Bekal Wawasan untuk Peserta yang akan ikut acara Tour de Strawberry bersama 
Agromania (Minggu, 18 Mei 2008). Mohon dipelajari karena sepanjang perjalanan 
akan ada kuis2 tentang srowberi dengan beragam hadiah. Jangan lupa, kumpul di 
Agromania sebelum jam 07.00.

1. SEJARAH SINGKAT
Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama
kali di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu
Fragaria chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan
Asia. Selanjutnya spesies lain, yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas
dibandingkan spesies lainnya. Jenis stroberi ini pula yang pertama
kali masuk ke Indonesia.

2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Rosaceae
Genus : Fragaria
Spesies : Fragaria spp.
Stroberi yang kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang
dihasilkan dari persilangan F. virgiana L. var Duchesne asal Amerika
Utara dengan F. chiloensis L. var Duchesne asal Chili. Persilangan
itu menghasilkan hibrid yang merupakan stroberi modern (komersil)
Fragaria x annanassa var Duchesne.
Varitas stroberi introduksi yang dapat ditanam di Indonesia adalah
Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira,
Grella dan Red Gantlet. Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze asal
Jepang yang cepat berbuah. Petani Lembang (Bandung) yang sejak lama
menanam stroberi, menggunakan varitas lokal Benggala dan Nenas yang
cocok untuk membuat makanan olahan dari stroberi seperti jam.

3. MANFAAT TANAMAN
Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau
olahannya. Produk makanan yang terbuat dari stroberi telah banyak
dikenal misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi.

4. SENTRA PENANAMAN
Dapat dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal dan
diminati. Karena memerlukan temperatur rendah, budidaya di Indonesia
harus dilakukan di dataran tinggi. Lembang dan Cianjur (Jawa Barat)
adalah daerah sentra pertanian di mana petani sudah mulai banyak
membudidayakan stroberi. Dapat dikatakan bahwa untuk saat ini, kedua
wilayah tersebut adalah sentra penanaman stroberi.

5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
1) Tanaman stroberi dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah
hujan 600-700 mm/tahun.
2) Lamanya penyinaran cahaya matahari yang dibutuhkan dalam
pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
3) Stroberi adalah tanaman subtropis yang dapat beradaptasi dengan
baik di dataran tinggi tropis yang memiliki temperatur 17–20 derajat
C.
4) Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman stroberi
antara 80-90%.
5.2. Media Tanam
1) Jika ditanam di kebun, tanah yang dibutuhkan adalah tanah liat
berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air
dan udara baik.
2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang ideal untuk budidaya
stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan untuk budidaya di pot
adalah 6.5–7,0.
3) Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yang disyaratkan
adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dalam pot,
media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan airdan unsur hara
selalu tersedia.
5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-
1.500 meter dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
Stroberi diperbanyak dengan biji dan bibit vegetatif (anakan dan
stolon atau akar sulur). Adapun kebutuhan bibit per hektar antara
40.000-83.350.
1) Perbanyakan dengan biji
1. Benih dibeli dari toko pertanian, rendam benih di dalam air selama
15 menit lalu keringanginkan.
2. Kotak persemaian berupa kotak kayu atau plastik, diisi dengan
media berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (kompos) halus
yang bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media dan tutup
dengan tanah tipis. Kotak semai ditutup dengan plastik atau kaca
bening dan disimpan pada temperatur
18-20 derajat C.
3. Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit berdaun dua helai
siap dipindahtanam ke bedeng sapih dengan jarak antar bibit 2-3 cm.
Media tanam bedeng sapih sama dengan media persemaian. Bedengan
dinaungi dengan plastik bening. Selama di dalam bedengan, bibit
diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm dan tanaman telah
merumpun, bibit dipindahkan ke kebun.
2) Bibit vegetatif untuk budidaya stroberi di kebun
Tanaman induk yang dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat dan
produktif. Penyiapan bibit anakan dan stolon adalah sebagai berikut:
1. Bibit anakan
Rumpun dibongkar dengan cangkul, tanaman induk dibagi menjadi
beberapa bagian yang sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan
ditanam dalam polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir dan
pupuk kandang halis (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap
plastik.
2. Bibit stolon
Rumpun yang dipilih telah memiliki akar sulur pertama dan kedua.
Kedua akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dalam atau polibag 18
x 15 cm berisi campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1).
Setelah tingginya 10 cm dan berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke
kebun.
3) Bibit untuk budidaya stroberi di polibag
Pembibitan dari benih atau anakan/stolon dilakukan dengan cara yang
sama, tetapi media tanam berupa campuran gabah padi dan pupuk kandang
(2:1). Setelah bibit di persemaian berdaun dua atau bibit dari
anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap pindah, bibit
dipindahkan ke polibag besar ukuran 30 x 20 cm
berisi media yang sama. Di polibag ini bibit dipelihara sampai
menghasilkan.
6.2. Pengolahan Media Tanam
1) Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik
a) Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik sedalam 30-40 cm.
b) Keringanginkan selama 15-30 hari.
c) Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang
disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 40 x 60 cm atau
guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan
dengan lahan, jarak antar guludan 40x 60 cm.
d) Taburkan 20-30 ton/ha pupuk kandang/kompos secara merata di
permukaan bedengan/ guludan.
e) Biarkan bedengan/guludan selama 15 hari.
f) Buat lubang tanam dengan jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40
cm.
2) Budidaya di Kebun Dengan Mulsa Plastik.
a) Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik dan keringanginkan
15-30 hari.
b) Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang
disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm atau guludan:
lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang
disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm.
c) Keringanginkan 15 hari.
d) Taburkan dan campurkan dengan tanah bedengan/guludan 200 kg urea,
250 kg SP-36 dan 100 kg/ha KCl.
e) Siram hingga lembab.
f) Pasang mulsa plastik hitam atau hitam perak menutupi
bedengan/guludan dan kuatkan ujung-ujungnya dengan bantuan bambu
berbentuk U.
g) Buat lubang di atas plastik seukuran alas kaleng bekas susu kental
manis. Jarak antar lubang dalam barisan 30, 40 atau 50 cm, sehingga
jarak tanam menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.
h) Buat lubang tanam di atas lubang mulsa tadi.
3) Pengapuran
Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas
bedengan/guludan lalu dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera
setelah bedengan/guludan selesai dibuat.
6.3. Teknik Penanaman
1) Siram polybag berisi bibit dan keluarkan bibit bersama media
tanamnya dengan hati-hati.
2) Tanam satu bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar
pangkal batang.
3) Untuk tanaman tanpa mulsa, beri pupuk dasar sebanyak 1/3 dari
dosis pupuk anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea, 250 kg SP-36 dan
150 kg/ha KCl). Pupuk diberikan di dalam lubang sejauh 15 cm di kiri-
kanan tanaman.
4) Sirami tanah di sekitar pangkal batang sampai lembab.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penyulaman
Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam.
Tanaman yang disulam adalah yang mati atau tumbuh abnormal.
2) Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi tanpa ataupun dengan
mulsa plastik. Mulsa yang berada di antara barisan/bedengan dicabut
dan dibenamkan ke dalam tanah. Waktu penyiangan tergantung dari
pertumbuhan gulma, biasanya dilakukan bersama pemupukan susulan.
3) Perempelan/Pemangkasan
Tanaman yang terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas.
Pemangkasan dilakukan teratur terutama membuang daun-daun tua/rusak.
Tanaman stroberi diremajakan setiap 2 tahun.
4) Pemupukan
a) Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan
setelah tanam sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dengan cara
ditabur dalam larikan dangkal di antara barisan, kemudian ditutup
tanah.
b) Pertanaman dengan mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika
pertumbuhan kurang baik. Campuran urea, SP-36 dan KCl (1:2:1,5)
sebanyak 5 kg dilarutkan dalam 200 liter air. Setiap tanaman disiram
dengan 350-500 cc larutan pupuk.
5) Pengairan dan Penyiraman
Sampai tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 kali sehari.
Setelah itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dengan syarat tanah
tidak mengering. Pengairan bisa dengan disiram atau menjanuhi parit
antar bedengan dengan air.
6) Pemasangan Mulsa Kering
Mulsa kering dipasang seawal mungkin setelah tanam pada bedengan/
guludan yang tidak memakai mulsa plastik. Jerami atau rumput kering
setebal 3–5 cm dihamparkan di permukaan bedengan/guludan dan antara
barisan tanaman.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
1) Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)
Kutu berwarna kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup
bergerombol di permukaan bawah daun. Gejala: pucuk/daun keriput,
keriting, pembentukan bunga/buah terhambat. Pengendalian: dengan
insektisida Fastac 15 EC dan Confidor 200 LC.
2) Tungau (Tetranychus sp. dan Tarsonemus sp.)
Tungau berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, jantan
berbentuk agak segi tiga dan telur kemerah-merahan. Gejala: daun
berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering dan gugur.
Pengendalian: dengan insektisida Omite 570 EC, Mitac 200 EC atau
Agrimec 18 EC.
3) Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar
(Otiorhynchus rugosostriatus) dan kumbang penggerek batang (O.
sulcatus). Gejala : di bagian tanaman yang digerek terdapat tepung.
Pengendalian: dengan insektisida Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC
atau Curacron 500 EC pada waktu menjelang fase berbunga.
4) Kutu putih (Pseudococcus sp.)
Gejala: bagian tanaman yang tertutupi kutu putih akan menjadi
abnormal. Pengendalian : kimia dengan insektisida Perfekthion 400 EC
atau Decis 2,5 EC.
5) Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A. ritzemabosi)
Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman. Gejala : tanaman
tumbuh kerdil, tangkai daun kurus dan kurang berbulu. Pengendalian:
dengan nematisida Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau Nemacur 10 G.
7.2. Penyakit
1) Kapang kelabu (Botrytis cinerea)
Gejala : bagian buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering.
Pengendalian: dengan fungisida Benlate atau Grosid 50 SD.
2) Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks)
Gejala : bah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan
buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian: dengan
fungisida berbahan aktif tembaga seperti Kocide 80 AS, Funguran 82
WP, Cupravit OB 21.
3) Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).
Gejala: (1) buah busuk, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan
akan mengeluarkan cairan keruh; (2) di tempat penyimpanan, buah yang
terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora
hitam. Pengendalian : membuang buah yang sakit, pasca panen yang baik
dan budidaya dengan mulsa plastik.
4) Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman)
Gejala : jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun
tidak segar, kadang-kadang layu terutama siang hari.
5) Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).
Gejala : bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih
tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur. Pengendalian:
dengan fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC.
6) Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)
Gejala : Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur,
berwarna ungu tua. Pengendalian kimia dengan fungisida Dithane M-45
atau Antracol 70 WP.
7) Bercak daun
Penyebab : (1) Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae,
Gejala: bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat
yang akan berubah menjadi putih; (2) Pestalotiopsis disseminata,
Gejala : bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat fua
dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau kekuningan,
daun mudah gugur; (3) Rhizoctonia solani, Gejala : bercak coklat-
hitam besar pada daun. Pengendalian kimia dengan fungisida bahan
aktif tembaga seperti Funguran 82 WP, Kocide 77 WP atau Cupravit OB21.
8) Busuk daun (Phomopsis obscurans).
Gejala : noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu,
kemudian noda membentuk luka mirip huruf V. Pengendalian: dengan
Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 WP.
9) Layu vertisillium (Verticillium dahliae)
Gejala : daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat,
layu dan tanaman mati. Pengendalian : melalui fumigasi gas dengan
Basamid-G.
10) Virus
Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau. Gejala : terjadi
perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis) sepanjang
tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput, kaku,
tanaman kerdil. Pengendalian : menggunakan bibit bebas virus,
menghancurkan tanaman terserang, menyemprot pestisida
untuk mengendalikan serangga pembawa virus. Pencegahan hama dan
penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan
kebun/tanaman, menanam secara serempak (untuk memutus siklus hidup),
menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga
tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman
bukan keluarga Rosaceae dan memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman
yang sakit. Membudidayakan stroberi dengan mulsa plastik juga akan
menekan pertumbuhan
hama/penyakit. Khusus untuk penyakit, perbaikan drainase biasanya
dapat menurunkan serangan.

8. PANEN
Tanaman asal stolon dan anakan mulai berbung ketika berumur 2 bulan
setelah tanam. Bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman
berumur 4 bulan, bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah. Periode
pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun tanpa henti.
8.1. Ciri dan Umur Panen
1) Buah sudah agak kenyal dan agak empuk.
2) Kulit buah didominasi warna merah: hijau kemerahan hingga kuning
kemerahan.
3) Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal
pembentukan buah.
8.2. Cara Panen
Panen dilakukan dengan menggunting bagian tangkai bunga dengan
kelopaknya. Panen dilakukan dua kali seminggu.
7.3. Perkiraan Produksi
Produktivitas tanaman stroberi tergantung dari varietas dan teknik
budidaya:
a) Varitas Osogrande: 1,2 kg/tanaman/tahun.
b) Varitas Pajero: 0,8 kg/tanaman/tahun.
c) Varitas Selva: 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun.
Teknik budidaya stroberi dengan naungan UV memberikan hasil 1-1,25
kg/tanaman/tahun.

9. PASCAPANEN
9.1. Pengumpulan
Buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar,
simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan
hasil. Hamparkan buah di atas lantai beralas terpal/plastik. Cuci
buah dengan air mengalir dan tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.
9.2. Penyortiran dan Penggolongan
Pisahkan buah yang rusak dari buah yang baik. Penyortiran buah
berdasarkan pada varietas, warna, ukuran dan bentuk buah. Terdapat 3
kelas kualitas buah yaitu :
a) Kelas Ekstra: (1) buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies;
(2) warna dan kematangan buah seragam.
b) Kelas I: (1) buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies; (2)
bentuk dan warna buah bervariasi.
c) Kelas II: (1) tidak ada batasan ukuran buah; (2) sisa seleksi
kelas ekstra dan kelas I yang masih dalam keadaan baik.
9.3. Pengemasan dan Penyimpanan
Buah dikemas di dalam wadah plastik transparan atau putih kapasitas
0,25-0,5 kg dan ditutup dengan plastik lembar polietilen. Penyimpanan
dilakukan di rak dalam lemari pendingin 0-1 derajat C.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1 Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya 1 hektar stroberi selama 2 tahun dengan
jarak tanam 50 x 40 cm mengunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP) di
daerah Jawa Barat pada tahun 1999.
1) Biaya produksi
1. Sewa tanah selama 2 tahun Rp. 5.000.000,-
2. Bibit 50.000 anakan @ Rp. 1.000,- Rp. 50.000.000,-
3. Pupuk dan kapur
- Pupuk kandang 30 ton @ Rp. 150.000,- Rp. 4.500.000,-
- Urea: 2 x 200 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 600.000,-
- SP-36: 2 x 250 kg @ Rp. 1.800,- Rp. 900.000,-
- KCl: 2 x 100 kg @ Rp. 1.800,- Rp. 360.000,-
- Kapur: 4 ton @ Rp. 400.000 Rp. 1.600.000,-
- Pupuk daun: 20 kg @ Rp. 20.000 Rp. 400.000,-
4. Pestisida 20 kg Rp. 1.300.000,-
5. Peralatan dan bangunan
- Mulsa plastik 20 rol @ Rp. 300.000,- Rp. 6.000.000,-
- Alat pertanian Rp. 1.250.000,-
- Gubug 1 unit Rp. 1.000.000,-
6. Tenaga kerja
- Pengolahan tanah, buat bedeng: 150 HKP @ Rp.7.500,- Rp. 1.125.000,-
- Pupuk, kapur dan pasang mulsa 50 HKP Rp. 375.000,-
- Penanaman 10 HKP + 30 HKW (@ Rp. 5.000) Rp. 225.000,-
- Pemeliharaan 2 tahun 80 HKP + 100 HKW Rp. 1.100.000,-
- Gaji pekebun 2 orang selama 2 tahun Rp. 12.000.000,-
7. Panen dan pascapanen
- Panen dan pasca panen 100 HKP + 200 HKW Rp. 1.750.000,-
8. Lain-lain : Pajak dan iuran Rp. 500.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 89.985.000,-
2) Produksi 1 th/ha: 0,45 kg/tahun x 40.000 tanaman x Rp. 5.500,-
Rp.198.000.000,-
3) Keuntungan selama 2 tahun Rp.108.015.000,-
Keuntungan per tahun Rp. 54.007.500,-
4) Parameter kelayakan usaha
1. Output/Input rasio (dalam 1 tahun) = 1,1
Keterangan: HKP Hari kerja Pria, HKW Hari kerja wanita.
10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Buah stroberi enak rasanya, harum dan sangat menarik dipandang, jadi
pertanaman
stroberi bisa atau berpotensi dijadikan kawasan agrowisata dimana
pengunjung
dapat memetik langsung buah di bawah pengawasan.

11. STANDAR PRODUKSI
11.1.Ruang Lingkup
Standard ini meliputi klasifikasi/penggolongan dan syarat mutu, cara
pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan dan cara pengemasan.
11.2.Diskripsi
…
11.3.Klasifikasi dan Standar Mutu
Berdasarkan ukurannya, stroberi diklasifikasikan menjadi 4 kelas
yaitu:
Kelas AA: > 20 gram/buah
Kelas A : 11-20 gram/buah
Kelas B : 7-12 gram/buah
Kelas C1 : 7-8 gram/buah
Kualitas stroberi ditentukan oleh rasa (manis-agak asam-asam),
kemulusan kulit dan luka mekanis akibat benturan atau hama-penyakit.
11.4.Pengambilan Contoh
Satu partai/lot buah stroberi terdiri dari maksimum 1.000 kemasan.
Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 (satu)
partai/lot.
a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5, contoh pengambilan semua
b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100, contoh pengambilan
sekurangkurangnya 5
c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300, contoh pengambilan
sekurangkurangnya 7
d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500, contoh pengambilan
sekurangkurangnya 9
e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000, contoh pengambilan
sekurangkurangnya 10
Petugas pengambil contoh harus orang yang memenuhi persyaratan yaitu
orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan
mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.
11.5.Pengemasan
Buah stroberi segar disajikan dalam bentuk lepasan, dibungkus bahan
kertas, jaring plastik atau bahan laian yang sesuai, lalu dikemas
dengan keranjang bambu atau kotak karton/kayu/bahan lain yang sesuai
dengan atau tanpa penyangga, dengan berat bersih maksimum 10 kg.
Pada bagian luar kemasan, diberi label yang bertuliskan antara lain :
a) Produksi Indonesia.
b) Nama barang/kultivar.
c) Golongan ukuran.
d) Jenis mutu.
e) Nama Pprusahaan/eksportir.
f) Berat bersih/kotor.

12. DAFTAR PUSTAKA
1) Dr. Livy Winata Gunawan, Ir. Stroberi. 1996. Penebar Swadaya.
Jakarta
2) H.Rahmat Rukmana, Ir. 1998. Stroberi Budidaya dan Pascapanen.
Penerbit Kanisius Yogyakarta.
3) Onny Untung. 1999. Stroberi Pagi di Bali Sore di Jakarta. Trubus
no. 350 hal. 52-53.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan,
BAPPENAS, Jakarta, Februari 2000


Kirim email ke