Mohon maaf sebelumnya kpd Bpk/Ibu semua yang mengirimkan email ke saya tapi belum sempat kebales. Saya orang lapangan jadi jarang dibelakang meja karena itu jarang online. Pas buka email isinya udah numpuk. Kalau saya jawab satu2 via japri kok rasanya ga abis2, karena itu untuk pertanyaan yang hampir sama saya jawab lewat sini aja yah. Sekali lagi mohon maaf. (maklum orang gaptek internetan, ya gini ini jadinya)
Saya menggunakan bahan baku molases karena dari daerah saya banyak PG. Karena itu saran saya lebih baik anda perhatikan sekitar anda untuk menentukan bahan baku termurah dan termudah yang bisa anda dapatkan. Untuk satu liter ethanol (asumsi 95%) dibutuhkan molase kurang lebih 4 kg. Untuk singkong sekitar 7 kg tergantung kadar pati. Untuk molases prosesnya lebih simple karena tidak perlu liquifikasi dan sakarifikasi. Untuk ragi saya menggunakan ragi roti (karena belum dapet source lain). Kalau ada yang punya ragi khusus ethanol (turbo yeast) saya mau beli donk! Mohon infonya. Untuk harga sama sekali tidak ada standar baku. Saya hanya melihat harga beli pertamina sebgai standar perbandingan nasional. Tapi pada prakteknya harga bisa 2 digit persen diatasnya. Saya sendiri sudah berubah-ubah harga sedikitnya 5 kali karena bingung menentukan harga yang pas. Untuk bahan bakar saya menggunakan kombinasi kayu bakar dan gas. Tapi ternyata kayu bakar sangat tidak efisien dan gas mahal. Karena itu saya sedang melirik batubara dan elektrical heater. Ada yang tau tentang thermal oil (ato ada sebutan lain) ga yah? Mohon infonya donk. Untuk masalah safety sepertinya tidak semenakutkan itu kok. Destilasi hanya menghasilkan sedikit tekanan yang bisa dibilang tidak berarti. Kecuali apabila alat anda sengaja dirancang dengan tekanan tertentu atau vacum untuk mengurangi titik didih air dan alkohol. Pada kondisi biasa tekanan baru timbul apabila ada pipa yang mampet. Untuk itu sebaiknya anda memasang pressure gauge dan relief valve pada evaporator/boiler anda. Safety harus jadi prioritas. Dan jangan lupa menyaring beer sebelum masuk ke alat detilasi untuk menyaring solid material yang bisa mengendap dan menumpuk di alat destilasi anda. Untuk mesin saya belum berani menawarkan ke orang karena meskipun sudah mampu memproduksi dengan kadar tinggi tapi dari sisi jumlah output/hour saya masih belum cukup puas dan juga masih kurang ergonomis dari segi bentuk karena saya bukan orang teknik. Karena itu untuk saat ini saya belum bisa menerima permintaan membuatkan mesin. Saran saya apabila anda membeli alat, tanyakan berapa asumsi kadar alkohol yang dipakai untuk menentukan kemampuan produksi yang diklaim penjual. Satu contoh, ada yang menawarkan alat dengan klaim kemampuan produksi 100 liter/hari namun ternyata asumsi kadar yang digunakan 60-70%. Alat itu memang bisa memproduksi sampai kadar 95%, namun saat memproduksi kadar 95% kemampuan produksi turun hingga menjadi tidak sampai 70 liter/hari. Sekian dulu, kalau ada pertanyaan yang kelupaan mohon maaf. Kalo ada yang ahli atau pakarnya ikut baca, nuwun sewu. Still learning and learning. Semoga berguna ================================================= Data lengkap anggota Agromania Business Club (ABC) dapat dilihat di http://www.direktoriabc.co.cc Bagi yang belum daftar, silahkan isi FORMULIR di: http://www.formulirabc.co.cc =================================================

