Asosiasinya memang ada tetapi bukan berarti pemilik dengan mudah mencari
pembeli dan yang menjadi pembeli sekarang ini banyak yang tidak tergabung
dalam asosiasi tsb malah yang tergabung dalam asosiasi hanya segelintir saja
yang punya uang cash sebesar nilai kebun yang dijual.

Memang benar, banyak mediator yang jualan atas dasar katanya tetapi tidak
bisa meng-arrange untuk bertemu dengan pemilik langsung. Harganyapun sering
nggak masuk akal.

Rgds,
Arianro

======> KOMUNITAS ONLINE <======
AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000)
KONTAK: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
EMAIL: [EMAIL PROTECTED]
MILIS: http://groups.yahoo.com/group/agromania
AKTIVITAS: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos
REFERENSI: http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/
ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510
TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0
BERGABUNG: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania
======> I N D O N E S I A <======



On 8/11/08, Herman Wahyudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mohon maaf, terkadang saya suka ketawa2 dalam hati, pas melihat ada rekan
yang posting ada kebun sekian
luas (ribuan ha), sudah ada PKS, dll. Kalau ya benar, punya barang spt itu,
logikanya tidak bakalan di-posting di milis ini. Kenapa? Karena nilainya
puluhan/ratusan miliar. Pemilik/Mediator tidak mungkin kesulitan mencari
Pembeli (ie grup2 besar), sehingga harus diposting di milis segala. Pemilik
kebun itu ada asosiasinya dan juga punya network sesama pemilik kebun atau
karyawannya. Jadi kemungkinannya cuman 2 : Mediator dpt data dari orang
mengaku2 'Pemilik' atau punya hubungan langsung dg 'Pemilik' atau kebun
tidak layak dibeli. Lain halnya kalau kebun size kecil (di bawah 1000 ha)
atau lahan kosong, masih ada kemungkinan.

Sekedar sharing saja, faktanya di industri ini sekarang baik penjual maupun
pembeli (bahkan mediator) sekarang itu sepertinya paranoid. Yang rusak pasar
(mohon maaf) ya para mediator ini yang mengaku2 'penjual/pembeli' langsung,
ataupun mediator yang bikin peraturan rumit/ribet sehingga transaksi pun
batal


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke