Rekan-rekan yang baik:Besok tepat 1 minggu sudah dari hari pertemuan bioetanol yang "heboh" tersebut. Yang tersisa sekarang adalah tindak lanjut atau action plan nya. Saya sangat tidak menguasai persoalan bioetanol secara teknis apalagi setelah melihat paparan para ahli minggu lalu, tapi tetap penuh semangat untuk belajar terus. Ibarat usaha jualan sate ayam/kambing, paling-paling saya bisanya bagian "ngipas" nya doang (tukang kipas yang positif lho, bukan yang negatif).
Dari pertemuan minggu lalu terlihat kita masih "malu-malu" mem-posisikan diri kita masing-masing, apakah sebagai pengamat, penggembira (saya kelihatannya masih di kelompok ini), mencari sumber danakah, memberdayakan masyarakatkah, atau menjadi sumber usaha anggota milis ini? Dari pendekatan skala investasi (bagian ini saya lumayan mengerti) menengah atau kecil masih perlu kita pertajam, semisal: berapa sih modal awal yang dibutuhkan untuk bisa menjadikan ini menjadi industri rumahan. Berapa modal alat? berapa modal kerjanya? Bagaimana memasarkannya? Bagaimana sumberdaya manusianya? Sebaiknya di lokasi mana usaha ini dilakukan (dari paparan mbak Menik, kelihatannya Jawa Tengah adalah yang terbaik dengan melihat aspek sosio-kultural nya). Jadi mari kita mulai diskusi yang lebih intensif di milis ini, tetapi diharapkan jangan terlalu melebar diskusinya, cukup acuannya dari hasil pertemuan Sabtu 8 Nov. yang lalu. Kalau toh sudah bosan berdikusi, mimpi saya sih...berharap kalau-kalau ada yang sudah berani memulai membuat proposal bisnis bioetanol skala kecil/menengah dan di kirim ke milis ini, untuk memudahkan kita dalam mem-posisikan diri kita masing-masing. Semoga....! Terima kasih. -- Salam, D. Hadi www.thepowermax.com www.danilhadi.blogspot.com ============================== Agromania Business Club (ABC) http://www.agromania.co.cc ==============================

