Mas Kakang,

Apakah tidak lebih bermanfaat jika ditanami
dengan pohon nyamplung ? yang bijinya bisa
digunakan untuk bahan baku biodiesel ? panennya
hanya dalam waktu 5-6 tahun yang tumbuh didaerah
pantai sama dengan pule dengen kegunaan kayu yang
juga sangat bermanfaat serta obat ?
Oh ya, mau tanya apakah pohon pulai ini punya biji ?

Salam,
Zaenal

__________________________________________
|
$  AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
$  AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)
$  SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
$  EMAIL: [EMAIL PROTECTED]
$  MILIS: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania
$  AKTIVITAS: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos
$  REFERENSI: http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/
$  ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510
$  TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0
|_______________________________________



At 14:58 19/06/2008, kakang mas wrote:

>Pak moderator yang baik,
>
>mohon ijin posting tulisan analisis saya ini. mohon link blog diikutkan agar
>memudahkan pembaca untuk mengakses informasi lebih lanjut.
>terima kasih
>
>Tulisan ini mencoba mengurai mata rantai keekonomian dari budidaya pohon
>pulai melalui life cycle tanaman pule.
>
>1. *Sektor Hulu* (*upstream*). Sebagai hulu dari budidaya pule adalah
>pengadaan benih dan atau pembibitan. Sektor ini bisa dibilang masih menjadi
>kendala bagi budidaya pule secara masif. Tidak banyak breeder pule di
>Indonesia. Yang serius menekuninya bisa dihitung dengan jari. hal ini makin
>tidak kondusif bagi kelangsungan hidup tanaman ini yang populasinya makin
>jarang.
>2. *Sektor antara* (*midstream*). juga berupa kegiatan di lapangan (*on
>farm*), sebagai kelanjutan dari sektor hulu. Aktivitas utamanya adalah
>budidaya (membesarkan) pohon pule sesuai maksud dan tujuan yang telah
>ditetapkan. Secara umum tujuan budidaya pule dapat berupa:
>
>- Konservasi. Untuk kondisi Indonesia kini, prioritas konservasi
>diberikan untuk lahan kritis dan marginal. Ada banyak faktor yang menjadi
>nilai tambah pule sebagai tanaman konservasi, antara lain:
>- Termasuk tanaman perintis yang bisa tumbuh di mana saja dengan
>kondisi tanah marginal.
>- termasuk tanaman indigenous dan cepat tumbuh serta memiliki sebaran
>di hampir seluruh wilayah Indonesia.
>- kemampuannya menyimpan air, tanaman lain yang lebih populer
>mengemban fungsi ini adalah beringin.
>- ikatan sosiologis dan kultural yang membuatnya relatif lebih aman
>dari jarahan (antara lain, identik dengan keangkeran)
>- Mendukung konservasi hewan karena disukai oleh beberapa hewan
>endemik seperti badak.
>
>- tanaman industri. Pulai termasuk tanaman dengan nilai keekonomian
>tinggi, sangat bagus prospeknya karena memiliki banyak kegunaan dan
>permintaannya cukup tinggi. Kegunaan kayu pulai dalam industri antara lain
>untuk pembuatan peti, korek api, hak sepatu/kelom, kerajinan (topeng,
>patung, golek, cenderamata dll), cetakan beton, pensil slate, dan pulp.
>Beberapa industri yang menggunakan kayu pulai sebagai bahan baku di
>antaranya industri pensil slate di Sumatera Selatan, industri kerajinan di
>Yogyakarta, dan kegiatan ritual di Bali. Karakteristik dari tanaman pule
>yang mendukung untuk industri antara lain:
>
>- Pule darat memiliki batang yang lurus
>
>- memiliki pertumbuhan cepat, dengan pertumbuhan diameter bisa mencapai
>3,5 cm/tahun dan pertumbuhan tinggi 1,5 m/tahun sehingga bisa dipanen dalam
>10-12 tahun dengan diameter 30-40 cm dan volume sekitar 260 m kubik (dengan
>jarak tanam 3×2 m)
>- memungkinkan untuk dikombinasikan dengan tanaman lain (tumpang sari)
>- kayunya mudah diolah (digergaji, diserut, diukir, dibor), wajar jika
>menjadi kayu incaran para perajin dan pengusaha furnitur. Selain itu kayunya
>memiliki karakteristik ringan tapi cukup kuat dan awet.
>
>- Taman. Pule gading (alstonia scholaris) memiliki bentuk daun mirip
>kamboja dan bunga warna kuning yang indah. Banyak jalan protokol ibukota
>dihiasi dengan pohon ini, juga beberapa halaman pusat perbelanjaan dan hotel
>mewah.
>- Tanaman obat. Nyaris seluruh bagian dari tanaman ini memiliki khasiat
>untuk obat yang tidak hanya dipercaya oleh nenek moyang bangsa Indonesia
>tetapi berlaku secara internasional (terutama negara-negara di Asia). Riset
>secara medis juga sudah dilakukan oleh banyak lembaga.
>
>1. *Sektor hilir* (*downstream*). Kegiatan di luar lahan (off farm) yang
>menyerap hasil dari budidaya tanaman pule. Yang potensial dikembangkan,
>antara lain:
>- Industri pensil slate
>- industri pulp
>- industri korek api
>- industri kerajinan
>- industri sepatu/kelom
>- industri furnitur
>- industri peti dan cetakan beton
>- industri audio (sub woofer, salon dll)
>- industri farmasi (fitofarmaka)
>- industri tanaman hias
>
>Dengan memetakan value chain dari budidaya pohon pulai ini diharapkan
>terjadi sinergi antar sektor sehingga dapat dipanen manfaat yang
>sebesar-besarnya. Satu kesatuan industri yang mempunyai multiplier effect
>yang tinggi.
>
>informasi lebih lanjut bisa diakses melalui
><http://pule3.wordpress.com>http://pule3.wordpress.com

Kirim email ke