Catatan Moderator: Meski OOT, info ini sengaja kami muat karena penting untuk 
siapapun, termasuk pelaku agrobisnis. /MOD
=========================================

Salam sukses..
Sekedar berbagi info bagi rekan disini..maaf, meski OOT tapi saya yakin ada 
guna bagi semua anggota milis ini:
 
Posting ini adalah sebuah email yang diforward oleh seorang teman kepada saya 
pagi ini. Selamat Membaca. Semoga Bermanfaat.




 
****************

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga 
pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang 
taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi.

Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ?
Sopir (S) : Baik Pak.
P : Mas tau kesalahannya apa ?
S : Gak Pak.
P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor 
taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti 
mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap.
S : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo 
ada pasti saya pasang.
P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan 
nada keras !!)
S : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Ini kan 
bukan mobil curian !
P : Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu terima 
aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).
S : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU 
aja.
P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu 
gak berlaku !
S : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?
P : Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu 
bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, 
ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
S : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh 
polisi)

Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini.
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?
S : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau 
ngasih
P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !
S : Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja 
Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku 
(sambil ngambil HP)

Wah ... wah .... hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas dan trendy. Terbukti 
dia mengeluarkan HPnya yang ada kamera.
P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin 
(sambil berlalu).

Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan 
shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi).
P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas seperti itu.
S : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi 
yang menilangnya).

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan 
singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. 
Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.
P 2 : Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)
S : Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi 
yang menilang)
P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600,- sambil 
berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu 
disini. Saya tunggu.
S : (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada 
saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang. Saya 
berkata : "Ya, silakan."

Sopir taksi itupun langsung ke ATM sambil berkata, "Hatiku senang banget Pak, 
walaupun ditilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya 
paham macam-macam surat tilang.

Tambahnya, : "Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 
minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI! Mending bayar 
mahal ke negara sekalian daripada buat oknum.


Dari obrolan dengan sopir taksi tsb dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri 
secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti 
masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan 
liar berupa pembengkakan
nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang 
dititipkan di kejaksaan setempat. Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan 
yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. 
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah 
no. rek Bank BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita 
di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang. You know what ? Denda yang 
tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu ! Dan dananya 
RESMI MASUK KE KAS NEGARA.


Mari Jadikan Segalanya Lebih Baik


 




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke