ag udah baca hasil penelitian ini pada awal april, trus tak tanyain pada 
beberapa ahli, katanya masih skala uji coba. jadi belum tak telusuri lagi. tapi 
tak coba nyari tahu lagi yo. Barangkali besar manfaatnya.

--- Pada Rab, 17/9/08, Soebekti Soebekti <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Soebekti Soebekti <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Bls: [agromania] pertemuan bioethanol
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 17 September, 2008, 9:03 AM






 
Mbak menik, barusan mulung di Trubus. Barangkali berguna untuk bahan diskusi. 
Mungkin kalau bisa dapat kontaknya Dr I Gede Wenten MSc, dosen Teknologi Kimia 
Institut Teknologi Bandung bisa dapat masukan yang lebih jelas.
 
Sayang saya sendiri nggak ngerti ...........
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
 
Terowongan Pengatrol Kadar Etanol 
Oleh wibowotrubus 
Selasa, April 01, 2008 10:35:14 Klik: 4151 
Inilah terowongan mini yang mampu menaikkan kadar etanol hingga 99,8%. 
Terowongan itu terbuat dari pipa PVC berdiameter 10 cm. Di dalamnya terdapat 
membran berbahan baku polivinilalkohol yang mirip kabel. Bioetanol yang 
melewati terowongan itu akan melonjak kadar kemurniannya sehingga bisa langsung 
digunakan sebagai bahan bakar.
Teknologi membran untuk mendongkrak kadar etanol itu kreasi Dr I Gede Wenten 
MSc, dosen Teknologi Kimia Institut Teknologi Bandung. Ahli filtrasi itu 
memanfaatkan polivinilalkohol dan kitosan sebagai bahan baku membran. Keduanya 
bersifat hidrofilik alias tidak menyerap air sehingga selektif terhadap air dan 
tidak mudah mengembang. Yang digunakan adalah membran tidak berpori sehingga 
hanya uap air yang mampu melewatinya, sedangkan larutan etanol ditolak oleh 
membran. 
'Metode yang digunakan bernama pervaporasi. Cara ini dapat memisahkan semua 
campuran uap-cair dengan berbagai konsentrasi, ' kata peraih Suttle Award, 
penghargaan tertinggi dari Filtration Society di London, Inggris. Sepintas 
terlihat seperti filtrasi dengan membran. Sebab, pervaporasi merupakan proses 
pemisahan suatu campuran dengan perubahan bentuk dari cair menjadi uap pada 
sisi membran. Letak perbedaannya, teknik pemisahan berbasis membran ini bekerja 
berdasarkan mekanisme difusi larutan. Beda bentuk 
Begini cara kerjanya. Bioetanol berkadar 95% dipanaskan pada suhu 75oC sehingga 
air dalam bioetanol berubah menjadi uap air. Dengan tekanan 5 bar vakum, etanol 
dan uap air masuk ke membran berkecepatan 1,5 x 10-4m/s. Di dalam membran 
filtrasi, dua zat yang berbeda fasa itu mengalami difusi alias perpindahan zat 
dari konsentrasi tinggi ke rendah. 
Dalam teknik pervaporasi ini uap air akan melewati membran. Sedangkan bioetanol 
ditolak karena membran tidak berpori. Pori itu diibaratkan pintu, Nah, karena 
membran tak berpori, terowongan itu tanpa pintu keluar. Dampaknya bioetanol tak 
dapat melewatinya. Hanya gas yang bisa menerobos. Selektivitas dan laju 
pemisahan pervaporasi sangat bergantung pada karakteristik membran, konfigurasi 
modul, dan desain proses. Itu artinya jenis membran yang digunakan mesti 
berkarakter mampu menyeleksi gas dan etanol yang masuk. 
Di ujung membran, uap air diserap oleh vakum. Selanjutnya uap air masuk ke 
gelas bertadah wadah berisi nitrogen cair. Nitrogen cair dipilih karena 
memiliki titik didih pada suhu -195,80C. Dengan suhu yang sangat dingin, 
nitrogen cair mempunyai kemampuan membekukan bahan organik lebih efektif 
daripada pendingin berbahan amonia ataupun freon. 
Itu sebabnya saat menyentuh larutan nitrogen cair, uap air kembali menjadi air. 
Sedangkan etanol tidak melewati membran, cairannya langsung dialirkan ke gelas 
penadah etanol murni. Karena semua uap air yang terkandung sudah diserap, 
'Dengan metode ini dipastikan bioetanol yang dihasilkan fuel grade etanol alias 
sesuai standar mutu bahan bakar yang berkadar etanol 99,8%,' kata alumnus 
Denmark Technical University (DTU), Kopenhagen, itu. Efektif-efisien 
Untuk meningkatkan kadar etanol, teknologi membran lebih efektif. Bandingkan 
dengan cara konvensional berupa destilasi dan dehidrasi. Ketika proses 
destilasi, bioetanol membentuk azeotrop. Artinya, antara etanol dan air yang 
terkandung sulit dipisahkan. Destilasi dengan meninggikan kolom sekali pun, air 
sulit diceraikan dari etanol. Memang masih ada sebuah cara untuk menarik air 
yaitu dengan menambahkan zat toluen. 
Toluen sohor sebagai pelarut air. Ketika zat itu ditambahkan sesuai dengan 
kadar air yang terkandung, air akan tertarik. Namun, tetap saja masih ada air 
tersisa. Celakanya sebagian zat toluen itu juga bercampur dengan bioetanol 
menjadi kontaminan. Sebaliknya, teknologi membran mempunyai beberapa 
keistimewaan seperti menghasilkan bioetanol berkualitas tinggi. Selain itu 
produsen juga mudah mengoperasikan, ramah lingkungan, dan ukuran alat yang 
lebih kecil. Satu lagi keistimewaan membran: hemat energi. Alat berkapasitas 50 
liter per hari, membran hanya membutuhkan energi listrik sebesar 1.000 watt. 
Tahan lama 
Artinya biaya itu jauh lebih murah ketimbang teknologi gamping. Gamping alias 
kalsium karbonat acap dimanfaatkan sebagai penyerap air untuk mengatrol kadar 
etanol. Pelaksanaannya memang mudah. Produsen tinggal mencelupkan 1 kg gamping 
ke dalam wadah berisi 4 liter bioetanol. Sayang, bukan cuma air yang terserap, 
tetapi juga bioetanol. Kehilangan bioetanol akibat serapan gamping mencapai 
30%. 'Alkohol tak dapat keluar lagi lantaran terikat pada pori-pori gamping,' 
ujar Soekaeni, produsen bioetanol di Sukabumi, Jawa Barat. 
Di negara-negara maju, teknologi pervaporasi berkembang sangat pesat dan telah 
diterapkan besar-besaran dalam skala industri. Namun di Indonesia, teknologi 
membran relatif baru sehingga penerapannya dalam skala industri masih terbatas. 
'Dengan skala proses kecil, cara kerja mudah, dan tahan hingga 5 tahun, sudah 
seharusnya produsen bioetanol skala kecil menerapkannya, ' kata I Gede Wenten. 
Dengan begitu, kualitas meningkat dan harga pun melonjak. (Vina Fitriani). 

============ ========= =========
Agromania Business Club (ABC)
http://www.agromani a.co.cc
============ ========= =========

----- Pesan Asli ----
Dari: menik sumasroh <menik_sumasroh@ yahoo.co. id>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Terkirim: Rabu, 17 September, 2008 09:18:28
Topik: [agromania] pertemuan bioethanol

... Jika  sebuah sumur sebagai sumber air sudah tidak menghasilkan
AIR YG SEHAT UNTUK BISA DIMINUM……………………
Maka…..sudah waktunya kita mencari dan atau menggali sumber air yang baru
Atau……..kita akan sakit selamanya………………..
 
 
yg JADI TUNTUTAN BANGSA INI IALAH BANGKIT  !
     membentuk  serta MENGISI KEMERDEKAAN BANGSA INI  dengan sesuatu yg  lebih 
berarti dan bernilai ...agar dihari depan      selanjutnya BANGSA INI Akan bisa 
 menyusun, menulis serta mengingat TENTANG SEJARAH INDONESIA MODERN DAN 
CIVILZED 
DIHORMATI 
     DAN DIHARGAI DUNIA .........
 
Mungkinkah  kita bisa jadikan  PERTEMUAN (Bioethanol ,  salah satu solusi bahan 
bakar alternative masa depan) nanti  menjadi awalan untuk mengukir lembaran  
sejarah baru bangsa ini untuk bangkit ?
Itu akan sangat tergantung bagaimana kita secara serius menggarapnya dan 
mengaplikasikannya bersama.
Bungkusssssss……………………..
(niru2 lho…..)
 
Pak Hadi n rekan-rekan……
 judulnya pertemuannya apa ?

Bioethanol ,  salah satu solusi bahan bakar alternative masa depan
Bioethanol, energi alternative
Bioethanol ……………..
…………………………..

============ ========= =========
Agromania Business Club (ABC)
http://www.agromani a.co.cc
============ ========= =========

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      
___________________________________________________________________________
Dapatkan info tentang selebritis - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=selebritis&cs=bz&fr=fp-top

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke