Teman sekalian,

Sangat menarik dengan having pak Rusharyanto dari pihak kepolisian di 
forum kita ini. Semoga dengan adanya bapak kita bisa belajar banyak 
tentang hal lain di luar bidang kita selain tentu saja meminta 
nasihat dari google.

Anyway, tertarik dengan pembahsan tentang HKI ini, saya mencarinya di 
google. Jadi kepada teman lain yang belum ngeh HKI adalah singkatan 
dari Hak Kekayaan Intelektual. Tujuannnya tentu saja untuk melindungi 
produk intelektual kita dari kemungkinan digunakan oleh orang lain 
untuk kepentingan komersial mainly.

Tetapi, seperti juga di Amrik, HKI ini lebih critical kepada 
pendaftaran ke'patent' an atas sebuah inovasi produk seperti misalnya 
campuran membuat coca cola, atau sebuah desain mesin atau lainnya.

link ini cukup membantu sebagai awal bacaan (bayarnya resmi kok 
biayanya kurang dari sejuta rata rata): 

http://www.dgip.go.id/ebscript/publicportal.cgi?.ucid=376&ctid=3&id=12
2&type=0

http://dimasnugraha.wordpress.com/2007/04/13/di-bawah-lindungan-hki/ (

Dari yang saya baca di google, saya tidak melihat relevansi langsung 
antara 'HKI patent' ini dengan petani dan pengusaha yang menjalankan 
produk pokok (kopi, jagung, aren, padi dll) : bukan produk olahan.

Jadi yang mungkin relevan dengan forum kita ini adalah pendaftaran 
merek yang biayanya menurut saya sih mestinya jelas (liat link 
website diatas). Merek ini sendiri juga ya mungkin tergantung ya se 
sensitive apa kita terhadap merek perusahaan kita. Seperti kalo ada 
orang jual produk pupuk dengan nama yang sama dengan produk pupuk 
kita tentu saja merugikan yah.

Nah, in general, saya sangat setuju untuk kita memulai memikirkan 
mendaftarkan merek perushaan kita apalagi untuk urusan urusan di 
depan saat kita mungkin ingin menjalin kerja sama dengan pihak luar 
negri.

Tapi seperti biasa proses untuk memulai itu sendiri mestinya 
disosialisasikan dengan JELAS DAN TRANSPARANT untuk menghindari hal 
yang tidak di inginkan seperti proses yang terlalu lama (untuk paten 
teknologi mmungkin karena mesti cek ke luar negri tapi untuk merek 
dagang kan mestinya cepat), juga untuk menghindari kemungkinan 
pengeluaran pengeluaran tidak resmi dan tidak jelas (pungli dan 
korupsi). Ketidak jelasan proses step by step ini akan membuat orang 
apalagi para petani kecil dan pengusaha kecil untuk 
mundur 'ketakutan'.

Dan seperti kata Aa Gym, mulailah dari hal kecil, dari diri sendiri, 
dan sekarang : sulit ini : janganlah lah lagi membeli film DVD 
bajakan atau software bajakan. Sangat sulit yah. Karena orang orang 
tersebut kasih harga teknologinya yang sudah dipatenkan tanpa 
memikirkan konsumen kelas teri yang gak punya USD USD an buat beli 
software.

Salam,



Yando


--- In [email protected], "Rusharyanto" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Memang sih krn nggak gampang (obyektif, bukan krn mengada-ada) 
makanya
> disarankan pakai konsultan (wajar mereka ngambil untung, krn butuh 
sekolah
> Hukum plus sekolah HKI s/d ke LN).
> 
> Memang hrs ditelusuri apakah suatu merek sudah ada yg mendaftarkan
> sebelumnya (terutama Merek LN, krn belum tentu ada databasenya di 
Dirjen
> HKI).
> 
> Mendaftar sendiri atau lewat "teman" tsb bukan tanpa resiko .... 
yah kalau
> tau2 ada orang lain yg sdh memilikinya, kita akan lebih capek 
ngurusinnya
> (bisa tahunan & habis2an duit.
> 
> Tapi daripada mau irit malah celaka, mending cepat diurus deh ! 
> 
> Cocacola & merek2 lain dulunya juga kere banget (tapi Negara2 maju 
lbh pake
> otak, maka hal2 semacam itu gratis saja krn lbh berfikiran 
panjang : memetik
> keuntungan dimasa mendatang !
> 
> HKI memiliki prospek yg melebihi apapun !
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
On Behalf
> Of abelbrata
> Sent: 16 April 2008 22:19
> To: [email protected]
> Subject: [agromania] Re: kepengen ngingetin
> 
> Pak Rus, kebetulan saya punya usaha dan berniat mendaftarkan 
merek...
> Cuman saya agak takut biayanya membengkak, soalnya saya belum pernah
> pengalaman mendaftarkan merek sebelumnya...
> Waktu saya tanya di milis Hukum-Online, malah ditawari lewat biro 
jasa...
> dan biayanya jutaan... padahal saya baca di websitenya Ditjen HKI 
cuman
> beberapa ratus ribu saja ya, pak? Kalo gak salah Rp 450.000 gitu 
ya? Trus,
> bisa sampe jutaan itu beneran?
> Lah, saya telpon ke kantor Ditjen HKI... mosok mau telusuri merek 
saya udah
> ada yang pake aja disuruh bayar biaya penelusuran beberapa ratus 
ribu....
> Untung temen saya ngasih kontak kenalannya yang orang HKI, lewat 
dia saya
> minta telusuri, gak kena biaya kok...
> Jadi sebenarnya biaya penelusuran yang segitu besar ada ndak sih, 
pak??
> Trus katanya sekarang harus pakai konsultan gitu ya...
> Kalau saya mau urus sendiri, bisa ndak? gak usah pake konsultan?
> Coz dana saya juga terbatas...
> 
> Mohon petunjuknya...... Terimakasih:)
>


Kirim email ke