Rekan2 Agromania dan moderator 

tulisan dibawah bukan products argibusiness, tetapi barangkali tulisan
ekonomi lokal dan global ini ada manfaatnya untuk rekan rekan semua


cheers
Riksanagara

$$$$$$$$$$$$$$££££££££££££££££££££$$$$$$$$$$$$
        
Antisipasi Menangkal Resesi
[Laporan Utama, Gatra Nomor 2 Beredar Kamis, 13 November 2008] 
http://www.gatra.com/artikel.php?id=120510

Penarikan Duit dari Bank Century (Yahoo! News/REUTERS/Crack
Palinggi)Amerika Serikat tengah dilanda krisis? Bagi Damhuri Nasution,
Senior Econometrician Danareksa Research Institute, apa yang terjadi
pada ekonomi Amerika belum sepenuhnya bisa disebut resesi. Memang
petumbuhan per kuartal 2008 ini menunjukkan angka yang terus-menerus
menurun dan mengarah pada resesi. Namun, dalam perbandingan per tahun,
pertumbuhan ekonomi Amerika tahun 2008 lebih baik daripada tahun 2007.

Lebih dari itu, indeks kepercayaan konsumen di Amerika menunjukkan
tren yang makin membaik. Indeks ini merupakan indikator bergeliatnya
kembali aktivitas ekonomi. Salah satunya ditandai dengan meningkatnya
daya beli masyarakat. Apa yang terjadi pada ekonomi global saat ini
hanyalah perlambatan gerak pertumbuhan. ''Ibarat seseorang berlari, ia
juga memerlukan waktu jeda untuk beristirahat mengambil napas,''
ujarnya. Resesi dan ekspansi merupakan hal yang lumrah terjadi di
dunia ekonomi.

Resesi tidak akan berlangsung terus-menerus. Demikian pula ekspansi
tidak akan berjalan tanpa bisa berhenti. Yang terpenting adalah
bagaimana perusahaan dan pemerintah mampu memahami proses itu.
''Melalui riset dan mengikuti gerak perkembangan ekonomi, bisa dibuat
strategi untuk mengantisipasi saat terjadi resesi dan saat melihat
peluang ekspansi,'' kata Damhuri kepada Sukmono Fajar Turido dari Gatra.

Perlambatan ekonomi pada saat ini, masih kata Damhuri, tidak akan
berlangsung lama. Mengacu pada krisis di masa lalu, kurang dari satu
tahun perlambatan itu akan berakhir. Hal ini didukung dengan sikap
global negara-negara di dunia untuk menyelesaikan masalah ini secara
bersama-sama. "Ketika demand naik, kita juga harus siap, agar pasarnya
tidak direbut asing," ujarnya.

Sejauh ini, secara global, yang terjadi adalah perlambatan yang
signifikan. Data terakhir pertumbuhan ekonomi global menunjukkan,
Amerika masih tumbuh positif (0,81%), Cina 9%, Jepang 0,75%, dan
seluruh negara Eropa masih tumbuh 3,9%. Namun semua itu berada di
bawah pertumbuhan potensialnya. Lampu kuning sudah menyala. Tapi
kemampuan negara-negara itu mengatasi krisis makin terasah.

Data berikut ini bisa dijadikan gambaran: krisis yang terjadi di
Amerika Serikat pada 1981 berlangsung 16 bulan, sedangkan tahun 1991
dan 2001 cuma delapan bulan. Jadi, lebih pendek. Demikian pula di
negara-negara lain, makin pendek periode resesinya.

Antisipasi yang Harus Dilakukan Perusahaan
Jangka pendek:

1. Fokus di pasar domestik. Populasi 225 juta penduduk adalah pasar
besar yang harus digarap.

2. Kualitas produk ekspor pasti tinggi. Maka, perusahaan yang
berorientasi ekspor harus mencari pasar domestik yang high quality dan
menggusur dominasi produk impor.

3. Perusahaan juga membuat produk yang sama dengan barang impor
sehingga pasar domestik dikuasai.

4. Jangan dulu berekspansi, tunggu sampai ekonomi negara-negara maju
pulih dan mengalami rebound.

Jangka menengah:

1. Perusahaan menyosialisasikan kondisi sebenarnya kepada karyawan
tentang prospek perusahaan ke depan.

2. Jika perlu, mengajukan keringanan fiskal lewat asosiasi sampai
keadaan membaik.

Jangka panjang:

1. Tetap menjaga kapasitas yang ada. Jangan buru-buru melakukan PHK.
Biasanya resesi di negara maju tidak terlalu lama. Resesi pada 1991
dan 2001 di Amerika hanya berlangsung delapan bulan. Setelah delapan
bulan, mereka mengalami rebound.

2. Kalau memang keadaan sulit, karyawan bisa dirumahkan dulu.

3. Melakukan riset kecil untuk mendeteksi kenaikan permintaan.

4. Menelaah sampai kapan resesi terjadi, sehingga ketika negara yang
terkena resesi mengalami rebound, perusahaan sudah siap.

Kebijakan yang Bisa Ditempuh Pemerintah

1. Menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Kalau
globalnya memburuk, domestiknya didorong, sehingga permintaan masih
ada dan ekonomi masih jalan.

2. Survei indeks kepercayaan konsumen di enam provinsi utama, dengan
mewawancarai 1.700 rumah tangga, menunjukkan indeks yang membaik. Ini
merupakan modal cukup bagus bagi momentum perbaikan ekonomi dalam negeri.

3. Menjaga inflasi jangan sampai merembet ke mana-mana. Kalau inflasi
naik, suku bunga pasti tinggal menungu waktu untuk naik. Kalau suku
bunga turun, perekonomian pasti bergerak.

4. Mencegah jangan sampai ada barang dengan harga dumping masuk ke
pasar domestik. Pemerintah harus meningkatkan pengawasan di
pelabuhan-pelabuhan. Atau, kalau bisa dibuat di dalam negeri,
barang-barang itu tak harus diimpor.

5. Memberi insentif fiskal, memastikan kelancaran pembelanjaan APBN,
dan mempercepat proyek infrastruktur.

[Laporan Utama, Gatra Nomor 2 Beredar Kamis, 13 November 2008] 

Kirim email ke