Artikelnya sangat membuka cakrawala pikir dan pandang pak, semakin menunjukkan 
betapa negeri tercinta kita ini tak berdaya jika kita tidak memberdayakan diri.
sangat sulit pak rasanya jika mengharapkan pemerintah, kita  tahu lah pak 
pemerintah itu akan sangat berpikir keras jika APBN terancam dan di luar itu 
rasanya kok nggak atau mungkin kurang menjadi pemikiran begitu.
maka semoga niat Mulia Anda, pak Setyo Budi, Ibu Menik Sumaroh, Pak Tony Sapi, 
pak D Hadi dan semua yang berniat untuk membantu mencerdaskan bangsa ini, 
terutama berkaitan dengan Ethanol dan segala macam bio-bioan yang lain 
mendapatkan kesehatan, dan keberkahan serta ke ridhoan dari Allah.
dan semoga Petani Indonesia semakin sejahtera. amin

semanga!

==============================
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
http://www.agromania.co.cc
SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
==============================


--- Pada Jum, 10/10/08, Soebekti Soebekti <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Soebekti Soebekti <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Bls: Bls: [agromania] Jasa para Boss dlm memandaikan masyarakat
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 10 Oktober, 2008, 10:37 AM











            Ini ada artikel menarik tentang pemerintah Korea yang mensupport 
warganya agar berkreasi.

 

Beda dengan yang terjadi di negara tercinta seperti ilustrasinya mas Toni.. 
Orang2 semacam mas Toni, mbak Menik tidaklah banyak, termasuk barang langka 
yang mesti di lestarikan, takut keburu punah ....... 

 

Usulan juga buat pak Setyo Budi, sebaiknya temuan tsb dipaten kan saja. Di 
negeri ini yang menemukan lebih dulu bisa saja kalah dengan yang mematenken 
duluan.

 

Jangan Halangi Kemandirian Petani

Selasa, 16 September 2008 | 08:58 WIB

Oleh Haryo Damardono danHermas E Prabowo

Perjumpaan dengan You Churl H, penemu kertas dari rumput laut, Mei 2007, 
mengesankan. Tak disengaja, speedboat kami berpapasan You di perairan Nusa 
Lembongan, Bali. Lebih mengesankan lagi, You bukan ahli biologi, tetapi 
pengusaha perangkat lunak yang didukung pengusaha dan pemerintahnya. Bagaimana 
di Indonesia?

Keberhasilan You menemukan kertas dari rumput laut tidak lepas dari dukungan 
pemerintah, akademisi, dan pengusaha Korea. Kisah penemuannya berawal dari 
tumpahan agar-agar di lantai dapur kediamannya, lima tahun silam. ”Saya 
menyadari agar-agar itu mirip bubur kertas. Jadi, mengapa tidak dibuat kertas? 
Lebih baik, daripada menebangi hutan untuk kertas,” ujar You.

Dia membaca literatur dan menghubungi beberapa balai penelitian. Di 
laboratorium Universitas National Chungnam, You merealisasikan mimpi membuat 
bubur rumput laut. Keberhasilannya didukung saran dari pakar biologi di 
universitas tersebut soal karakteristik rumput laut.

Selanjutnya, You menyewa pabrik selama beberapa hari untuk mencoba memproduksi 
kertas dari rumput laut. Ternyata, dia mampu menghasilkan berlembar-lembar 
kertas. Akhirnya, You memegang paten atas pemrosesan rumput laut merah 
(Gelidium amansii dan Pterocladia lucida) jadi kertas, dari Korea Selatan dan 
AS. Dia kini menunggu paten serupa dari 45 negara, termasuk Indonesia.

Di pengujung 2007, You dan seorang bos dari Samsung mengundang Kompas makan 
malam. Samsung, salah satu raksasa bisnis dari Korea, siap mendukung You, pria 
tambun berpendidikan sastra ini. You berniat mendirikan pabrik kertas di 
Indonesia karena bahan baku rumput laut melimpah.

Beberapa tahun mendatang, You akan menjadi ”bintang” di kawasan ini. Pria dari 
kawasan subtropis itu akan menjadi ”juragan” di Indonesia dengan modal kekayaan 
alam negeri ini. Itu terjadi karena kita lalai memahami alam Indonesia.

Belajar dari pengalaman You, timbul pertanyaan, adakah dukungan serupa dari 
pemerintah bagi petani-pemulia penemu varietas padi baru? Bukankah 
petani-pemulia merupakan inovator, yang dibutuhkan negeri ini?

Semangat petani

Beda Korea, beda Indonesia. Menyadari miskinnya kekayaan alam, menjadikan orang 
Korea mendewakan inovasi. Di Indonesia, inovasi belum mendapat tempat yang 
selayaknya.

Boleh jadi, kontroversi benih padi calon varietas Super Toy HL-2 malah akan 
menyurutkan semangat berkreasi petani pemulia benih. Padahal, masa depan pangan 
Indonesia sangat bergantung dari kreativitas petani.

Kreativitas petani akan melepaskan bangsa ini dari ketergantungan terhadap 
benih impor. Tanpa kreativitas para pemulia benih, penguasaan benih oleh 
segelintir konglomerasi industri benih akan selamanya menjepit petani.

Petani pemulia benih di Indonesia bukan hanya Tauyung Supriyadi dengan Super 
Toy HL-2 -nya. Tanpa banyak sorotan, negeri ini memiliki banyak petani pemulia 
benih.

Keberagaman lanskap lahan pertanian negeri ini seyogianya membutuhkan varietas 
padi spesifik lokasi untuk mengoptimalkan produktivitas padi. Modal plasma 
nutfah yang dimiliki negeri ini yang melimpah bisa menjadi modal untuk 
menghasilkan varietas baru.

Negeri ini butuh varietas padi yang spesifik untuk lokasi tertentu. Sebab, 
meski dalam wilayah satu kecamatan, benih yang dipilih bisa berbeda, sesuai 
karakteristik lahan yang ada, antara lain, tingkat keasaman, lahan kering atau 
basah, pasang surut atau rawa-lebak.

Karakteristik tanah pun bisa berbeda satu dengan yang lain meski dalam satu 
kecamatan. Bisa saja di satu sudut, lahan pertanian direndam luapan sungai, di 
sudut lain kekeringan.

Kisah produksi beras pandan wangi Cianjur dengan karakteristik rasa pulen, 
beraroma wangi pandan saat nasi ditelan, dan terdapat butiran kapur pada setiap 
bulir beras, contoh betapa perlunya padi spesifik lokasi.

Varietas pandan wangi terbukti hanya menghasilkan produk ”sempurna” bila 
ditanam di enam kecamatan di Kabupaten Cianjur. Di luar wilayah enam kecamatan 
itu, hasilnya mengecewakan.

Ancaman

Selama beberapa dekade, kebijakan pembangunan pertanian menempatkan petani 
sebagai obyek. Pemerintah tidak pernah membangun kemerdekaan berpikir dan 
bertindak bagi petani.

Petani selalu menjadi obyek mulai dari produsen benih hingga pestisida. Situasi 
itu telah menumpulkan petani. Belum lagi ancaman pidana bila melawan 
”kebijakan” yang ada, seperti terjadi pada masa-masa lalu.

Di Indramayu, misalnya, petani-pemulia ada yang ketakutan diancam sebuah 
perusahaan swasta karena tidak mau menjual varietas rakitannya untuk 
dikembangkan. Selain ancaman pidana, posisi tawar petani-pemulia juga sangat 
rendah..

Dukungan pemerintah terhadap petani pemulia juga amat lemah. Tiga tahun silam, 
ketika petani pemulia benih Kabupaten Indramayu yang diinisiasi Yayasan 
Farmers’ Initiative for Ecological Livelihood and Democracy (FIELD) Indonesia 
menanam padi persilangan, petugas Dinas Pertanian pun meradang.

Padi persilangan itu dituduh mengundang bencana bagi seluruh pertanian di 
Kabupaten Indramayu. ”Bagaimana bila seluruh areal padi di Indramayu diserang 
hama?” kata petani Joharipin, menirukan oknum Dinas Pertanian setempat.

Namun, hingga kini ”ketakutan” petugas Dinas Pertanian itu tidak terbukti. 
Sawah di Indramayu seluas 118.000 hektar tetap aman. Sawah milik Joharipin yang 
ditanam padi Bongong (persilangan padi kebo dan longong) bebas dari serangan 
hama walau tidak disemprot pestisida.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu yang awalnya antipati mulai memihak 
petani. ”Di desa kami sedang dibangun gudang untuk menyimpan padi hasil 
persilangan,” ujar Warsiyah, petani Desa Kalensari, Kecamatan Widasari, 
Indramayu.

Kamis (11/9), saat Kompas ke Widasari, gudang itu belum jadi. Gudang itu tak 
ubahnya lumbung desa masa silam.

Mencermati sikap pemerintah daerah itu, Aan A Daradjat, Ketua Kelompok Peneliti 
Pemuliaan dan Plasma Nutfah Balai Besar Penelitian Padi, mengingatkan agar 
hati-hati.

”Jangan sampai pemerintah daerah sekadar berambisi menanami varietas padi itu 
hanya untuk gengsi daerah,” ujar Aan.

Aan, penemu padi varietas Ciherang bersama timnya, menegaskan, pengembangan 
benih tak dapat dibatasi wilayah administrasi pemerintahan. Apa beda varietas 
padi di Kabupaten Cirebon di Jawa Barat dengan Kabupaten Brebes di Jawa Tengah?

Seharusnya diapresiasi

Sungguh mengherankan melihat berbagai rintangan yang dihadapi petani pemulia 
benih yang umumnya berumur 30-an tahun di Indramayu itu. Mereka anak muda yang 
tetap bertahan di pertanian meski sebagian besar rekan-rekannya lebih memilih 
”menyerbu” kota untuk menjadi buruh di industri atau di sektor informal.

Seharusnya, kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen 
Pertanian Gatot Irianto, kreativitas petani menghasilkan padi varietas baru 
hasil persilangan diapresiasi.

Masa depan pangan Indonesia, lanjut Gatot, sejatinya ada di tangan petani. 
Dengan memberikan keleluasaan bagi petani mengembangkan varietas baru akan 
terjadi kompetisi positif dalam proses perakitan varietas untuk menghasilkan 
varietas yang diinginkan.

Dukungan kepada petani-pemulia, diharapkan akan mengurangi ketergantungan pada 
perusahaan multinasional dalam pengadaan benih. Tidak hanya itu, pendapatan dan 
kesejahteraan petani pun akan meningkat karena tidak perlu mengeluarkan dana 
relatif besar untuk benih.

Saatnya pemerintah memberi perhatian lebih besar pada riset pertanian, termasuk 
yang dilakukan petani-pemulia. Ini salah satu cara menyelamatkan bangsa ini 
dari ”jebakan pangan”. (INU)



============ ========= =========

Agromania Business Club (ABC)

http://www.agromani a.co.cc

============ ========= =========



----- Pesan Asli ----

Dari: menik sumasroh <menik_sumasroh@ yahoo.co. id>

Kepada: [EMAIL PROTECTED] ps.com

Terkirim: Jumat, 10 Oktober, 2008 08:52:52

Topik: Bls: [agromania] Jasa para Boss dlm memandaikan masyarakat



He...he....he. .. pak Toni memang luar biasa. Saya suka dg gayanya, apalagi 
semangatnya. perlu direalisasikan gagasannya pak. mantap abis deh pokoknya.. 
he...he...

Ayo jalan pak. pulang dong....



============ ========= =========

AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)

http://www.agromani a.co.cc

SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9

============ ========= =========



--- Pada Kam, 9/10/08, tony sapi <[EMAIL PROTECTED] com.sg> menulis:



Dari: tony sapi <[EMAIL PROTECTED] com.sg>

Topik: [agromania] Jasa para Boss dlm memandaikan masyarakat

Kepada: [EMAIL PROTECTED] ps.com

Tanggal: Kamis, 9 Oktober, 2008, 9:15 AM



Para Boss Peternak dan Ibu Menik S yth,

Ibu Menik Sumasroh ada-ada aja deh . Lha wong fermentasi dan silage aja saya 
nggak ngerti apalagi Bio-Bio-an yang serba canggih. Saya baru mengenal  Bi'Onah 
- tukang Lotek di pertigaan.

Berangkat dari kebodohan dan keprihatinan saya sebagai peternak kecil, saya 
telah menghubungi banyak institusi seperti IPB, ITB, Balai ini Balai itu,TMPKB 
dan lain-lain nya, namun ya begitulah hasilnya sampai saat ini masih nihil.

Tiba-tiba kok ya ada yang sudi menawarkan ilmunya untuk di bagi-bagi 
kepada masyarakat untuk kemajuan masyarakat. Terharu saya jadinya melihat sepak 
terjang anda-anda ini, ternyata masih ada yang berjiwa patriot, walaupun tanpa 
bambu runcing dan teriakan Merdeka atau Mati, serta tidak di janjikan  mendapat 
kapling di TMPKB   



Hal yang sama di masalah fermentasi dan silage, di negara lain sudah menjadi 
sesuatu hal yang biasa, lumrah dan selalu di lakukan oleh para peternak, di 
tanah airku ternyata masih langka peternak yang mengetahuinya - termasuk diri 
saya. Padahal disisi lain bahan nya yang berupa limbah pertanian sangat banyak 
terdapat, demikian juga dengan para ilmuwan nya. Sehingga tiap musim kemarau 
panjang kita peternak kecil  bisanya hanya pada mengeluh nggak bisa ngarit 
rumput, kalau ngarit pun pasti pada gosong kepanasan. Terus ternaknya di jualin 
dengan haraga sedapetnya



Mumpung sedang ada gregetnya para ilmuwan yang beredia turun gunung, saya 
dengan penuh kenekatan dan kengawuran mengajukan usulan program tingkat ndeso 
untuk pemandaian peternak kecil. Mulai dari penanaman tumbuhan pakan ternak, 
pengolahan  pakan ternak yg berupa silage dan fermentasi, setelah di makan 
ternak kan ada manur nya - diolah jadi Bioethanol dulu - baru kemudian di bikin 
pupuk organik. Belum lagi pengolahan produk peternakannya, bagaimana mengolah 
susu kambing, packing nya, perijinannya,  sampai bisa di konsumsi pembelinya, 
dan banyak lagi bidang lainnya yg bisa menjadi peluang untuk pemandaian 
masyarakat peternak.

 

Saya berkeyakinan para peternak kecil bersedia mengorbankan sebagian haknya 
demi kemajuan dirinya, kalau nggak mau ya itu tadi di palakin aja, kan 
jumlahnya juga ala kadarnya. Sedangkan para ilmuwan yang jadi mahagurunya 
juga jangan terlalu harus berkorban, hasil pemalakan tadi  - untuk ganti rugi 
waktu -biaya transport dll. Jadi sama-sama untung sedikit lah, untung besarnya 
dinikmati masyarakat banyak. 



Saya menyadari tulisan saya ini tak ubahnya bagaikan mimpi si Dungu yang 
kebanyakan ngelamun.



Namun coba tempatkan diri anda di sepatu saya (yang masih baru bekas lebaran 
lho):

Saya habis jual sapi untuk lebaran, punya sisa keuntungan 1 juta rupiah, uang 
tersebut ingin saya pakai untuk meningkatkan kepandaian saya dalam membuat 
Fermentasi Jerami. Kemana saya harus mencari tempat menimba ilmunya.. 
Jawabannya TIDAK ADA.

Kebetulan saya menang masang Lotere Buntut dapet 2 juta, uang tersebut mau saya 
pake belajar bikin Pupuk Organik, kemana saya harus pergi mencarinya-- TIDAK 
ADA juga jawabannya.



Seandainya ada Instikentut Tony_Sapi, atau Perguruan Peternak Menik Sumarsoh, 
yang memberikan pengetahuan dan praktek "technique beternak yang modern" dengan 
sangat napak bumi, sederhana, nyata, murah, berkesinambungan (ada terus), maka 
masalah saya tsb di atas  -- terselesaikan, saya makin pandai dan makin 
produktif,  karena saya akan ngajarin tetangga dan minta bayarannya lebih mahal.

Terlalu berat dan terlalu sulit, kalau ingin jadi peternak yang 
handal, saya harus daftar jadi mahasiswa universitas UNPAD atau Institut 
IPB, lagian nggak bakal keterima deh. 



Demikian saya sampaikan, semoga Ibu Menik bisa menangkap makna di balik tulisan 
ngawur nggak juntrungan ini, yang pada awalnya hanya akan saya sampaikan saat 
kita saling bertemu mata, namun  saya nggak bisa mudik karena berat di ongkos, 
ahirnya saya tuangkan melalui tulisan ini.

 

Terimakasih dan salam hormat

TONY_SAPI

http://sapiology. com

http://tonysapi. multiply. com



============ ========= =========

AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)

http://www.agromani a.co.cc

SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9

============ ========= =========



----- Original Message ----

From: menik sumasroh <menik_sumasroh@ yahoo.co. id>

To: [EMAIL PROTECTED] ps.com

Sent: Wednesday, 8 October 2008 16:57:26

Subject: Bls: [agromania] Boss Ndo yth



Judul pertemuannya apa bos ? Saya ada expertnya. Gimana kalo dibuat lagi 
pertemuan dengan judul " bisnis integrasi bioethanol"; . Nah .... pak Toni jadi 
pembicara untuk reaktor biogasnya. Sepakat kan ? bungkuuusssss. Jadi ada macam2 
pembelajaran bisnis bos. Pembuatan silase, penggemukan sapi, pembuatan kompos, 
pembuatan pakan ternak, dll.

Kangen ama pak Toni nih jadinya. he...he... habis mantap bahasanya.



============ ========= =========

Agromania Business Club (ABC)

http://www.agromani a.co.cc

============ ========= =========



--- Pada Sel, 7/10/08, tony sapi <[EMAIL PROTECTED] com.sg> menulis:



Dari: tony sapi <[EMAIL PROTECTED] com.sg>

Topik: [agromania] Boss Ndo yth

Kepada: [EMAIL PROTECTED] ps.com

Tanggal: Selasa, 7 Oktober, 2008, 11:02 PM



Boss Ndo yth,

Bener Boss informasi yang saya dapat juga begitu. Hanya bagai mana cara membuat 
silage / silase nya saya nggak pernah tahu, demikian juga dengan  apa yang di 
sebut fermentasi caranya bagaimana belum tahu juga.

Kalau ada yang tahu caranya dan yang paling penting pernah mempraktekannya dan 
menggunakannya , saya secara pribadi mengundang anda untuk memberikan 
pencerahan bagi semua peternak dan calon peternak sapi yang bergabung disini..

Apalagi sudi dan berkenan memberikan contoh praktek pembuatannya, akan 
merupakan amal ibadah yang sangat napak bumi, tidak akan ada yang memuji dan 
memuja - tapi semua merasakan dampak - manfaat nya secara langsung, jika 
diperlukan  saya akan berusaha  mencarikan sponsor kelas pedesaan.

Para peternak di desa-desa sekitar kandang saya bisa di peresein serta di 
palakin dan di mintain uang iuran secara paksa, untuk memberikan ganti rugi 
waktu, ongkos perjalanan dan biaya ini itu yng akan  di keluarkan oleh sang 
Pembimbing/Pencerah /Instructor/ Guru kita tersebut.

 

Silahkan para Boss yang berpengalaman membuat silase dan atau fermentasi, 
bantulah kami-kami yang belum pernah membuatnya, dan hanya tahu melalui bacaan 
belaka. 

 

TONY_SAPI

http://sapiology. com

http://tonysapi. multiply. com



Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

Recent Activity

*  97

New MembersVisit Your Group

Y! Messenger

Send pics quick

Share photos while

you IM friends.

Yahoo! Groups

Latest product news

Join Mod. Central

stay connected.

All-Bran

10 Day Challenge

Join the club and

feel the benefits.

..



Get your new Email address!

Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!

http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ sg/



[Non-text portions of this message have been removed]



____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

Dapatkan alamat Email baru Anda!

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/



[Non-text portions of this message have been removed]



____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/



[Non-text portions of this message have been removed]



























      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke