Artikel ini menarik untuk didiskusikan:

SUPERGENE MENYERBU INDONESIA
Benih sawit “supergene” mulai merambah luas pada wilayah pengembangan sawit di 
Indonesia. Meski pemerintah belum mengeluarkan izin beredar, namun benih ilegal 
ini sudah menyebar. Diduga tidak hanya petani yang telah menggunakan 
“supergene” namun juga perusahaan swasta, dan diperkirakan masuk ke wilayah 
Indonesia sejak 9 tahun yang lalu. 

Dari investigasi Tim dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman 
Perkebunan (BBP2TP) Medan terhadap peredaran benih supergene pada bulan Oktober 
yang lalu (2008) di beberapa Propinsi di Sumatera diperoleh hasil yang cukup 
mengejutkan. Tim tersebut menemukan sejumlah kebun produksi yang menggunakan 
benih “supergene” di wilayah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan 
Lampung, dengan luas areal temuan hingga 4.000-an ha. 

Di Kabupaten Deli, Sumatera Utara, Tim mejumpai kebun sawit menggunakan 
“supergene” seluas 33,6 Ha. Di Propinsi Riau tim menemukan kebun serupa dengan 
luas lebih dari 400 ha. Namun yang lebih fantastis adalah hasil temuan di 
propinsi Sumatera Selatan dan Lampung, masing-masing seluas 600 ha dan 2.700 
ha. Sebagian besar kebun-kebun tersebut milik perusahaan swasta. 

Selain kebun produksi dengan “supergene”, tim juga menemukan pembibitan 
supergene di kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara, Kabupaten Palalawan 
Propinsi Riau, Kabupaten Sorolangun Propinsi Jambi. Hasil di atas membuktikan 
bahwa peredaran benih ilegal cukup luas dan memerlukan tanggapan serius dari 
pemerintah. 

“Supergene” merupakan jenis kelapa sawit hibrida D x P temuan seorang ahli 
agronomi asal Malaysia bernama Dr. Fang. Benih ini kemudian dikembangkan oleh 
IRHO Supergene Development, Ltd sebuah perusahaan asal Malaysia. Namun 
“supergene” hingga saat ini belum mendapatkan legalitas untuk dapat diedarkan 
dari pemerintah Negara Malaysia, sehingga otomatis tidak dapat didistribusikan 
di Indonesia. Masuknya benih “supergene” ke wilayah Indonesia dipastikan dengan 
jalur tak resmi melalui laut. Sehingga status benih “supergene” di Indonesia 
sama dengan benih asalan lainnya atau dapat dikategorikan sebagai benih palsu.

Tanaman asal benih “supergene” diklaim memiliki keunggulan antara lain memiliki 
tingkat produksi hingga 50 ton per hektar, memiliki kandungan randemen (oil 
extraction ratio) yang tinggi mencapai 26%-28%. Selain itu, kandungan beta 
carotene 1.000 ppm ke atas, randemen iInformasi tentang supergene.. Informasi 
inilah yang kemudian menyebar dari mulut ke mulut maupun jaringan internet 
hingga menarik minat banyak pihak untuk membeli. 

Namun tanpa adanya bukti legalitas, maka tidak ada jaminan "supergene" bakal 
menghasilkan tingkat produksi yang memuaskan. Bisa jadi hasil yang bakal 
diperoleh tidak seperti yang diiming-imingkan atau malah jauh lebih rendah dari 
yang diklaim. Jika hal tersebut terjadi maka konsumen yang akhirnya dirugikan. 
Oleh sebab itu para calon pengguna benih sebaiknya menggunakan kecambah asal 
sumber benih legal baik yang berada di Indonesia maupun luar negeri, yang sudha 
terjami kualitasnya.

Sumber: http://pengawasbenihtanaman.blogspot.com/             


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000)
MILIS: http://groups.yahoo.com/group/agromania
KOMUNITAS BISNIS: http://www.agromania.co.cc
AKTIVITAS: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos
REFERENSI: http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/
EMAIL: [EMAIL PROTECTED]
ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510
INFORMASI: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
BERGABUNG: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


------------------------------------

DAFTAR JADI ANGGOTA MILIS AGROMANIA:
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Posting Pesan: [email protected]
Kontak Moderator: [EMAIL PROTECTED]
SMS Moderator: 0811-18-5929

TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, 
daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori 
agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, 
taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, 
makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, 
kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, 
sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, 
minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, 
durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir 
/ importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, 
wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan 
bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, 
pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro 
indonesia.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke