Saya pernah baca beberapa sumber di internet tentang cara membuat bio ethanol (bensin) dari singkong. Pengolahannya melalui beberapa tahap. Bacanya sederhana, tapi prakteknya rumit juga. Singkong yang sudah dikupas (atau bisa juga gaplek yang dicacah kecil2), direbus sampai menjadi bubur. Setelah itu didinginkan baru diberi ragi (fermentasi), didiamkan beberapa hari sampai terbentuk alkohol, kandungan etanol sekitar 12 %. Setelah itu dilakukan proses destilasi untuk memisahkan etanol dari air (+/- kandungan etanol 95 - 98%). Etanol yang sudah jadi masih harus dicampur dengan bensin, perbandingan bensin 90 : 10 ethanol. Kelebihan bensin yang dicampur bio-ethanol, kadar oktannya naik, penggunaan BBMnya juga lebih irit. Selain singkong, bio ethanol bisa dibuat dari sorghum manis (pohonnya lbh murah dan kadar gulanya lebih banyak), air nira, tetes tebu, dll. Walaupun begitu, untuk saat ini, bio etanol belum ekonomis, karena BBM fosil sudah murah, tapi harga bahan baku rata2 masih tinggi. FYI, di Sukabumi ada pengusaha bio ethanol berbahan baku singkong, namanya Pak Soekaeni.
************************************************** PEMBERITAHUAN PENTING !! Calon anggota Agromania Business Club (ABC) yang sudah mengisi formulir di: http://www.formulirabc.co.cc saat ini sudah banyak yang antri menunggu approach dari pengelola. Jika Anda mengisi sekarang, Anda harus bersedia antri bersama calon anggota lainnya. Bagi yang tidak serius untuk menjadi anggota, harap TIDAK mengisi form tersebut karena hanya akan memperlambat penanganan rekan2 lain yang benar-benar serius. Terima kasih. **************************************************

