Memang masih sangatlah susah untuk mengintegrasikan antara petani dan internet di negara kita ini. Jangankan internet komputer saja bagi mereka masih merupakan alat yang asing. Pernah suatu saat komunitas kami dengan bekerjasama dengan Telkom mengadakan pelatihan internet kepada komunitas masyarakat desa hutan, mulai dari pengurus asosiasi dampai dengan pengurus lembaga masyarakat desa hutan di tingkat desa kami beri pelatihan internet, kami kenalkan kepada mereka tentang email, mafaat internet, mencari informasi di internet, membangun jaringan melalui internet dan banyak hal manfaat internet kami presentasikan. Akan tetapi akhir pelatihan mereka pun kembali pada komunitasnya lagi, bagi mereka internet seakan-akan hanya sebagai barang ghoib yang hanya wajib mengetahuinya saja tanpa wajib membuktikan atau merasakan manfaatnya. Suatu hal yang sangat disayangkan, akan tetapi mungkin bagi mereka terdapat banyak keterbatasan-keterbatasan untuk bisa mengaplikasikan pengetahuna internet yang mereka dapat antara lain : komputer masih merupakan barang langka, akses internet masih jauh dari jangkauan, jangankan jaringan internet, jaringan telepon saja kadang dapat kadang enggak, mau ke warnet adanya hanya di kota. Sekali lagi kita masih terbentur pada infrastruktur untuk membuat petani menjadi melek internet, mungkin suatu saat setelah pemerintah memperhatikan perkembangan IT dan menyadari pentingnya kolabosari IT dengan pertanian, mungkin internet akan menjadi kebutuhan bagi para petani kita.
Perjuangan belum berakhir, Membaca artikel di harian Suara Merdeka hari ini http://suaramerdeka.com/harian/0705/05/opi04.htm , yang membahas tentang project PPK dan P2KP yang mana program tersebut di khususkan sebagai program pengentasan kemiskinan dimana tiap kecamatan yang terpilih akan mendapatkan alokasi dana 2,5 - 3 milyar yang dipergunakan untuk kegiatan ekonomi produktif. Pagi tadi setelah membaca artikel tersebut, saya sempat berbincang melalui telepon dengan teman saya yang duduk fasilitator kecamatan untuk program P2KP, saya tanya berapa rata-rata dana yang dialokasikan untuk desa binaan, teman saya bilang 300 jt sampai dengan 600 jt, suatu angka yang luar biasa untuk tingkat desa, lantas saya tanya program ekonomi produktif apa saja yang diusulkan atau sudah dijalankan : sangat jarang usulan untuk pembuatan proposal ekonomi produktif, kebanyakan proposal usulan pavingisasi, pengerasan jalan, paling banter usaha simpan pinjam, dan dari tahun 2005 ya itu itu saja program yang dijalankan. Apakah ngerti internet ? tahu dan paham manfaat internet akan tetapi belum bisa memanfaatkannya lebih jauh karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Dari percakapan pagi tadi, saya lantas memberi penawaran kepada komunitas P2KP di wilayah kami untuk kami training lebih jauh bagaimana memanfaatkan internet. Atas tawaran tersebut, siang ini kebetulan mereka ada rapat koordinasi di Bappeda, dan akan mengangkat penawaran pelatihan pemanfaatan internet ini dalam rapat. ....... bersambung. salam, masjamal informasi kita <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [email protected] From: informasi kita <[EMAIL PROTECTED]> Date: Fri, 4 May 2007 22:19:19 +0700 (ICT) Subject: [agromania] Petani& Internet Tanggal: Thu, 3 May 2007 22:40:18 +0700 (ICT) Dari: "ramada agus" <[EMAIL PROTECTED]> PETANI& INTERNET Oleh. Agus Ramada Setiadi âHah, Internet? Apaâan tuh? Kita harus waspada dan tingkatkan keamanan desa kalau begitu!â Jamal Abdul Kholiq CV. Selo Agung PandaInternet Nusantara IT Development & Contractors Jl. Soekarno Hatta No. 410 Kendal Telp. : 0294-5700182, 5740006 Mobile : 0888-656-4250 e-mail : [EMAIL PROTECTED] Y! : massjamall --------------------------------- Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check outnew cars at Yahoo! Autos. [Non-text portions of this message have been removed]

