Kontrak berjangka olein naik 51% per AprilJAKARTA: Kontrak berjangka olein naik
51,75% menjadi 257 lot transaksi per April dari posisi Maret 124 lot karena
dipicu kenaikan harga minyak kelapa sawit di pasar fisik.
Kenaikan kontrak komoditas ini terjadi di tengah penurunan? volume transaksi
di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) secara keseluruhan yang menurun 15,26%?
menjadi 334.057 lot dari posisi Maret 394.195 lot.? Penurunan terbesar terjadi
pada transaksi kontrak komoditas primer asli BBJ yakni kontrak indeks emas
(KIE)? yang anjlok 63,47%.
Menurut sejumlah anggota bursa yang melakukan transaksi kontrak berjangka
olein di BBJ, kenaikan volume transaksi olein, salah satu produk turunan
minyak kelapa sawit, dipicu kenaikan harga minyak kelapa sawit di pasar fisik.
Pada awal tahun transaksi olein memang masih tinggi yakni 340 lot. Saat itu
harga minyak bumi masih tinggi sehingga pelaku pasar melakukan lindung nilai
terhadap harga olein sebagai substitusi dari minyak bumi.
Namun pada Februari volume transaksi olein anjlok 45% menjadi 104 lot. Pada
saat itu harga minyak kelapa sawit di Bursa Malaysia Derivatives bertengger di
level 1.970 ringgit (US$564) per ton. Harga per Februari 2007 turun 1,3%
dibandingkan posisi tahun lalu. Pada 2006 harga sempat meroket hingga 41%
karena permintaan yang bertambah ketika harga minyak bumi sempat menembus
angka US$78 per barel pada Juli 2006.
Pada Maret volume transaksi olein kembali naik 12,5% setelah harga minyak
kelapa sawit, bahan dasar minyak goreng mulai merambat naik. Peningkatan
volume transaksi olein berlanjut hingga April.
Harga minyak goreng di pasar fisik dalam negeri saat ini juga melonjak menjadi
Rp7.500 per kg atau Rp7,5 juta per ton (US$833,33 per ton).??
''Pelaku pasar kembali bertransaksi olein setelah harga membaik. Pada Februari
harga olein kurang menarik, namun saat ini harga bahkan melonjak,'' tutur
Dirut PT Gita Artha Berjangka Sutrisno kepada Bisnis.
Pialang berjangka yang mencatat volume transaksi olein tertinggi per April
yakni Kontakperkasa Futures sebanyak 192 lot, disusul Platon Niaga Berjangka
184 lot dan Danagraha Futures 129 lot.
Sementara itu secara terpisah, Direktur BBJ Jahja W Sudomo mengatakan pihaknya
tengah menjajaki kerja sama mengeluarkan kontrak berjangka minyak kelapa sawit
(crude palm oil/ CPO) dengan salah satu bursa di Amerika Serikat. Bursa asing
tersebut yang membuat spesifikasi kontrak sedangkan produknya berasal dari
Indonesia. Transaksi dilakukan di BBJ dan di AS dengan lokasi penyerahan
barang dari Indonesia.???
Kerja sama tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk sarana lindung nilai bagi
pengusaha CPO demi mengantisipasi kenaikan harga seperti saat ini. Untuk
menerbitkan kontrak CPO dari Indonesia diakuinya masih sulit karena pasar
fisiknya belum transparan dan faktor pendukung lainnya belum memadai.
Sudomo mencontohkan, kesulitan sejumlah petani untuk menyimpan produk hasil
panennya ke gudang penyimpanan yang sudah ditunjuk sebagai gudang untuk
transaksi kontrak berjangka karena lokasinya sangat jauh sekitar 380 km dari
lahan perkebunannya.
Oleh Berliana Elisabeth S.
Bisnis Indonesia
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]