Charvita indo komoditi hampir menipu saya dalam transaksi biji pinang, mereka ini sering memasang iklan di website lokal bahkan luar negeri sekalipun (silahkan search engine di google atapun yahoo) dengan isi iklan menjual berbagai macam hasil pertanian seperti pinang (betel nut), cengkeh (clove), kopra (copra), dll dengan harga murah yang menbuat orang membutuhkan barang tergiur.
Modus dari operasi mereka adalah sbb: Memasang iklan produk dengan harga murah sehingga pihak pembeli akan menghubunginya melalui e-mail karena rata2 mereka memasang iklan tanpa dilengkapi no telepon. Iklan akan dibalas dimana mereka meminta uang muka sebesar 10% dan sisanya setelah barang sampai di Jakarta atau kota lainnya. Pihak pembeli tidak diperkenankan bertemu atau melihat barang sebelum melakukan transfer yang diminta. Sebelum pihak korban mentransfer mereka meminta agar si korban mengirimkan PO (Purchase Order) melalui e-mail dan kemudia mereka akan mengembalikannya lengkap dengan tanda tangan dan cap perusahaan, bahkan dilengkapi dengan copy siup dan foto kopi KTP (Indikasi memalsukan KTP dan SIUP) Setelah itu pihak korban mentransfer DP yang diminta sebesar 10% dari nilai total barang Setelah dana ditransfer maka si penjual akan sulit dihubungi dan barang yang dijanjikan tidak akan pernah sampai ketangan korban. Kami menyarankan agar melakukan transaksi secara aman dan jangan terlalu tergiur dengan harga yang murah diluar logika (sangat dibawah pasar) karena besar kemungkinan mereka 99,99% Scam/Fraud (Penipu). Sebagai informasi tambahan bahwa sudah banyak perusahaan kita (dilakukan oleh oknum sehingga merusak nama bangsa secara otomatis) yang melakukan Scam/Fraud (Penipuan) bukan hanya ditingkat lokal (menipu anak bangsa sendiri) tetapi menipu pembeli negara lain. ini sangat menyedikan & memprihatinkan. Sudah saatnya sebagai bangsa Indonesia mengangkat kembali harga diri dan martabat bangsa ini salah satunya melalui hubungan dagang yang jujur dan bermartabat dengan bangsa lain. Silahkan Baca di Forum alibaba.com : http://resources.alibaba.com/search/searchDiscuss.htm masukan kata Indonesian dalam kolom search forum diwebsite ini. Semoga bermanfaat Marina --- In [email protected], Yopie Chahyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Umar Bakree, bisa jadi sama, tapi kalau saya melihat kasus bapak terdahulu dari PT.Krida ini mafia penipuan pak, distributor saya juga kena tahun 2006 di Balikpapan - kalimantan dan bayak yang kena nilainya hampir mencapai 3 milyar lebih, tapi menipunya bukan hasil bumi tapi produk consumer goods. > > Waktu itu modusnya juga sama seperti yang bapak sampaikan, gudang sewa, mobil sewa, sales tidak di bayar gajinya, pengangkutan malam hari dan di jual ke grosir yang menjual harga miring di daerah banjarmasin - kalsel. kalau bapak punya rekanan grosir bisa sekedar cek dulu apa ada penjualan barang murah/dibanting di daerah sekitar. (tapi susah kayaknya ya) > Kalau dari produsen consumer goods memang kita bisa minta bantu lacak dengan menelusuri kode barkode di produknya tapi kalau komoditi kan lebih susah ya. > > Kalau bapak pernah ketemu apa ciri-ciri orangnya dulu itu tinggi besar, kepala botak di depan, kalau bicara selalu membawa-bawa bahasa janji orang muslim walaupun dari ktp nya saja bukan orang muslim, waktu itu istrinya hamil 8 bulan pak, waktu itu mobilnya honda juga masih leasing ke Dealer. > > Saran saya untuk mengantisipasi mafia distributor seperti ini, pertama cek nomor HP kalau dia pakai Telkomsel datang saja ke grapari minta data apa nomor tersebut sama dengan pemiliknya, nomor plat mobil cek ke kantor samsat apa siapa pemilik mobil cek ke rental kalau dia rental minta apakah pinjam dalam jangka panjang atau jangka pendek, kalau jangka panjang minta rental juga mengawasi. kalau masih leasing cek deler alamat pastinya. dan minta nomor rekening bank lantas cek ke bank apakah rekening tersebut dalam proses pemantauan PPATK, Ini cara yang sederhana tanpa merasa orang tersebut sedang di cek. > > Tapi kalau kasus pak Waskito ini kelihatannya orang yang paham IT, karena cukup lihai dalam menutupi IP address-nya, kalau yang jago-jago cybercrime seperti ini memang orang malaysia yang saya tahu, tapi kalau ternyata orang indonesia wah hati-hati nich ya, memang ada beberapa daerah di indonesia yang cybercrime-nya sedang di pantau nich. Apalagi dia ngerti jalan di aceh dan medan yg jauh dari jangkauan lacak dari jakarta. > > Hanya saja kalau boleh saran ke pak Youdie aditama agar bisa menjadi pelajaran anggota millis dan pak Wakito tentunya, untuk alamat e-mail dan proxy-nya Charvita di open saja ke millis sehingga mungkin ada rekan milis yang lebih jago dalam melacak IT crime ini kan bisa bantu. > > > > --------------------------------- > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. > > [Non-text portions of this message have been removed] >

