Loh kok milis ini jadi arena politik, apalgi yang di bahas hanya Pilkada yang 
menurut saya kampungan dan menghambur hamburkan uang, coba kalau dana Pilkada 
itu di salurkan ke dana PENDIDIKAN tentu banyak mencetak sarjana, dan sudah 
barang tentu prodak akhirnya jauh bermanfaat dari pada hasil pilkada belum 
gangguan keamanan yang timbul sebelum dan pasca pilkada, maka jangan heran 
kalau kebanyakan rakyat kita jadi komoditi para elit, itu semua berpulang karna 
minimnya dana pendidikan kita.
 
Kalo cuma visi di mulut siapapun bisa pak Luhur, orang tinggal cuap cuap, 
tapi implementasinya dari sejarah yang ada sepertinya sulit terealisir (semoga 
salah) yang saya tau di jaman Banteng juga enggak banyak membawa perubahan, 
hanya satu hal perubahan yang sangat signifikan saat itu yaitu banyaknya 
perpindahan aset NASIONAL ke tangan ASING tapi semoga ramalan Jaya Baya itu 
benar walaupun pribadi saya sulit menerimanya.
Saya masih ingat saat dia berkuasa jangankan nangkap koruptor, yang sudah di 
tahan saja di lepas maka jangan salahkan saya kalau saya menganggap ada sebuah 
konspirasi saat itu.
Di hati saya Gubernur yang paling mendukung dan akhirnya berhasil mengangkat 
sentra ekonomi di bidang agro bisnis di jaman ORBA adalah Bp. Yasir Hadibroto 
dan gubernur di era reformasi sekarang ini adalah Bp. Fadel Muhammad walaupun 
baru beberapa saat dia menjabat tapi tanda tanda perubahan itu sudah jelas 
terlihat, kalau yang lainnya sebagian besar masih pada mengejar break even 
point, salah besar kalau kita gantungkan harapan pada mereka (semoga ini juga 
salah)
Sebenarnya kebutuhan kita saat ini yang paling mendesak adalah jaminan 
KEAMANANAN dan PASAR bisnis apapun tanpa hal itu sulit terealisasi kalau 
permodalan saya pikir banyak investor baik nasional maupun asing, sayangnya 
pemerintah kita juga kurang kapable dalam hal itu, faktanya di negara tempat 
saya mukim sekarng ini tujuh tahun yang lalu sulit sekali mencari produk 
Indonesia, yang sudah berhasil masuk sekarang inipun 
awalnya komunity Indonesia yang memperkenalkan dan meyakinkan pada pengusaha 
lokal, pertanyaannya adalah yang jago kandang itu Pemerintah atau pengusaha 
kita masa dari dulu kita selalu enggak punya BERGAINING terhadap ASING.
Dari fakta yang ada setiap peternak mengeluh karna seringnya hewan mereka 
hilang alhasil banyak orang yang enggan beternak, karna jika harus 
bayar security costnya tinggi sekali bila anda menjalani usaha ini anda pasti 
tahu kecilnya margin usaha ini dan hanya ada satu jalan mengatasinya yaitu 
produksi sebanyak banyaknya dengan mengambil resiko yang hilang juga banyak, 
sungguh dilema. Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan daging nasional terpaksa kita 
harus impor dari Australia sayang sekali jika mengingat negara kita punya 
potensi yang sangat besar dalam hal ini dengan dukungan alam yang sangat baik. 
Jika populasi Indonesia 200 juta dan setiap orang menkonsumsi daging 1/4Kg 
setiap bulannya dengan harga daging Rp. 40000/kg berarti 2trilyun sirkulasi 
uang/bulan pada komoditi ini belum termasuk konsumsi turis dan orang asing yang 
menetap. (Gak perlu keluarkan dolar ke Australia hanya untuk daging)
Pertanyaannya adalah apa balancing kita terhadap Australia walaupun saya engga 
tau neraca perdagangan nya tapi saya memastikan unbalance adanya.  
Yang membuat lebih heran lagi buah buahan juga impor, sampai2 ingin makan Apel 
malang atau anggur Bali aja sulitnya seperti mencari buah langka, apa Impor ini 
sudah menjadi tren buat orang Indonesia, sehingga bukan barang agro industri 
saja yang kita impor sampai2 kosmetik, pakaian, kerajinan tangan bahkan sampai 
memilih pasangan hidup pun harus Impor. Kalau saya ibaratkan Indonesia itu 
sudah miskin belagu gemarnya sama prodak IMPOR, marilah kita contoh Thailand 
dulu kalau Amerika mungkin butuh waktu berabad abad atau kita tetap mendewakan 
barang impor sambil menunggu kehancuran yang lebih parah.
Ini baru bidang agro industri di bidang MIGAS pun dulu Malaysia belajar sama 
Pertamina, tapi kalau kita melihat fakta sekarang ini Pertamina harus belajar 
sama mantan anak didiknya yaitu Petronas walaupun fakta di lapangan tenaga ahli 
kita lebih kualified tapi nampaknya badan yang satu ini seperti jalan di 
tempat, apalagi kalau kita baca kontrak kerja Pertamina dengan pihak 
asing, kita akan sadar jika perolehan kita dari migas hanya setetes tes tes 
teeeees.( lagi lagi soal bergaining)
Sudah hutan di babat abis minyak dan gas di sedot tuntas apa yang mau kita 
wariskan ke anak cucu HUTANG!!!! Nauzubillahimindhalik.
Maaf pak moderator kalau saya agak menyimpang ini semua hanya dari sudut 
pandang saya dan semoga salah adanya mudah - mudahan agro mania dan 
INDONESIAKU mencapai kejayaan now or never.
Terus terang saya bangga jadi orang Indonesia dan juga malu karna setiap rekan 
saya mengundang makan malam pasti mereka memperkenalkan pembantunya yang orang 
Indonesia, harapan saya ke depan dia memamerkan produk Indonesia yang lain, 
semoga.
"Jadilah penanam dan exportir jangan jadi penebang dan importir"
Salam    
   



----- Original Message ----
From: Luhur Pambudi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, July 9, 2008 6:54:03 PM
Subject: Re: [agromania] Saatnya Petani & Pecinta Agro Hidup lebih Baik.... 
bagaimana membudidayakan hidup lebih baik dari bertani?


merdeka..!!! !
Salahsatunya sebait gurindam yang tertuang dalam Jangka Jayabaya. Bunyinya : 
"Yen wis ono umbul-umbul klaras, keleme gabus lan kumambange watu item, iku 
tondo yen jaman Ratu Adil wis tekan. Sing salah bakal seleh, lan sing bener 
bakal ketenger."
Tafsirnya, kalau sudah bermunculan 'partai blantik, partai keledai, dan partai 
kancil' dipimpin partai Banteng, maka. Tergesernya manusia lemah iman, lemah 
pikir, lemah amanat. Tampilnya manusia beriman, berpikir, dan amanah, itu tanda 
zaman keemasan sudah tiba masanya. Pemimpin yang korup masuk penjara, sedang 
yang istiqomah bakal dipilih untuk diangkat derajatnya.
Benarkah geguritan karya Sunan Giri Prapen yang digubah Pangeran Wijil dari 
Kadilangu itu gambaran negeri ini ke depan? Itu merupakan doa kita bersama..
Ya di Jateng pak Gub n bu WaGub punya visi dasar ..mengembangkan konsep 
pertanian rakyat yang modern... kita tunggu...

Salam
Luhur Pambudi
 
 
 
Note: 
No .28 terpavorite di Jawa dan Indonesia Timur.
Apa kabar semua rekan2, kawan2, lama tidak kontak2 n share berbagai hal? 
bagaimana dengan DAPEL? Bagaimana menyikapi SK 210, pusing menyingkronkan ..n 
ngurusi wanita n ketua/sek PAC/struktural. .. UU pemilu...bgm kl perempuan 
pointnya kalah tp hrs dipaksa no urut 3 dll dll dll 
lain2: bgm kalhanya NTB, n pilgub setelah ini PDI P tidak terbendung.. . Bali, 
Maluku, Jatim, Sumsel, lampung.... selanjutnya kabupaten2 di Jateng n Jatim...

----- Original Message ----
From: Bernadus Heru Budi Santoso Bernadus Heru Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED] 
com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Wednesday, July 9, 2008 9:04:19 AM
Subject: [agromania] budidaya bekicot

Saya anggota baru, berminat memulai usaha budidaya bekicot. Ada saran untuk 
pembelian bibit Bekicot yg berkualitas, tempat pelemparan hasil panen/rekanan 
pembeli bekicot (pabrik, restoran, ekspor, dll). Terima kasih sebelumnya utk 
semua masukan, ide & perhatian yg diberikan.
Salam sukses selalu.

======> KOMUNITAS ONLINE <======
AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)
SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
EMAIL: [EMAIL PROTECTED] co.id.
MILIS: http://groups. yahoo.com/ group/agromania
AKTIVITAS: http://ph.groups. yahoo.com/ group/agromania/ photos
REFERENSI: http://groups. yahoo.com/ group/agromania/ files/
ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510
TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0
BERGABUNG: http://groups. yahoo.com/ subscribe/ agromania
======> I N D O N E S I A <======

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke