Sebenarnya berita keberhasilan negara lain & deplot lokal ini seringkali 
dimuat di beberapa media, namun realistiskan dengan kondisi ekonomis di 
negara kita ?
Bayangkan kalau petani dihadapkan dengan modal yang harus besar, sedangkan 
hasil panen yang diterima relatif sedikit, bukankah hal tersebut akan 
sia-sia ?

Lain cerita kalau petani kita di subsidi seperti negara lain.

Salam,
Han


################ I N F O  ##################

CD DIREKTORI BISNIS SAWIT (EDISI 2008 - 2009)
Telah Beredar CD Direktori  Bisnis Sawit (Eds 2008-2009). Berisi daftar 
permintaan / penawaran & daftar pembeli / penjual: lahan sawit, perkebunan 
sawit, bibit sawit, minyak sawit, cangkang sawit, bungkil sawit, limbah sawit, 
dan berbagai hal yang berhubungan dengan bisnis kelapa sawit. Harga CD Rp 
200.000,- (Edisi Terbatas).Untuk  info jelas, silahkan hubungi AGROMANIA.
CONTOH CD: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos 

AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)
SMS AGROMANIA: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
EMAIL: [EMAIL PROTECTED]
MILIS: http://groups.yahoo.com/group/agromania
AKTIVITAS: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos
REFERENSI: http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/
ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510
TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0
BERGABUNG: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania

################ I N F O  ##################


From: "Soebekti Soebekti" <[EMAIL PROTECTED]>


Yang begini2 oleh pemerintah tidak dipublikasikan secara luas. Seperti Demo 
plot yang diceritakan mas Yanto bisa menghasilkan 21 ton per ha hebat 
banget. Ditempat saya dengan cara konvensional dengan pengairan yang foya2, 
kalau bisa bisa diatas 10 ton sudah termasuk hebat..


From: Mr Musollini Lubis <[EMAIL PROTECTED]>

Saya pernah dengar cerita dari dosen, di Jepang, mereka lapisin sawah dengan 
plastik. Top soil sawah yang mau diolah dikorek dengan buldozer kemudian 
dilapisi plastik, setlah itu top soilnya diletakkan diatas pelastik dan 
kemudian dicampur air. Dengan cara ini petani bisa hemat air, karena cukup 
sekali memasukkan air kedalam sawah yaitu pada saat pengolahan tanah dan 
bisa bertahan sampai masa panen. Keuntungan kedua, penggunaan pupuk lebih 
efisien. karena:
dengan sawah konvensional pupuk bisa terhanyut melalui air irigasi atau 
melalui infiltrasi air ke dalam tanah, kalo dengan sawah pelastik, pupuk 
benar2 benar terserap oleh tanaman, kemungkinan hilang hanya dari penguapan 
saja (khusus untuk Urea), itu saja tambahan dari saya, semoga bisa jadi 
pencerahan.


Dari: Soebekti Soebekti <[EMAIL PROTECTED] com>

Pak Achdiyat,
Apa boleh tahu email addressnya ? Kalau dikalkulasi hasilnya baik, ini akan 
dahsyat sekali. Di desa asal saya dimana sawah2 bisa panen 3 kali setahun 
karena pengairan waduk Ngantang (daerah malang), harga sawah bukan main 
mahalnya mencapai 400jt per hektar. Tapi kalau tegal (tidak bisa diairi dari 
irigasi) harganya sangat mutah, malah ada yang ditawarkan 60jt per HA.
Mungkin perlu informasi apakah bibitnya sama dengan padi biasa dst.
Terimakasih, salam.
Soebekti


Kirim email ke