perkenalkan saya ardi di surabaya, boleh gabung di milis ini khan? Berikut ini ada oleh2 dari ajang 9th Asia Pasifik Bonsai di Bali yang saat ini sedang berlangsung.
Salam Ardi tabloid gallery http://tabloidgallery.wordpress.com 9th Asia Pasific Bonsai And Suiseki Peserta Bonsai Di Dominasi Pemain Lokal Tak hanya dijadikan sebagai ciri kebudayaan orang timur saja, kehadiran bonsai sudah mulai diakui oleh dunia barat. Untuk itu, acara semacam ini sengaja diadakan, jelas Budi Sulistyo, ketua pelaksana. Tercatat, lebih dari 320 peserta turut memeriahkan even yang digelar terakhir di Indonesia pada 16 tahun yang lalu di tempat yang sama ini. Namun dalam gelaran even Asia Pasifik, kontes bunga bisa dikatakan minim peserta. Bukan karena jumlahnya yang sedikit, tetapi jumlah peserta internasional yang tak ikut. menurut Yongki B. Sulistio, wakil ketua pelaksana, acara ini pada dasarnya ditujukan bagi penggemar bonsai seluruh dunia, di Indonesi khususnya. Maka jangan heran untuk menjadi pesertanya saja sangat sulit, yaitu melalui beberapa tahapan. Beberapa peserta kita ambil dari perwakilan daerah yang sebelumnya juga diadakan di setiap daerahnya, jelasnya. Dalam kontes bonsai kali ini diperlombakan beberapa kelas dengan pertimbangan struktur dan besar kecilnya tanaman. Dalam hal ini bonsai yang dipertandingkan kita bagi menjadi 6 kelas. Diantaranya kelas mame, kecil, medium, besar atau large, dan super large atau XL, jelasnya Kelas mame adalah jenis kelas yang diperlombakan untuk bonsai ukuran mini. Peserta yang tercatat adalah yang memiliki tinggi bonsai tak lebih dari 15 cm. beberapa daerah mendominasi kelas ini. diantaranya jember dan sidoarjo. Untuk kelas yang kedua adalah kelas mini. Disini bonsai yang berkompetisi memiliki tinggi lebih dari 15 cm dan kurang dari 30 cm. Bagi yang bonsainya memiliki tinggi diata 30 dan tak kurang dari 60 cm, maka bonsai nya masuk dalam kelas mediun atau sedang. Lebih tinggi lagi ada kelas besar yang diperuntukkan bagi bonsai yang memiliki tinggi lebih dari 60 cm sampai 1 meter. Dan yang terakhir, bonsai dengan ukuran 1 meter sampai 1,5 meter akan diklasifikasikan untuk kelas ekstra largen atau XL. Selain tinggi, beberapa poin, seperti jenis dan kelangkaan pohon yang digunakan, kekompakan daun, usia dan sebagainya menjadi tolak ukur juri untuk menentukan siapa saja jawara untuk tiap-tiap kelas. Peserta Suiseki Didominasi Peserta Luar Negri Suiseki, atau seni batu. Bagi sebagian orang mungkin nama tersebut amat asing. Namun demikianlah seni yang sudah berkembang lama di daerah China. Berawal dari mainan kaisar jaman dahulu, suseiki berkembang menjadi seni yang bisa dimiliki dan dinikmati semua orang. Berbeda dengan seni pahat patung, seni ini memiliki keunikan pada bentuk yang alami. Kikisan dan guratan yang ada pada batu umumnya murni karena gesekan batu dan air. Umumnya batu yang memiliki bentuk unuk ini banyak ditemui di sudangai dan sebagainya. Namun untun mendapatkan batu berbentuk unik bukan hal yang mudah, karena diperlukan keperuntungan dan sedikit daya imajinasi untuk mendapatkan batu berbentuk kura-kura, macam, pegunungnan dan sebagainya. Hal ini yang pada akhirnya membuat banyak orang mulai melirik hobi ini. tak main, main, dalam hal harga, jangan sekali-kali meremehkan hobi yang satu ini. Beberapa kolektor bahkan pernah ditawar koleksi nya sampai 5000 us dollar per batu. Untuk itu, bersamaan dengan mengangkat pamor bonsai, kegiatan yang bersifat internasional ini mengadakan even ini. Sepinya peserta bonsai dari luar negri tak diikuti oleh peserta suiseki. Dalam kontes kecantikan batu ini, beberapa Negara ikut andil meramaikan even yang diadakan di salah satu sudut bibir pantai sanur. Hal ini tak bisa lepas dari birokrasi Indonesia yang terbilang susah. Menurut Yogki berbeda dengan suiseki, umumnya bonsai yang memasuki kawasan Indonesia dihadapkan pada masalah pangkaran. Bonsai yang masuk biasanya lebih mudah jika dinbandingkan dengan yang keluar. Karena pada saat bonsai di bawa pulang (kembali ke negri asal), biasanya dilakukan penangkaran atau proses pemeriksaan terlebih dahulu beberapa hari, jelasnya. Hal ini yang membuat peserta asing dalam nomor ini membeludak. Tak kurang peserta datang dari 20 negara. Mulai dari Jerman, Kanada, Afrika selatan, Amerika, Jepang, China, Taiwan, Thailan, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Costarica dan sebagainya datang ke even ini. Tak mau kalah dengan peserta luar negri, beberapa peserta lokal juga mendominasi nomor ini. F.X Hadi Wijaya misalnya. Tak rugi jauh-jauh dari Bogor salah satu dari tiga suiseki ayah 4 orang anak ini masuk dalam nominasi. Sebenarnya saya suka hobi, suiseki karena hobi ini tak lekam dimakan jaman. Sebagai mana dengan sifat batu yang keras, sehingga tak bisa rusak dikikis angina dan air, jelas pria yang sudah menekuni hobinya sejak usia 20 tahun, atau sekita 21 tahun yang lalu ini. Berbeda dengan Hadi, Aron Koswandy, peserta dari sulawesi selatan sudah sangat puas bisa meramaikan even ini. Meski Suiseki berjudul Gajah Mada nya tak berhasil menerima nominasi, namun ia mengaku cukup puas dari pujian beberapa pengunjung. Ia mengaku kelemahan suisekinya terletak pada segi namanya. Saya keburu memakai nama Gajah Mada, bukannya face yang lebih universal (karena kebanyakan juri suiseki berasal dari negri asing), jelas pria yang juga berprofesi sebagai kameramen salah satu stasiun televise negri ini. Hingga hari kedua diadakan, baik jumlah peserta maupun pengunjung yang hadir menurut Yopngky sangat diluar dugaan. Pasalnya perkiraan jumlah penonton dan peserta melebihi apa yang telah dibayangkan oleh panitia. Jumlah peserta Suiseki diperkirakan hanya diisi seratusan peserta saja, membludak hingga 240 yang telah tercatat. Hal ini disebabkan, beberapa peserta sengaja mendaftar terakhir, jelasnya. Pengunjung yang hadir juga tak kalah semarak. Baik dihadiri pengunjung lokal, atau tamu hotel dan beberapa undangan luar kota, jumlahnya sampai mencapai 5000 an orang perhari. Diharapkan kedepan acara ini bisa sukses dan digelar sebagaimana even ini diselenggarakan sebelumnya. Yongki berharap, dengan adanya even ini komunitas suiseki dan bonsai tak patah arang ditelah perkembangan jaman yang ada. Tak hanya kontes bonsai dan suiseki, acara yang digelar sejak tanggal 1 sampai 4 ini rencananya juga dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan. Diantaranya, bursa tanaman hias, konsultasi umum dan demo bonsai san suiseki, Adi +-+-+-+-+-+ +-+-+-+-+-+ +-+-+-+-+-++-+-+-+-+-+ +-++-+-+-+ INFO!! Telah beredar CD Direktori Penjual dan Pembeli Agro Indonesia Edisi 2007-2008. ISI CD: Daftar Penjual dan Pembeli Indonesia di bidang Agrobisnis (Pertanian, Perikanan, Peternakan, Perkebunan, Pertamanan, Kehutanan, Agro Industri). RINCIAN DATA: Nama Perusahaan, Nama Direktur, Kontak Person, Jumlah Karyawan, Alamat, Propinsi, Kode Pos, No.HP, Telepon, Faks, Email, Kategori Bisnis, Status Bisnis, Indeks Komoditi, Range Harga, FOB, Tipe Bisnis (importer, eksporter, supplier, trading, produsen), Tahun Berdiri, Rencana Bisnis, Deskripsi Perusahaan. JUMLAH DATA: 5.300 data (kalau dicetak dalam bentuk buku = 4255 halaman). HARGA CD: Rp 250.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). INFO: SMS 0811-18-59-29, EMAIL: [EMAIL PROTECTED] [AGROMANIA - online sejak 1 Agustus 2000] Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jakarta Selatan MILIS: http://groups.yahoo.com/group/agromania +-+-+-+-+-+ +-+-+-+-+-+ +-+-+-+-+-++-+-+-+-+-+ +-++-+-+-+

