Dear rekan rekan,

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Berikut beberapa liputan mengenai peningkatan hasil produktifitas pertanian 
dengan menggunakan teknologi berbasis organik SUPERFARM. Ternyata, teknologi 
ini mampu mengatasi permasalahan pertanian saat ini. Berita dapat dilihat :
1. Peningkatan pada varietas pandan wangi sebesar 40% 
http://bantulbiz.com/id/berita_baca/idb-198.html
2. Peningkatan pada acara panen raya di Grobogan sebesar 30% 
http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=25584&Itemid=55,
 
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/28/11275233/pupuk.organik.dorong.produksi
3. Teknologi SUPERFARM Tingkatkan panen semangka mencapai 100% 
http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=11076&Itemid=33+-

Teknologi SUPERFARM ini meliputi; PENGEMBALIAN KESUBURAN TANAH, 
PEMUPUKAN/PEMBERIAN NUTRISI SECARA TEPAT, dan PENGENDALIAN HAMA ORGANIK 
TERPADU. Informasi detail dapat dilihat www.superfarm.co.iddan 
www.superfarm.blogspot.com
 
Hal lain adalah bahwa menimbang bahwa kondisi tanah secara umum sudah kritis, 
maka dengan memasukan bahan organik (KOMPOS) sanaat diperlukan.
 
TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS 5 HARI SUPERFARM:

Teknologi berbasis organik SUPERFARM, melalui salah satu produk yaitu 
DECOMPOSER SUPERFARM mampu melakukan penguraian pupuk kandang / sisa biomasa 
tanaman selama 5 hari.
Adapun metode pembuatan adalah sebagai berikut:
Persiapan bahan / Peralatan:
1. DECOMPOSER SUPERFARM 1 botol (1 liter) untuk media 1 TON kotoran 
sapi/ayam/kambing./sisa biomasa tanaman.
2. 15 - 20 liter air
3. Biomasa tanaman (Daun daun/Jerami)/Arang sekam/Cocopit/.
4. Ember

Pelaksanaan:
1. Campurkan kotoran sapi/ayam/kambing dengan material bahan lain poin no.3. 
Komposisi dianjurkan adalah 7 bagian kotoran dicampur dengan 3 bagian bahan 
organik sisa (total 1 ton bahan).
2. Campurkan / semprotkan secara merata DECOMPOSER yang telah dilarutkan dalam 
air 15-20 liter air hingga kondisi lembab (bila digenggam tidak meneteskan air)
3. Setelah diaduk kemudian di tempatkan pada lokasi terlindung dan kemudian 
ditutup oleh karung/terpal atau lainnya.
4. Diamkan selama 3 hari, karena pada saat tersebut suhu akan meningkat, kompos 
dibuka dan direnggangkan untuk menguapkan gas sampai suhu turun. Setelah dingin 
ditutup kembali.
5. Setelah diproses selama 5 hari kompos dapat digunakan.

Besar harapan kami, dengan kembali ke ORGANIK, pertanian kita maju dan 
berkembang.
 
Salam Maju Pertanian Indonesia,
Satria

===========================
Mitra Bisnis Menanti Anda di:
http://www.agromania.co.cc
(Buka TAB Direktori)
===========================

Kirim email ke