Mas Bayu,

Kalau pengalaman saya kerjasama sama petani, alhamdulillah sampai sekarang 
tidak ada masalah. Strategi kami selain menggunakan perjanjian notaris, pada 
awalnya kami mengadakan pendekatan personal kepada pemuka masyarakat di tiap 
wilayah. Melalui pemuka masyarakat ini lah kami mendapat kepercayaan dari para 
petani dan mendapat jaminan hasil panen dijual ke kami melalui para pemuka 
masyarakat.

Pemuka masyarakat disini bukan aparat desa atau yang sejenis itu, melainkan 
orang-orang yang dituakan dan dihormati di sana. Pendekatan emosional sangat 
penting untuk mendapatkan loyalitas petani dan tentu saja harga yang bersaing.

Semoga bermanfaat.

Salam,
Wiwik

==============================
Agromania Business Club (ABC)
http://www.agromania.co.cc
==============================


--- On Sat, 9/20/08, imaldi.agoestian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: imaldi.agoestian <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [agromania] Re: Tanya bentuk kerjasama pemilik lahan dan petani 
penggarap
To: [email protected]
Date: Saturday, September 20, 2008, 1:50 PM











            Mas Bayu,



Sekedar berbagi pengalaman, kebetulan kami pernah menangani hal yang

sama, melakukan kerjasama dengan Petani Penggarap (dalam jumlah ratusan

orang).  Berdasarkan yang kami alami permasalahan mendasar bukanlah

dalam hal teknis tapi adalah dalam hal non-teknis.



Dalam kerjasama tersebut hal2 teknis menyangkut tanggung jawab dan

kewajiban masing2 Pihak kami jabarkan secara detail dan tidak ada

masalah dalam membuat perjanjian.  Kami membuat perjanjian secara

Notarial (Notarial Agreement) sehingga mempunyai kekuatan hukum yang

kuat dan jelas bagi masing2 Pihak.  Tetapi sewaktu sudah panen ceritanya

jadi berbeda, sebagian besar Petani tersebut wan prestasi yaitu

melakukan penjualan hasil panen kepada Pihak lain dan hanya sebagian

kecil yang menjalankan kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang

ditandatangani.



Kami mengalami kerugian yang cukup besar.  Seandainya kami menempuh

jalur hukum mengacu kepada perjanjian kerjasama, menurut hemat kami

permasalahan akan semakin bertambah karena kami berhadapan dengan

masyarakat banyak.



Jadi menurut pendapat kami yang paling utama adalah apakah Petani yang

akan bekerjasama tersebut bisa dipercaya integritasnya atau bahasa

lainnya bisa memegang amanah ?



Mungkin rekan-rekan yang lain punya pengalaman yang berbeda.



Salam,



Imaldi Agoestian



============ ========= ======

Mitra Bisnis Menanti Anda di:

http://www.agromani a.co.cc

(Buka TAB Direktori)

============ ========= ======



--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Bayu Lesmana <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:

>

> Rekan-rekan sekalian,

>

> Saya ditawari sebidang sawah disekitar usaha saya. Saat ini dikerjakan

langsung oleh pemiliknya. Sebenernya saya berminat untuk membeli, tapi

masih bingung siapa yang akan menanaminya / mengurusnya, menurut

beberapa orang disekitar situ, bisa dengan kerjasama dengan petani

penggarap.

> Yang ingin saya tanyakan, bagaimana komposisi pembagian hasilnya lalu

siapa yang memodali bibit, pupuk, dll.

> Mungkin ada rekan2 yang sudah memiliki pola seperti ini, mohon

sharingnya.

>

> Terima kasih sebelumnya

> Bayu Lesmana

>

> ************ ********* ********* ********* *****

> Mau gabung di Agromania Business Club (ABC)?

> Isi formulir di: http://www.agromani a.co.cc

> Informasi: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)

> ************ ********* ********* ********* *****



[Non-text portions of this message have been removed]





























[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke