PEMBUATAN JERAMI PERMENTASI

  Lembar informasi pertanian (Liptan) IP2TP Mataram No. 02/Liptan/2000
  Diterbitkan oleh: Instalasi Penelitian dan Pengkajian teknologi Pertanian 
Mataram Kotak Pos 1017, Telp. (0370) 671312, Fax. 671620

  Juli 2000

  ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  PENDAHULUAN

  Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya 
dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Produksi jerami padi bervariasi yaitu dapat 
mencapai 12-1 5 ton per hektar satu kali panen, atau 4-5 ton bahan kering 
tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan.

  Berbagai upaya boleh dilakukan untuk meningkatkan kualitas jerami padi, baik 
dengan cara fisik, kimia maupun biologis. Tetapi cara-cara tersebut biasanya 
disamping mahal, juga hasilnya kurang memuaskan. Dengan cara fisik misalnya, 
memerlukan investasi yang mahal; secara kimiawi meninggalkan residu yang 
mempunyai efek buruk sedangkan dengan cara biologis memerlukan peralatan yang 
mahal dan hasilnya kurang disukai ternak (ban amonia yang menyengat).

  Cara baru yang relatif murah, praktis dan hasilnya sangat disukai ternak 
adalah fermentasi dengan menambahkan bahan mengandung mikroba proteolitik, 
lignolitik, selulolitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik 
(contohnya: starbio, starbioplus, EM-4 dan lain-lain).

  1. Bahan.
  - Jerami : 1 ton
  - Urea : 6 kg
  - Starbio atau bahan sejenis : 6 kg
  - Air : Secukupnya

  2. Tempat
  Ada naungan/atap terhindar dari hujan dan sinar matahari langsung.

  3. Cara Pembuatan
  - Jerami kering panen dilayukan selama ± 1 hari untuk mendapatkan kadar air 
mendekati 60%, dengan tanda-tanda jerami kita remas, apabila air tidak
  menetes tetapi tangan kita basah berarti kadar air mendekati 60%.

  - Jerami yang sudah dilayukan tersebut dipindahkan ke tempat pembuatan
  dengan cara ditumpuk setebal 20-30 con (boleh diinjak-injak) kemudian
  ditaburkan urea, bahan pemacu mikroorganisme (starbio atau bahan sejenis)
  dan air secukupnya kemudian ditumpuk lagi jerami seperti cara di atas
  sehingga mencapai ketinggian ± 1,5 m.

  - Tumpukan jerami dibiarkan selama 21 hari (tidak perlu dibolak-balik).

  - Setelah 21 hari tumpukan jerami dibongkar lalu diangin-anginkan atau
  dikeringkan.

  - Jerami siap diberikan pada ternak atau kita stok dengan digulung, dibok dan 
disimpan dalam gudang.

  - Tahan disimpan selama ± 1 tahun

********************************************
Milis ini disponsori juga oleh Penerbit Boki Cipta Media
Penerbit buku best seller dan kontroversial:
�Janji & Komitmen SBY-JK Ternyata Hanya Angin?�
Lihat videonya dan dapatkan bukunya di:
http://janjisbyjk.blogspot.com/
Buruan sebelum kehabisan!!
Simak  testimoni dari : Musdah Mulia, Sys NS, Usman Hamid,
Ratna Sarumpaet, Farhat Abbas, Ratih Sanggarwati
Wimar Witoelar, dan tokoh terkenal Indonesia lainnya.
********************************************

  4. Catatan
  Dalam membuat jerami fermentasi tidak perlu ditutup. Apabila membuat jerami 
fermentasi dalam jumlah sedikit tumpukan jerami bisa ditutup dengan sehelai 
karung goni.
  Selain jerami, bahan lain yang bisa di fermentasi untuk makanan ternak antara 
lain: alang-alang, pucuk tebu dll. Alang-alang dibuat fermentasi dengan 
dilayukan terlebih dahulu dan harus dipotong-potong antara 5-10 cm (bahan sama 
yaitu starbio dan urea).

  Fungsi urea pada proses pembuatan fermentasi adalah sebagai pensuplai NH3, 
ini digunakan sebagai sumber energi bagi mikrobia dalam poses fermentasi. Jadi 
disini urea tidak sebagai penambah nutrisi pakan. Bisa juga dikatakan sebagai 
katalisator dalam proses fermentasi.

  5. Perbedaan Amoniasi dan fermentasi

  Amoniasi:
  Yaitu suatu poses perombakan dari struktur keras menjadi struktur lunak 
(hanya struktur fisiknya) dan penambahan unsur N saja.

  Fermentasi:
  Yaitu proses perombakan dari struktur keras secara fisik, kimia dan biologis 
sehingga bahan dari struktur yang komplek menjadi sederhana, sehingga daya 
cerna ternak menjadi Iebih efisien.

  =====

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
GRATIS: Kamus Kata dan Istilah Populer Agrobisnis (eBook)
Kamus Kata dan Istilah Populer Agrobisnis mencakup bidang pertanian, perikanan, 
perkebunan, kehutanan, peternakan, agroindustri kini bisa Anda download di link 
berikut:

http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/

AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Kirim email ke