Halo Agromania, Maaf ini agak telat membalasnya, maaf saya memaikai istilah yang tidak umum kemarin, top soil itu adalah lapisan atas tanah, biasanya berwarna hitam, tingkat ketebalannya bervariasi tergantung daerahnya. Teknologi menahan air ada juga yang saya tau, yaitu menggunakan kendi. Kendi biasanya terbuat dari tanah liat, tetapi khusus untuk irigasi ini, kendi terlebih dahulu harus dikikis lapisan luarnya supaya tridak kedap air. Diharapkan dari pori-pori kendi air akan merembes keluar. kemudian kendi ditanam di tanah, mulut kendi seharusnya tidak ditutpi tanah supaya kalo air kendi habis, airnya dapat ditambah lagi, sudah ada teknologi untuk menambah air secara otomatis. Tanaman ditanam disekitar kendi, kalo kendinya bagus, tanah disekitar kendi kelihatan basah, dan tanaman ditanam disekitar kendi. Ini juga hasil penelitian seorang ahli irigasi di Indonesia, semoga bermanfaat.
----- Pesan Asli ---- Dari: badu_js <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 27 Juni, 2008 08:37:02 Topik: [agromania] Top Soil itu apa ya !? --> Adakah cara lain menahan air di lahan kering ? Bertani dgn sarana irigasi lengkap tentu tdk ada masalah. Di desa-desa, terlalu banyak lahan yg harus merugi atau gagal panen karena dua hal: pertama, panen gagal ketika hujan turun terlalu banyak, dan yg kedua, musim kering mendadak membuat lahan cepat kerontang dan panen pun gagal juga. Mengatasi kelebihan air tampaknya sdh ada tekniknya, yaitu menutup permukaan lahan dgn plastik misalnya dan dilengkapi drainase yg cukup, atau semacam tenda semi tertutup utk menahan terpaan hujan terhadap tanaman yg sedang berbunga sekaligus bisa mengurangi terpaan terik matahari juga. Bagaimana dgn memperlambat kekeringan lahan di musim kemarau ? Melakukan penyiraman tanaman/lahan tdk mungkin karena lumbung air tdk tersedia, kalaupun dibuat berupa kolam/tangki tadah hujan, umurnya tdk dapat bertahan lama. Adakah teknologi semacam bahan busa (bukan busa karet) yg mampu menyimpan air ? Di bawah ini ada disinggung mengenai penggunaan Top Soil - bisakah dijelaskan bagaimana percisnya teknologi top soil produk itu ? Badu +++ ____________ _________ _________ _________ ___ | $ AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) $ AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000) $ SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 $ EMAIL: [EMAIL PROTECTED] co.id. $ MILIS: http://groups. yahoo.com/ subscribe/ agromania $ AKTIVITAS: http://ph.groups. yahoo.com/ group/agromania/ photos $ REFERENSI: http://groups. yahoo.com/ group/agromania/ files/ $ ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510 $ TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0 |___________ _________ _________ _________ _ --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Mr Musollini Lubis <musollini.lubis@ ...> wrote: > > Saya pernah dengar cerita dari dosen, di Jepang, mereka lapisin sawah dengan plastik. Top soil sawah yang mau diolah dikorek dengan buldozer kemudian dilapisi plastik, setlah itu top soilnya diletakkan diatas pelastik dan kemudian dicampur air. Dengan cara ini petani bisa hemat air, karena cukup sekali memasukkan air kedalam sawah yaitu pada saat pengolahan tanah dan bisa bertahan sampai masa panen. Keuntungan kedua, penggunaan pupuk lebih efisien. karena: > dengan sawah konvensional pupuk bisa terhanyut melalui air irigasi atau melalui infiltrasi air ke dalam tanah, kalo dengan sawah pelastik, pupuk benar2 benar terserap oleh tanaman, kemungkinan hilang hanya dari penguapan saja (khusus untuk Urea), itu saja tambahan dari saya, semoga bisa jadi pencerahan. > ___________________________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]

