Supertoy Teryata 'Letoy' Supertoy HL2. Kendati tak ada hubungannya dengan Super Boy yang merupakan salah satu karakter *super hero* di komik, namanya langsung *ngetop*. Ini gara-gara petani di Desa Grabag, Kab Purworejo, Jawa Tengah, ramai-ramai membakarnya. Benarkah ini akan menjadi kasus *blue energy* jilid dua?
Supertoy adalah nama varietas padi baru hasil persilangan Rojo Lele dan Pandan Wangi Jawa. *Gymmick*-nya, satu hektare bisa menghasilkan 14,7 ton. Selain itu, satu kali tanam bisa dipanen tiga kali. Usai panen pertama, dari bonggol yang tersisa akan tumbuh tunas dan malai baru, dengan produktivitas panen kedua sampai 19 ton. Luar biasa. Dibanding Cisadane dan IR 64 yang panennya hanya menghasilkan empat ton per hektare, Supertoy jelas super.PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) dan Gerakan Indonesia Bangkit (GIB), yang membawa bibit itu ke Grabag. Staf khusus Presiden, Heru Lelono yang pernah tersandung kasus *blue energy*ikut *cawe-cawe* dalam perkara ini sebagai komisaris utama PT SHI. HL di belakang Supertoy diduga inisial Heru Lelono. Presiden sudah melakukan panen raya perdana Supertoy di Grabag, 17 April lalu. Tapi, beberapa pekan terakhir, para petani di Grabag mendapati harapan itu seperti fatamorgana. Indah namun tak nyata. Karena kesal, dua hari terakhir, Rabu (3/9) hingga Kamis (4/9), para petani membakar tanaman padi berusia 80-90 hari yang sudah menguning. Pasalnya, bukan hasil panen yang muncul, tapi bulir-bulir kopong.Sudah puluhan hektare Supertoy gagal panen (puso) yang dibakar amarah, sudah ratusan juta uang menguap. Aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja diturunkan untuk mencegah aksi anarkis. ''Saya sudah membayangkan mau membelikan baju Lebaran buat anak-istri, tidak tahunya gagal,'' kata Sukir (37), petani di Grabag, kemarin. ''Pembakaran masih terus berlangsung karena petani kecewa luar biasa,'' kata Sardi (40), koordinator kelompok tani yang beranggotakan delapan orang petani, kemarin. Para petani rata-rata mengeluarkan biaya Rp 3-4 juta per hektare untuk menanam Supertoy. Selain hasil panen tak sesuai janji, para petani membakar Supertoy karena kecewa pada PT SHI yang belum memberi ganti rugi. Padahal, berdasarkan perjanjian awal, PT SHI menyatakan sanggup menanggung ganti rugi bila Supertoy gagal panen. Surat perjanjian itu ditandatangani Iswahyudi, perwakilan dari PT SHI, 4 April 2008 lalu. Nilai ganti ruginya Rp 2,3 juta per iring (1.750 meter persegi). Alih-alih dapat ganti rugi, PT SHI malah sudah angkat kaki dari Grabag. Yang tertinggal hanya alamat kantor pusatnya di Jl Wijaya IX No 12, Jakarta 12160. ''Beberapa hari lalu kami minta ganti rugi, tapi PT SHI sudah tidak berkantor lagi di sini. Entah ke mana mereka pergi,'' kata seorang petani bernama Surono (49), yang mengaku rugi sekitar Rp 4 juta.Kepala Desa Grabag, Gandung Sumriyadi, mengaku sudah menghubungi PT SHI tapi sampai kini tak ada kabar. Dia berharap bupati dan kapolres turun tangan agar petani tak dirugikan. ''Apalagi ini mau Lebaran,'' katanya.Petani lainnya, Wagiyo, lemas mengingat padinya yang gagal panen, ganti rugi yang tidak jelas, dan sebentar lagi Lebaran. ''Kami harus menuntut siapa? Saya dengar ada orang dari Istana yang terlibat proyek ini.'' Benarkah ada hubungan Supertoy dengan Istana? Berdasarkan berita berjudul ''Presiden Lakukan Panen Perdana Padi Galur Supertoy HL2'' yang dimuat di * www.setneg.go.id*, Supertoy adalah varietas padi yang dihasilkan tim riset Cikeas. Tim itu bekerja sama dengan PT SHI, GIB, dan petani di Grabag, kemudian menanamnya di lahan percontohan seluas 103 hektare.Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, mengungkapkan SHI dan GIB menawarkan kerja sama uji coba Supertoy sejak September 2007. SHI dan GIB, kata Kelik, berkepentingan menguji kualitas Supertoy sebelum mendaftarkannya ke Departemen Pertanian. Karena tidak merugikan rakyat--apalagi petani akan dapat kompensasi dia mengatakan uji coba itu disetujui. Departemen Pertanian (Deptan) mendukung langkah petani yang memprotes PT SHI jika merasa dirugikan. ''Selama ini kemitraan tidak boleh merugikan satu pihak, khususnya (terhadap) petani,'' ujar Dirjen Tanaman Pangan Deptan RI, Sutarto Alimoeso, kepada *Republika*, Kamis (4/9) malam. Sutarto juga meminta pemda turun tangan menengahi perjanjian antara petani dan PT SHI supaya persoalan tak melebar. Pemda, kata dia, wajib melindungi warganya jika merasa dirugikan sepihak dalam kontrak dengan perusahaan SHI atau perusahaan lain. Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, mengatakan benih Supertoy masih dalam tahap penelitian Deptan. Karena itu, Deptan melarang petani menggunakannya, kecuali untuk kepentingan percobaan. ''Kita sudah minta agar varietas seperti ini (Supertoy) jangan diedarkan dulu kepada masyarakat. Secara umum saya katakan seperti itu. Itu tercantum di UU Tahun 1992,'' jelas Mentan.Anton telah menerima laporan dari peneliti Deptan yang menilai Supertoy bukan varietas unggul. Hanya saja, Anton mengaku belum mengetahui secara persis apakah kasus tersebut merupakan penipuan. ''Jika merasa dirugikan, ya tagih janji seperti disampaikan (perusahaan SHI).'' Situs *www.jawatengah.go.id* menyatakan Supertoy ditemukan Tuyung Supriadi, warga Wonorejo, Kec Sanden, Kab Bantul, Yogyakarta. Temuan itu ditangkap tim riset Cikeas yang bekerja sama dengan PT SHI--anak perusahaan PT Sarana Harapan Indo Corporation--dan GIB untuk melakukan beberapa uji coba di Jawa. Salah satunya di lahan seluas 103 hektare milik 449 petani di Desa Grabag, Purworejo. Uji coba dilakukan dengan sistem kerja sama kemitraan. Petani menyediakan lahan, SHI dan GIB menyediakan sarana dan prasarana. Untuk perawatan tanaman, dibentuk konsultan petani padi (KPP). CEO PT SHI, Iswahyudi, mengatakan SHI meninggalkan petani karena panennya tak disetorkan ke SHI. Periode pertama, kata Iswahyudi, petani didampingi 100 persen, mulai dari pupuk sampai benih. Hasilnya relatif bagus. ''Tapi, setelah panen tidak disetorkan kepada kita, di luaran justru banyak yang jual Supertoy. Kita ini swasta berpikirnya bisnis. Begitu melihat hasil panen tidak disetor, saya tidak mau ribut. Kita cari lagi tempat di mana kira-kira lokasi yang secara bisnis kondusif,'' jelas Iswahyudi. Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, mengatakan Supertoy bukan proyek pemerintah. Pemerintah, kata dia, hanya mendukung siapa saja yang berupaya menemukan berbagai jenis padi unggul untuk mendukung swasembada pangan. Sudahkah Presiden mendengar kegagalan Supertoy? ''Saya belum cek, karena saya baru baca juga. Jadi, Presiden pada waktu itu datang untuk memanen padi, dan bagus panennya,'' kata Andi.Pemerintah akan mengevaluasi Supertoy?''*Lah*, ini *kan* bukan proyek pemerintah. Presiden *kan* ikut panen di mana-mana.''wab/zak/wed/run taken from republika.co.id -- Aldo Desatura (R) & (c) ================================= PEMBERITAHUAN: Perlahan tapi pasti kami akan mulai melakukan penertiban keanggotaan di milis ini. Jika Anda belum terdaftar sebagai anggota Agromania Business Club (ABC), silahkan segera mendaftarkan dengan mengisi formulir di http://www.agromania.co.cc Dapatkan GRATIS 1 CD Direktori Penjual dan Pembeli Agro Indonesia Edisi 2007 -2008 senilai Rp 250.000 (belum termasuk ongkos kirim) untuk anggota baru yang mendaftar sebelum tanggal 20 September 2008. ================================= AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000) BERGABUNG: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania =================================

