Rekan Agromania semua,

Setelah menunggu beberapa minggu, ternyata tidak ada satu tanggapan /
saran / usulan yang masuk mengenai pertanyaan saya tentang standarisasi
kelas kualitas jamur kuping kering. Untuk itu, perkenankan saya
mengajukan usulan standar kualitas yang saya buat. Mohon masukan dan
saran-sarannya.

============================================

STANDAR KELAS KUALITAS JAMUR KUPING KERING


1. Latar Belakang

Belum adanya standar kualitas baku jamur kuping kering yang dipasarkan
di Indonesia. Hal ini menyebabkan harga beli dari petani / pembudidaya
menjadi rendah sementara pembeli merasa harga yang mereka bayarkan
kepada broker / pengepul terlalu mahal dibandingkan kualitasnya. Belum
adanya standar ini juga membuat patokan harga menjadi tidak stabil.


2. Tujuan

Dengan adanya standar yang baku, diharapkan ada suatu aturan yang jelas
dalam proses perdagangan jamur kuping kering. Petani / pembudidaya akan
memiliki pegangan yang jelas untuk memenuhi standar yang ada serta
tidak dirugikan karena harga beli yang kurang wajar, pedagang /
pengepul / broker akan mudah menentukan harga beli dan harga jual, dan
pembeli akan memperoleh jaminan bahwa harga yang dibayarkannya sepadan
dengan kualitas yang diperoleh.


3. Parameter Standar

Selama beberapa tahun berkecimpung di dalam budidaya jamur kuping,
penulis mendapatkan suatu kesimpulan yang umum mengenai tingkat
kualitas jamur kuping. Yang pertama adalah ukuran kelopak jamur kuping
berbanding lurus dengan kualitasnya. Semakin besar ukuran kelopaknya,
semakin bagus kualitasnya. Yang kedua, randemen atau perbandingan berat
antara berat kering dengan berat segarnya. Semakin kecil
perbandingannya, semakin bagus kualitasnya.

Sementara parameter lain seperti warna dan ketebalan kelopak tidak
begitu berpengaruh terhadap kualitas sebab bisa dikatakan secara
otomatis mengikuti ukuran kelopaknya. Dalam arti, jamur yang kelopaknya
besar biasanya berwarna gelap dan lebih tebal, demikian juga
sebaliknya.

Untuk itu, sebagai patokan agar tidak terjadi kerancuan, ukuran kelopak
yang diukur adalah ukuran tiap-tiap kelopak yang ada di dalam satu
kuntum jamur kuping. Jadi bukan ukuran kuntum secara keseluruhan.
Sedangkan data randemen bisa diperoleh dari hasil penimbangan panen
segar dibagi dengan hasil panen yang telah dikeringkan pada suatu
periode tertentu.

Ukuran kelopak yang dijadikan patokan pengukuran adalah ukuran kelopak
segar / basah. Hal ini dikarenakan, ukuran kering tidak bisa
menggambarkan kualitas sebenarnya mengingat penyusutan ukuran ini
sangat erat kaitannya dengan tingkat randemen. Artinya, jamur kuping
dengan kelopak segar ukuran A dengan randemen yang kecil maka ukuran
keringnya akan lebih besar daripada jamur kuping dengan ukuran kelopak
segar yang sama dengan A tetapi memiliki randemen besar.


4. Pembagian Kelas Kualitas Berdasarkan Ukuran Kelopak

Penulis membuat 4 (empat) kelompok kelas dengan ukuran kelopak segar /
basah sebagai acuannya. Kelas-kelas tersebut adalah sebagai berikut:
- Kelas C: jamur kuping dengan ukuran kelopak segar antara 8 - 11 cm
- Kelas B: jamur kuping dengan ukuran kelopak segar antara 12 - 15 cm
- Kelas A: jamur kuping dengan ukuran kelopak segar antara 16 - 21 cm
- Kelas Super: jamur kuping dengan ukuran kelopak segar di atas 21 cm


5. Pembagian Kelas Kualitas Berdasarkan Randemen

Penulis membagi menjadi 2 (dua) kelas, antara lain:
- Kelas 1: jamur kuping mempunyai randemen 1 : 3-3,9; artinya, 1 (satu)
kilogram berat kering diperoleh dari 3-3,9 kilogram berat segar / basah
- Kelas 2: jamur kuping mempunyai randemen 1 : 4-5; artinya, 1 (satu)
kilogram berat kering diperoleh dari 4-5 kilogram berat segar / basah

Perbandingan yang lebih besar tidak dijadikan parameter sebab bisa
dipastikan kualitasnya sudah tidak memenuhi syarat.


6. Penetapan Kelas Kualitas

Penulis membagi kelas kualitas jamur kuping menjadi 7 kelompok, yaitu:

- Kelas Super 1: jamur kuping dengan diameter kelopak segar di atas 21
cm dan randemen 1 : 3-3,9
- Kelas Super 2: jamur kuping dengan diameter kelopak segar di atas 21
cm dan randemen 1 : 4-5
- Kelas A1: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 16 - 21 cm dan
randemen 1 : 3-3,9
- Kelas A2: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 16 - 21 cm dan
randemen 1 : 4-5
- Kelas B1: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 12 - 15 cm dan
randemen 1 : 3-3,9
- Kelas B2: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 12 - 15 cm dan
randemen 1 : 4-5
- Kelas C: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 8 - 11 cm dengan
randemen baik 1 : 3-3,9 maupun 1 : 4-5

Kelas C tidak dibagi lagi dengan ukuran randemen sebab kelas C
ditetapkan sebagai kelas yang paling rendah / dasar sehingga menjadi
acuan kelas-kelas di atasnya. Jika dibagi lagi menurut randemen,
dikhawatirkan harga dasar yang stabil justru tidak tercapai.


7. Kesimpulan

Jamur kuping dengan kualitas Kelas C diharapkan menjadi acuan dasar
dalam budidaya dan perdagangan jamur kuping. Oleh karena itu, harga
yang dikenakan pada jamur kuping Kelas C per satu satuan berat menjadi
harga dasar bagi jamur kuping dengan kelas-kelas kualitas di atasnya.

Artinya, jamur kuping Kelas B2 berhak memperoleh harga yang lebih
tinggi daripada Kelas C, Kelas B1 memperoleh harga sedikit lebih tinggi
daripada Kelas B2, Kelas A2 memperoleh harga lebih tinggi daripada
Kelas B1, dan seterusnya sampai Kelas Super 1 yang berhak memperoleh
harga tertinggi.

Diharapkan, dengan adanya pembagian semacam ini, semua pihak yang
terlibat akan memiliki aturan yang jelas. Tidak ada yang merasa
dirugikan atau diuntungkan terlalu banyak. Persaingan kualitas dan
harga yang tidak wajar juga diharapkan bisa dihilangkan.


8. Penutup

Demikianlah apa yang bisa disampaikan penulis. Semoga bisa bermanfaat.
Namun semuanya berpulang kembali kepada semua pihak yang terlibat.
Sebaik apapun standar atau aturan, namun jika tanpa disertai itikad
baik dan kejujuran para pelakunya, tidaklah berguna. Terima kasih.


Semarang, 28 September 2007


Desianto Fajar Wibisono
A&A Farm, Semarang
+-+-+-+-+-+   +-+-+-+-+-+   +-+-+-+-+-++-+-+-+-+-+   +-++-+-+-+
INFO!! Telah beredar CD Direktori Penjual dan Pembeli Agro Indonesia Edisi 
2007-2008. ISI CD: Daftar Penjual dan Pembeli Indonesia di bidang Agrobisnis 
(Pertanian, Perikanan, Peternakan, Perkebunan, Pertamanan, Kehutanan, Agro 
Industri). RINCIAN DATA: Nama Perusahaan, Nama Direktur, Kontak Person, Jumlah 
Karyawan, Alamat, Propinsi, Kode Pos, No.Ponsel, Telepon, Faks, Email, Kategori 
Bisnis, Status Bisnis, Indeks Komoditi, Range Harga, FOB, Tipe Bisnis 
(importer, eksporter, supplier, trading, produsen), Tahun Berdiri, Rencana 
Bisnis, Deskripsi Perusahaan. JUMLAH DATA: 5.300 data (kalau dicetak dalam 
bentuk buku = 4255 halaman). HARGA CD: Rp 250.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Ribu 
Rupiah). INFO: SMS  0811-18-59-29, EMAIL: [EMAIL PROTECTED]

[AGROMANIA - online sejak 1 Agustus 2000]
Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jakarta Selatan
MILIS: http://groups.yahoo.com/group/agromania
+-+-+-+-+-+   +-+-+-+-+-+   +-+-+-+-+-++-+-+-+-+-+   +-++-+-+-+

Kirim email ke