Terimakasih bpk Elang,
Rencana memang sampai produksi ethanol pak. Bukan itu saja pak,sampai sawah2
sekitar jg akan dimanfaatkan yaitu jerami2 nya sebagai media tanam "jamur
merang", utk produksi jamur merang ditempat (biaya transportasi "0").Disamping
itu juga ada ternak kambing karena pakan yg begitu melimpah. Kotorannya diolah
menjdi pupuk organik, sekalian membuat pilot project "sawah organik". Disebelah
tanah saya itu pak ada satu perusahaan pembibitan/penjualan tanaman
hias/tanaman pelindung seluas 30 ha.Yg saya heran, pemiliknya adalah orang
"australia".Dan akan dikembangkan lagi sekitar 10-15 ha lagi.
Sistem pengelolaannya sangat modern,tdk spt nursery2 yg lain.
Angan2 saya menjadikan daerah tertinggal tsb menjadi satu unit kerja
terintegrasi,saling mendukung dlm pengelolaanya, misal keuntungan kurang di
unit A , dpt ditutupi di unit B.
Dan sistem kerjanya berkonsep intiplasma.Begitulah kira2 nya pak Elang. Saya
sangat menbutuhkan informasi2 dari para milis agromania yg baik semisal bibit
singkong yg bagus, dimana memperolehnya,harga,proses
tanam/pemeliharaan/panen(tenaga penyuluh), proses produksi sampai
pemasaran.U/informasi, saya sudah memiliki tanah didaerah itu kira2 8 ha
Kalau bpk berminat investasi,tanah2 disitu masih murah2 pak.Atau sewa saja
lebih baik pak.Kalau saya dulu beli kan rencana buat RSS, krn krisis jadi
batal.Tapi kalau saya mau ngembangin saya maunya sewa aja pak.Kan mati nggak
bawa apa2 pak.Begitulah pak kira2 nya pak.Saya selalu menunggu saran dan
informasi dari bpk dan teman2.
Sekali lagi terimakasih pak. Salam sejahtera.
Elang Merah Membara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam hangat,
Pak Hardi, saya juga sudah lama mengamati mengenai investasi di segmen BBN
ini, namun sejauh ini menurut saya harga di tingkat petani yang masih rendah
(kisaran Rp.225 - Rp.275 per Kg). Jika di hitung lama produksi (6-8 bulan)
yang tentunya mempengaruhi biaya tenaga kerja, pupuk,. Dimana net profitnya
di bagi oleh pemilik tanah dan investor lalu di bagi dengan jumlah bulan
lama produksi, maka pendapatan per bulan masih dibawah rata-rata, (ma'af ini
menurut saya).
tapi bukan berarti ini bisnis yang tidak bagus, saya pribadi juga tertarik
dengan bisnis ini, tapi akan lebih baik di gandeng dengan bisnis
pengolahannya. sebagai contoh untuk skala biaya rendah lebih baik sertakan
juga unit pengolah tepung tapioka, yang hasil akhirnya tentu memiliki nilai
jual yang lebih tinggi.
Atau jika memang diarahkan ke BBN, sertakan juga unit pengolah bioethanol
dari bahan baku menjadi "minimal" ethanol basah (berkadar 95%) yang bisa
dijual ke Pabrik Skala besar yang mengolah menjadi Ethanol kering (berkadar
99,5%). Unit pengelola bioethanol skala kecil (kapasitas 500l per hari atau
200l per hari) menurut saya itu sudah cukup.
Dengan kondisi demikian, petani tidak lagi "selalu" di goyang oleh tengkulak
yang selalu menyatakan harga beli tinggi, namun pada saat panen raya
ternyata singkong ditawar dengan rendah, yang akhirnya mau tidak mau dijual
juga dari pada busuk (karena dibuat gaplek tergantung musim, kecuali punya
mesin pengering).
Mengenai singkong varietas unggul, selain jenis mukibat(campuran singkong
karet) adalagi varietas Darul Hidayah yang juga telah di tetapkan oleh
menteri pertanian yang mampu (menurut klaim) berproduksi 100-150 Ton per ha
per periode tanam. Dengan panjang umbi bisa sampai 1 meter ( www.bigcassava
com ) . Namun untuk bahan baku bioethanol, sepertinya belum ada informasi
mengenai kadar pati yang dikandung oleh varietas ini per kg nya (mungkin ada
rekan yang sudah tau?)
Thanks
Elang
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
GRATIS: Cara dan Kiat Ekspor (eBook)
Bagaimana melakukan ekspor? Apa saja persyaratan yang harus dipersiapkan
sebelum melakukan ekspor? Barang apa saja yang dilarang ekspornya? Bagaimana
dengan barang yang diawasi ekspornya? Semua pertanyaan ini dan berbagai
pertanyaan lainnya terjawab dengan tuntas dalam ebook bermutu tersebut. Buruan
download mumpung masih gratis!
http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/
AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
-------Original Message-------
From: hardi haryono
Date: 11/12/2007 6:58:10 AM
To: [email protected]
Subject: [agromania] bioethanol
Hallo rekan2 agromania.
Sy perlu informasi singkong mukibat/cicurug utk bahan bioethanol.Masalah
tempat beli bibit,harga bibit,jenis harga dan kapasitas mesin.Sy mau coba 1
ha dulu dari 8 ha yg ada.
Kalau ada rekan2 yg mau gabung, ayo kita kembangin BBN ini sekaligus bantu
rakyat yg masih berkekurangan.Saatnya bekerja sambil beramal. Lokasi ada di
karawang, daerah minus.Tanah penduduk tidak dimanfaatkan max.Sy menantikan
bantuan informasi dari rekan2. Salam,trims
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
GRATIS: Masa Panen Buah di Indonesia (eBook)
Beli buah2an pada masa panen harganya jauh lebih murah dibanding bukan pada
masa panennya. Masa panen buah-buahan di Indonesia berbeda2 menurut jenis
buah. Juga tergantung daerah di mana buah itu ditanam. Ini sangat penting
diketahui oleh penggemar dan pebisnis buah. Bagi yang belum tahu, silahkan
download ebooknya (mumpung masih gratis) di:
http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/
AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]