Kawan2,
Mungkin sebagian dari kita masih ingat pelajaran kimia (dan percobaannya) di
saat duduk di bangku SMA, terutama yg terkait dengan KIMIA ORGANIK.  Nah, kasus
di bawah ini merupakan aplikasi dari pelajaran kimia murni tsb.

Fermentasi memungkinkan pengubahan rantai karbon (C)  pati yg dikandung
o/ketela sehingga terbentuk etanol dari sediaan biologi!

Prosesnya mirip dg pembuatan tape dari ketela tapi pd kasus di atas fermentasi
(pembusukan karbohidrat) dilakukan dalam waktu yg lebih lama shg yg terbentuk
adalah senyawa etanol.

Bukan model simsalabim abdrakadabra alakazam BLUE SKY jadi BLUE ENERGY!  Ha ha
ha.

Selamat, Bu Sri Nurhatika!  Again, WOMAN SAVES THE LIFE :)))


ED


Sri Nurhatika, pencipta bahan bakar alternatif bioetanol:
"Ibu-ibu Rumah Tangga Bisa Membuatnya"



Sebagai perempuan, Sri Nurhatika memahami betul perasaan ibu-ibu rumah tangga
akibat kesulitan mendapatkan minyak tanah maupun elpiji yang bukan hanya kian
langka tapi juga harganya kian melambung.

Berbekal pengetahuan yang dimiliki, ibu tiga anak dan dua cucu ini mencoba
menciptakan bahan bakar alternatif. Ia menggunakan ketela Belanda atau ketela
raksasa sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar bio-etanol.

Dua tahun melakukan penelitian, Master Biologi Universitas Brawijaya, Malang,
tahun 1984 ini berhasil menciptakan bio-etanol. Ia juga berhasil menciptakan
kompor yang menggunakan bahan bakar temuannya itu.
Fungsinya pun sama dengan bahan bakar elpiji, meskipun tingkat panasnya lebih
rendah. Untuk merebus mi instan, misalnya, dibutuhkan waktu dua kali lebih lama
dibanding menggunakan elpiji. Tapi itu bukan kelemahan yang luar biasa.
"Bahan bakar ini akan terus dikembangkan. Saya menggandeng berapa jurusan
di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) agar fungsi pembakaran bio-etanol
bisa sama dengan elpiji," ujar perempuan yang tengah menjabat sebagai
Kepala Jurusan Biologi ITS Surabaya ini.

Menurut Sri, pembuatan bio-etanol sangatlah mudah dan diyakini bisa dibuat oleh
ibu-ibu rumah tangga. Ketela dikupas lalu dihaluskan. Tambahkan ragi tape
secukupnya yang dicampur dengan enzim amylase yang bisa dibeli di toko bahan
kimia. Setelah didiamkan sekitar tiga hingga empat hari untuk proses fermentasi,
maka jadilah bio-etanol. Untuk penyempurnaannya, bio-etanol tadi perlu dicampur
dengan batu kapur.

Selain ketela, bahan-bahan yang banyak mengandung karbohidrat dan unsur pati,
seperti tahu dan kacang koro, bisa menjadi sumber pembuat bio-etanol. ROHMAN
TAUFIQ.
 
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/09/13/Berita_Utama_-_Jatim/krn.20080913.142285.id.html
<http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/09/13/Berita_Utama_-_Jatim/krn.20080913.142285.id.html>


=================================
PEMBERITAHUAN: Perlahan tapi pasti kami akan mulai melakukan penertiban 
keanggotaan di milis ini. Jika Anda belum terdaftar sebagai anggota Agromania 
Business Club (ABC), silahkan segera mendaftarkan dengan mengisi formulir di 
http://www.agromania.co.cc

Dapatkan GRATIS 1 CD Direktori Penjual dan Pembeli Agro Indonesia Edisi 2007 
-2008 senilai Rp 250.000 (belum termasuk ongkos kirim) untuk anggota baru yang 
mendaftar sebelum tanggal 20 September 2008.
=================================
AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000)
BERGABUNG: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania
=================================

Kirim email ke