratu yang diletakkan dalam sisiran. Tetapi
sekarang ini sudah dikembangkan inseminasi buatan pada ratu lebah untuk
mendapatkan calon ratu dan lebah pekerja unggul. Pemuliabiakan lebah ini telah
berhasil dikembangkan oleh KUD Batu Kabupaten Malang.
4)
Reproduksi dan Perkawinan
Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu,
lebah pekerja dan lebah jantan. Alat reproduksi lebah pekerja berupa kelamin
betina yang tidak berkembang sehingga tidak berfungsi, sedangkan alat
reproduksi berkembang lebah ratu sempurna dan berfungsi untuk reproduksi.
Proses Perkawinan terjadi diawali musim bunga. Ratu lebah terbang keluar sarang
diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan terjadi di
udara, setelah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam
spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah kemudian ratu
kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja menyiapkan sarang untuk ratu
bertelur.
5)
Proses Penetasan
Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel
yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung
sel yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah
pekerja dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat
ditembus oleh penghuni dewasa.
Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit, setelah
mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk makan. Jenis
tabung sel dalam sisiran adalah:
a. Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak di
pinggir sarang.
b. Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik hitam
di tengahnya.
c. Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak jumlahnya.
Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu telur, larva,
pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan punya perbedaan waktu
yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan lebah:
a.
Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari,
iatirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari,
total waktu jadi lebah 15 hari.
b.
Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2
hari, iatirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7
hari, total waktu jadi lebah 21 hari.
c.
Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup 3
hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7
hari, total waktu jadi lebah 24 hari.
Selama dalam periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung
sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif, kemudian larva menjadi
kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah tidak makan dan minum, di masa ini
terjadi perubahan dalam tubuh pupa untuk menjadi lebah sempurna. Setelah
sempurna lebah akan keluar sel menjadi lebah muda sesuai asal selnya.
6.3.
Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan pada setiap tahap pertumbuhan kodok, Pertumbuhan dan
kesehatan kodok terrgantung pada makanan dan kecocokan tempat tinggalnya. Kodok
diberi makan 1 kali sehari, air di kolam diganti dan dibersihkan seminggu
sekali.
1)
Sanitasi dan Tindakan Preventif
Pada pengelolaan lebah secara modern lebah ditempatkan pada kandang berupa
kotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk beberapa
frame atau sisiran. Dengan sistem ini peternak dapat harus rajin memeriksa,
menjaga dan membersihkan bagian-bagian stup seperti membersihkan dasar stup
dari kotoran yang ada, mencegah semut/serangga masuk dengan memberi tatakan air
di kaki stup dan mencegah masuknya binatang pengganggu.
2)
Perawatan Penyakit
Pengontrolan ini meliputi menyingkirkan lebah dan sisiran sarang abnormal
serta menjaga kebersihan stup.
3)
Pemberian Pakan
Cara pemberian pakan lebah adalah dengan menggembala lebah ke tempat di
mana banyak bunga. Jadi disesuaikan dengan musim bunga yang ada.
Dalam penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah :
a. Perpindahan lokasi dilakukan malam hari saat lebah tidak aktif.
b. Bila jarak jauh perlu makanan tambahan (buatan).
c. Jarak antar lokasi penggembalaan minimum 3 km.
d. Luas areal, jenis tanaman yang berbunga dan waktu musim bunga.
Tujuan utama dari penggembalaan ini adalah untuk menjaga kesinambungan produksi
agar tidak menurun secara drastis. Pemberian pakan tambahan di luar pakan pokok
bertujuan untuk mengatasi kekurangan pakan akibat musim paceklik/saat melakukan
pemindahan stup saat penggeembalaan. Pakan tambahan tidak dapat meningkatkan
produksi, tetapi hanya berfungsi untuk mempertahankan kehidupan lebah. Pakan
tambahan dapat dibuat dari bahan gula dan air dengan perbandingan 1:1 dan
adonan tepung dari campuran bahan ragi, tepung kedelai dan susu kering dengan
perbandingan 1:3:1 ditambah madu secukupnya.
7.
HAMA DAN PENYAKIT
7.1.
Penyakit
Di daerah tropis penyakit lebah jarang terjadi dibandingkan dengan daerah sub
tropis/daerah beriklim salju. Iklim tropis merupakan penghalang terjalarnya
penyakit lebah. Kelalaian kebersihan mendatangkan penyakit. Beberapa penyakit
pada lebah dan penyebabnya antara lain:
1)
Foul Brood
Ada dua macam penyakit ini yaitu American Foul Brood
disebabkan oleh Bacillus larva dan European Foul Brood.
Penyebab :Streptococcus pluton. Penyakit ini menyerang sisiran dan tempayak
lebah.
2)
Chalk Brood
Penyebab : jamur Pericustis Apis. Jamur ini tumbuh pada tempayak dan menutupnya
hingga mati.
3)
Stone Brood
Penyebab : jamur Aspergillus flavus Link ex Fr dan Aspergillus fumigatus Fress.
Tempayak yang diserang berubah menjadi seperti batu yang keras.
4)
Addled Brood
Penyebab : telur ratu yang cacat dari dalam dan kesalahan pada ratu.
5)
Acarine
Penyebab : kutu Acarapis woodi Rennie yang hidup dalam batang tenggorokkan
lebah hingga lebah mengalami kesulitan terbang.
6)
Nosema dan Amoeba
Penyebab : Nosema Apis Zander yang hidup dalam perut lebah dan parasit
Malpighamoeba mellificae Prell yang hidup dalam pembuluh malpighi lebah dan
akan menuju usus.
7.2.
Hama
Hama yang sering mengganggu lebah antara lain:
1)
Burung, sebagai hewan yang juga pemakan serangga menjadikan lebah sebagai
salah satu makanannya.
2)
Kadal dan Katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan yang dilakukan oleh
burung.
3)
Semut, membangun sarang dalam stup dan merampas makanan lebah.
4)
Kupu-kupu, telur kupu-kupu yang menetas dalam sisiran menjadi ulat yang
dapat merusak sisiran.
5)
Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.
7.3.
Pencegahan Serangan Penyakit dan Hama
Upaya mencegah serangan penyakit dan hama tindakan yang perlu adalah:
1)
Pembersihan stup setiap hari.
2)
Memperhatikan abnormalitas tempayak, sisiran dan kondisi lebah.
3)
Kaki-kaki stup harus diberi air untuk mencegah serangan semut.
4)
Pintu masuk dibuat seukuran lebah.
8.
P A N E N
8.1.
Hasil Utama
Madu merupakan hasil utama dari lebah yang begitu banyak manfaatnya dan
bernilai ekonomi tinggi.
8.2.
Hasil Tambahan
Hasil tambahan yang punya nilai dan manfaat adalah royal jelly (susu ratu),
pollen (tepungsari), lilin lebah (malam) dan propolis (perekat lebah).
8.3.
Penangkapan
Panen madu dilaksanakan pada 1-2 minggu setelah musim bunga. Ciri-ciri madu
siap dipanen adalah sisiran telah tertutup oleh lapisan lilin tipis.
Sisiran yang akan dipanen dibersihkan dulu dari lebah yang masih menempel
kemudian lapisan penutup sisiran dikupas. Setelah itu sisiran diekstraksi untuk
diambil madunya.
Urutan proses panen:
1) Mengambil dan mencuci sisiran yang siap panen, lapisan penutup dikupas
dengan pisau.
2) Sisiran yang telah dikupas diekstraksi dalam ekstraktor madu.
3) Hasil disaring dan dilakukan penyortiran.
4) Disimpan dalam suhu kamar untuk menghilangkan gelembung udara.
5) Pengemasan madu dalam botol.
Salam Bertani Sehat!
Agus Ramada Setiadi
Eka Agro Rama
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]