Bismillah, semoga tidak salah menambah wacana. seluruh alam semesta ciptaanNYA perdagangan baik itu jasa maupun barang semuanya adalah usaha usaha adalah kerja, dan kerja adalah ibadah karena bisnis apapun yang terjalin dengan baik adalah hasil silaturahmi yang baik pula antar sesama client. kalaupun ada kecurangan yang terjadi, biasanya bisnisnya tak berlangsung lama karena menjauh dari sifat ibadah. dan kecuranganlah biasanya yang membuat citra bisnis rusak dan tidak langgeng. bagaimanapun tergantung niat kita
Tidak menjual barang hiduppun kalau tujuannya menjauh dari ibadah adalah haram pak bahkan jual-beli manusiapun kalau tujuannya untuk memerdekakan, nilainya adalah pahala. jual-beli kambing kurban di bulan Qurban pun kalo diniatkan untuk tujuan yang haram, misalnya untuk khodam dan kemujuran, nilainya haram. kita ini manusia memang cuma numpang nafas, melek, kadang ibadah buat nyambung aliran darah, menyelamatkan diri dan keluarga melalui jalinan perdagangan yang baik, namun semua fasilitas dan hardware-softwarenya milik Allah. mengenai tokek, terserah pemiliknya (hihi pemiliknya kan Allah), semua kembali ke dalam diri kita kalau bimbang atau ragu ya jangan kalau memang rejeki ya kenapa tidak? mengingat tidak semua rumah memiliki tokek besar kan? Allah membagi hardware rizky berupa tokek, tanah, air, angin, ladang sawit, bibit unggul, ataupun 'benda' lainnya pun pasti dibarengi software berupa info negatif, positif dan berita yg meragukan liat ke dalam, kalau bapak percaya tokek membawa rejeki bisnis, rejeki yang bagaimana itu? rejeki kalau dijual, atau rejeki kalo dipercaya sebagai hoki? seperti kata bapak, "selama tidak saling menggangu" begitu saja pak semoga bermanfaat bagi yang jodoh membaca (Iqro') Alhamdulillah Amin Pada 26 Juli 2008 01:58, Jeki <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Dear All, > > Sekedar bagi cerita. Di rumah saya pernah ada tokek agak besar shg sy > sampai merinding melihatnya dan langsung tanya2 tetangga bagaimana cara > mengusir nya. Ada yang bilang biarkan saja karena membawa rezeki, ada yang > bilang hati2 karena bisa menggigit seperti ular. Beberapa hari saya jadi > takut setiap kekamar mandi, karena pernah melihat juga di situ agak besar. > > Belum lama tukang yang mengecat rumah saya bilang dia menangkap satu tokek > kecil dari belakang pintu rumah saya dan kini sedang memeliharanya. Saya > mengucap Alhamdulillah, walaupun kadang masih melihat 1-2 ekor kecil lari2 > di dinding. Padahal rumah saya imut, kok bisa ada tokek, dan kebetulan saya > agak takut/geli dengan tokek dan cecak, heheheeh. Saya cuma berdoa dalam > hati biarlah sesama makhluk Allah kita berbagi tempat, yang penting tidak > saling menggangu. > > Saya belum tahu apa fungsi/kegunaan dari tokek sehingga diperjual belikan ? > Tapi dari info sana sini, selain dipercaya membawa rezeki tadi, katanya > sebagai hoki, terutama buat mereka pemasang judi/togel. Kalau betul demikian > apa tidak jadi haram hukumnya berjual beli barang tsb ? Karena bersifat > tahayul dan kemusyrikan. > > Buat moderator atau yang mengetahui soal tokek, mungkin ada baiknya sharing > sedikit soal tokek, hidup, makanan, dan fungsi nya dalam ekosistim. Yang > jelas saya percaya Allah SWT mencipatakan tokek bukan untuk tujuan judi, > hehehe. Kemana arah bangsa dan negara kita kalau semua orang, apalagi > petaninya sibuk jual beli barang2 begituan ? Sementara tiap tahun kita impor > jutaan kilo kedelai untuk sekedar membuat tempe ? > > Salam > HH > __________________________________________ > | > $ AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) > $ Mau Daftar? Segera Hubungi: > $ AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000) > $ SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 > $ EMAIL: [EMAIL PROTECTED] <infokita2%40yahoo.co.id>. > $ MILIS: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania > $ AKTIVITAS: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos > $ REFERENSI: http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/ > $ ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510 > $ TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0 > |_______________________________________ > > > [Non-text portions of this message have been removed]

