pak zaenal yang baik, kebetulan saya belum pernah mengkaji keekonomian nyamplung jadi belum bisa membandingkan mana yg lebih bermanfaat. mengenai biodiesel, dengan harga BBM yg seperti sekarang ini secara umum biofuel akhir2 ini terlihat seksi. hanya saja, sayangnya sampai saat ini masih lebih dominan dalam level wacana. meski tidak boleh apriori tetapi hal-hal semacam ini juga patut dipertimbangkan.pohon pule punya biji, banyak tapi kecil-kecil... kayak iklan aja yach...
salam kenal, ropi yg lagi mempelajari pule http://pule3.wordpress.com Re: mata rantai keekonomian dari budidaya pohon pulai <http://groups.yahoo.com/group/agromania/message/22707;_ylc=X3oDMTJybjJodnJnBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzIxMDI4NTMEZ3Jwc3BJZAMxNzA3NDg3NzU1BG1zZ0lkAzIyNzA3BHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzEyMTQ1NTEyNjk-> Posted by: "Achmad Zaenal Abidin" [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Thu Jun 26, 2008 8:18 pm (PDT) Mas Kakang, Apakah tidak lebih bermanfaat jika ditanami dengan pohon nyamplung ? yang bijinya bisa digunakan untuk bahan baku biodiesel ? panennya hanya dalam waktu 5-6 tahun yang tumbuh didaerah pantai sama dengan pule dengen kegunaan kayu yang juga sangat bermanfaat serta obat ? Oh ya, mau tanya apakah pohon pulai ini punya biji ? Salam, Zaenal [Non-text portions of this message have been removed]

