Salut buat Pak Syam. Solusi yang menarik dan produktif. Ditunggu sharing2 berikutnya. Selamat dan Sukses. KP.
============================== AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) http://www.agromania.co.cc SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 ============================== Pada 16 September 2008 05:15, Syam Asinar Radjam <[EMAIL PROTECTED]>menulis: > Halo juga Pak Feri. > > Maaf saya balas dengan alamat email berbeda. > > Pengalaman kami sendiri sebenarnya belum banyak. > > Belum satu tahun saya banting setir jadi petani. > > Ternak (secara agak serius) baru mulai sejak dua bulan ini. > > Sekadar berbagi pengalaman. > > Ternak yang kami piara ada beberapa ekor domba dan kambing > > Beberapa ekor ayam kampong dan entok/bebek > > Serta ikan di kolam kecil > > Semuanya kadang kami beri makanan sampah (dapur). > > Yang pastinya untuk unggas kurang lebih 50 persen menggunakan sisa dapur, > baik sisa makanan masak maupun potongan sayur mentah. > > Seperti dalam posting saya terdahulu, kami sedang mengejar-ngejar tulang di > kedai-kedai sate dekat kebun. > > Tulang-tulang itu dibikin tepung untuk makanan tambahan (sumber mineral) > bagi kambing dan Domba. > > Sampah makanan lain yang masih mengandung sisa-sisa daging, tinggal > lemparkan saja ke kolam. > > Mudah-mudahan info ini cukup membantu. > > Salam, > > Syam > > ================================= > [Non-text portions of this message have been removed]

