Mengelola hewan kesayangan Kelinci tidak boleh asal-asalan. Kisah kegagalan akibat minim produktivitas atau kematian menjadi cerita sehari-hari. Di banyak negara para peternak yang sukses selalu berpijak pada ilmu ternak kelinci secara serius. Buku tentang pengelolaan kelinci menjadi kebutuhan. Beruntunglah saat ini ada buku baru yang secara ilmiah dan dikemas dengan bahasa popular hadir kehadiran Anda sekalian. Sekadar untuk mengintip isi buku ini Anda bisa membaca ulasan dan daftar isi berikut ini:
Judul Buku: KELINCI (*Pemeliharaan secara ilmiah, tepat, dan terpadu*). Penulis: FAIZ MANSHUR. Kata Pengantar:Mu'tasim Fakkih SE MM. Editor: Mathori Al-Elwa. Penerbit; Nuansa Cendekia Bandung. Tebal Halaman284: *Harga Rp 61.000 termasuk ongkos kirim untuk pulau Jawa.* Layanan pembelian langsung bisa dilakukan melalui Distributor Nuansa Cendekia Sdr Hasyim (0818638038). Telp 022-76883000. Faks 022-7834013. Email: [email protected]. Alamat Penerbit Nuansa Cendekia. Jl Vijayakusuma II/E-06 Ujungberung-Bandung 40619. Buku ini juga bisa Anda dapatkan di Toko Buku Gramedia dan Toko Buku lainnya. Informasi selengkapnya Toko Buku penjual buku ini hubungi 0818638038 (layanan sms dan tlp) ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Cara Mendaftar di Agromania Business Club (ABC) (1) Buka: http://www.formulirabc.co.cc (2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar (3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar (4) Klik Continue. Anda akan langsung terdaftar (5) Tunggu berita dari pengelola. AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000) INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY) ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ [image: kelinci] Apa yang Anda bayangkan dengan buku panduan teknis? Biasanya tak jauh dari kesan kiat-kiat praktis namun saat dibenturkan dengan kenyataan sehari-hari isinya hanya sedikit yang relevan. Beragam buku kiat peternakan misalnya, hanya sedikit yang benar-benar bisa diterapkan secara realistis oleh para peternak. Terutama pada dunia peternakan kelinci, beberapa buku yang ada tersebut nyaris sulit diterapkan oleh para peternak atau pemelihara. Hal ini sering dimaklumi karena beberapa alasan. Pertama, buku ternak (dalam hal ini ternak kelinci) kebanyakan mengambil referensi dari literatur asing yang sudah usang. Soal sumber, dari mana pun sebenarnya tidak masalah, tetapi sumber ilmu pengetahuan yang tertinggal biasanya cukup menyulitkan. Kita tahu, perkembangan ilmu pengetahuan terus meningkat pesat, sementara dengan paradigma ternak lama (tahun 1980an-1990an) sudah banyak mengalami perubahan. Kedua, bisa jadi karena buku-buku tersebut kurang menganalisa dan menjabarkan secara mendalam dan kontekstual sehingga pembaca di Indonesia gagap ketika menerapkan. Para penulis memang mampu dalam mengutip sumber-sumber asing dan menjelaskan dalam bahasa yang baik. Tetapi bahasa tidak cukup, sebab realitas peternakan di negara lain sangat berbeda dengan di Indonesia. Tak heran jika beragam masalah yang tidak relevan dialami para peternak/pemelihara kelinci di Indonesia justru dijelaskan panjang lebar, sementara masalah-masalah yang terjadi di sekitar kita tidak dibahas secara tuntas. Kehadiran buku ini nampaknya sangat ambisius untuk menjawab tantangan-tantangan di atas. Penulisnya menganggap semua sumber referensi adalah inspirasi, bukan doktrin yang harus mutlak kebenarannya. Karena itu pengalaman peternak, dokter atau pengelola kelinci di negara lain sama pentingnya dengan pengalaman para peternak di Indonesia. Buku yang ditulis oleh seorang pemelihara kelinci ini menyuguhkan ulasan-ulasan yang sifatnya praktis. Tetapi praktis di sini bukan berarti mengabaikan literatur ilmiah/teori. Antara teori dan praktek diolah menjadi satu kombinasi yang baik untuk menjelaskan persoalan-persoalan yang dialami peternak kelinci.[image: dsc05478] Masalah kesehatan dan Makanan kelinci menempati pembahasan utama. Menurut penulis, hal ini penting dikemukakan karena saat ini banyak peternak yang gagal karena kedua masalah ini. Tak heran jika setiap penyakit diulas secara detail sehingga pembaca lebih jeli dalam menganalisa sebab-musabab timbulnya penyakit serta pencegahan dan pengobatannya. Sementara dalam hal makanan penulisnya menjelaskan aneka ragam bahan makanan yang baik bagi para pemelihara/peternak kelinci. Beragam khazanah lokal dikemukakan sebagai solusi supaya pemelihara/peternak kelinci mampu memanfaatkan aset-aset di sekitar kita menjadi bahan makanan kelinci. Kreativitas buku barangkali terletak pada kombinasi antara sumber asing dengan khazanah lokal. Dengan demikian pembaca akan merasakan bahwa banyak cara bisa dilakukan menangani penyakit kelinci tanpa harus membawa ke dokter. Kalau kita telaten membaca satu persatu uraian dari buku ini secara seksama, barangkali akan banyak manfaat bagi panduan pemeliharaan/peternakan kelinci Anda. Mungkin di dalamnya memuat banyak kekurangan dan barangkali ada kesalahan. Kekurangan jelas sangat wajar karena menjelaskan dunia perkelincian tak cukup dengan ulasan buku setebal 300 halaman. Kita tahu, berbagai literatur di Amerika Serikat misalnya, dalam hal penyakit saja seringkali bukunya mencapai setebal 600 halaman. Kritik dan saran atas buku ini sangat ditunggu. Selamat membaca. *Penerbit Nuansa Cendekia* * [Non-text portions of this message have been removed]

