barangkali ada yang punya foto dari makhluk tersebut? atau ada yang tau nama 
bahasa indonesianya?

===========================
Direktori Anggota Baru ABC:
http://www.agromania.co.cc
(Buka TAB Direktori)
===========================


Soebekti Soebekti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                              Mbak 
Menik, kalau yang ini saya barusan dapat mulung dari Trubus juga. Saya sudah 
mendengar ganggang hanya dalam batas wacana, belum sejelas ini. Kalau jadi 
bertemu diusulkan ini juga bisa menjadi bahan bahasan yang kalau bisa 
diketemukan teknologi terapanya. Kabarnya di salah satu negara Amerika Latin 
menjadi program Nasional mereka dalam bidang Energy.

 Makhluk Mini Pengisi Tangki
 Oleh trubusid
 Senin, Maret 03, 2008 11:08:03 Klik: 3670
 Mata setajam elang pun sulit menangkap makhluk mini itu karena ukurannya hanya 
0,2 µm setara debu. Namanya Chlorella sp. Meski mungil, ia mampu melajukan 
mobil hingga 100-an km per jam. Itu setelah ia diolah menjadi biopremium. Untuk 
mengembangkannya tak perlu lahan luas. Panen pun singkat: cuma sepekan setelah 
'tanam'.
 Alga Chlorella menjadi alternatif bahan baku biopremium setelah komoditas 
nira, singkong, atau sorgum yang lebih dulu sohor. Selain alga, semua bahan 
baku bioetanol itu lazim dikembangkan di lahan luas dan subur. Dibanding sumber 
nabati lain, alga paling ekonomis menghasilkan bioetanol. Musababnya, ganggang 
hijau itu kaya karbohidrat, tak memerlukan perawatan khusus, dan mudah tumbuh.
 Chlorella termasuk alga mikro karena ukuran tubuhnya sangat renik dari 0,2 µm 
hinga 0,02 cm (10-6 - 10-4 m). Untuk melihat wujudnya dengan jelas kita 
memerlukan mikroskop. Tidak semua jenis alga mikro hidup sebagai fitoplankton, 
tetapi semua jenis fitoplankton bisa digolongkan ke dalam alga mikro. Tumbuhan 
mikroskopis bersel tunggal dan berkoloni itu terdiri atas 30.000 spesies. 
Habitatnya di atas permukaan air, di kolom perairan, atau menempel di dasar dan 
permukaan lain dalam perairan.
 Dari penelitian sejak 2007 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut 
Pertanian Bogor, membuktikan tumbuhan bersel satu itu mampu menghasilkan 
bioetanol. Anggota famili Chlorophyeceae itu kaya karbohidrat yang penting 
dalam pembuatan bioetanol. Kadar karbohidratnya 29-31% setara karbohidrat dalam 
singkong. Singkong berkadar pati 23% sehingga untuk menghasilkan seliter 
bioetanol perlu 6,5 kg. Dengan bahan baku Chlorella sp, jumlah biopremium yang 
dihasilkan 100 kali lipat, karena pemanenan dapat dilakukan berkali-kali.Tumbuh 
cepat
 Walau ukurannya sangat mikroskopis, Chlorella tetap memiliki zat hijau daun 
berupa pigmen kloroplas dalam tubuhnya. Pigmen itulah yang menyebabkan ia bisa 
melangsungkan proses fotosintesis. Fotosintesis berlangsung dalam jaringan 
tilakoid lantaran ia tanpa memliki daun. Jaringan itu berperan pula sebagai 
penghubung antarkloroplas. Karena berfotosintesis, maka organisme yang hidup di 
atas permukaan air itu juga mampu menghasilkan karbohidrat.
 Dibandingkan tumbuhan tingkat tinggi, pertumbuhan alga jauh lebih cepat 
sekitar 10-20 kali lipat. Itu akibat dari mekanisme fisiologisnya yang jauh 
lebih efektif. Tidak seperti tumbuhan multiseluler yang menyerap air dan unsur 
hara melalui akar, tumbuhan bersel satu yang hidup di air tawar itu menyerap 
nutrisi melalui permukaan tubuhnya. Caranya dengan mekanisme difusi-osmosis. 
Mekanisme itu berlangsung karena adanya perbedaan konsentrasi zat terlarut.
 Mengkultivasi atau membudidayakan Chlorella dalam skala rumahan sangat 
memungkinkan. Sebab, masyarakat pesisir lazim mengembangkan plankton sebagai 
pakan udang. Plankton salah satu jenis mikro alga. Dalam skala industri, 
kultivsi alga dilakukan di dalam biorekator berbahan akrilik. Diameter 
bioreaktor 20 cm dan tinggi 1,5 mter. Dari hasil penelitian, posisi bioreaktor 
sebaiknya vertikal. Tujuannya supaya semua bagian alga bisa melakukan 
fotosintesis.
 Cara itu juga bisa menghemat tempat sampai 16 kali lipat, dibandingkan 
diletakkan secara horizontal. Bioreaktor sebaiknya tertutup untuk mencegah 
kontaminasi. Untuk skala rumahan stoples memadai sebagai wadah kultivasi. Bahan 
lain memungkinkan sepanjang tembus sinar matahari, sehingga ganggang bisa 
tumbuh sempurna. Bibit alga antara lain dapat diperoleh di Lembaga Ilmu 
Pengetahuan Indonesia dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.
 Keperluan bibit hanya 10%. Jika air 100 liter berarti 10 liter bibit. Produsen 
hanya perlu bibit asal air bersih tanpa kontaminasi. Namun, jika air kotor 
berikan vitamin. Enam hari kemudian, alga berbiak sehingga seluruh bioreaktor 
terisi alga. Karena laju pertumbuhannya sangat cepat, maka pemanenan pun bisa 
dilakukan dalam waktu singkat. Hanya dalam 7-15 hari, mikroalga sudah bisa 
dipanen. Ramah lingkungan
 Chlorella yang siap panen berubah warna dari hijau menjadi hijau kecokelatan. 
Bandingkan dengan bahan baku biopremium lain yang membutuhkan waktu panen 
antara 9 bulan-3 tahun. Keuntungan lain? Panen bisa dilakukan berkali-kali 
dalam waktu singkat. Jadi hasil akhirnya jauh lebih banyak. Untuk memanen, 
tinggal menyaring dengan ukuran mesh 0,2 mikron.
 Alga itu lantas dievaporasi selama 5 menit untuk menguapkan air. Begitu 
dingin, tambahkan ragi Sacharomyces cereviceae pemecah karbohidrat menjadi 
gula. Selain itu tambahkan sedikit gandum sebagai pakan ragi. Fermentasi selam 
3 hari menghasilkan cairan mirip wine berkadar alkohol 5%. Pada cairan itu 
tambahkan enzim alfa amilase untuk memecah glukosa menjadi alkohol. Hasilnya 
20-30% bioetanol. Selama pengolahan alga menjadi bioetanol, menghasilkan ampas 
berkadar protein tinggi sebagai pakan ternak.
 Memanfaatkan alga mikro untuk bahan baku bioetanol sangat ramah lingkungan. 
Sebab, tak menyebabkan polusi dan aplikatif. Keuntungan lain alga mikro mampu 
menyerap karbondioksida dan mengkonversikannya menjadi oksigen. Sebanyak 90% 
dari bobot kering alga mikro menyerap karbondioksida sehingga mampu mengurangi 
gas itu sampai 1.000 ton/ha/tahun.
 Dengan berbagai keistimewaan itu, alga salah satu komoditas potensial sebagai 
bahan baku biopremium. Ukuran boleh kecil, tetapi faedahnya amat besar. Masa 
kultivasi singkat, hanya sepekan, tak perlu lahan luas, pengolahan sederhana, 
dan ramah lingkungan. (Ir Mujizat Kawaroe MSc), dosen Fakultas Perikanan dan 
Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor serta periset di Pusat Penelitian 
Surfaktan dan Bioenergi

 ********************************************
 Mau  gabung di Agromania Business Club (ABC)?
 Isi formulir di: http://www.agromania.co.cc
 ********************************************






---------------------------------
  Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke