Suatu pengalaman menarik di dunia bisnis oportunis. Maaf, bagi yang berminat menjual tokek silakan lanjutkan. Kok bisa yah masih ada orang yang opostunis yang daya kritis udakah dikibuli pemikiran yang sangat rasional. Misalnya: bukankah kita akan tersesat dalam pemikiran kalau harga tokek yang begitu tinggi bahkan bermiliaran hanya dibeli untuk makan sekedar mempercantik kulit dan obat untuk menunjang kesehatan. Mendingan beli sambun mandi yang harganya Rp.2000-3000.- serta digunakan untuk mandi yang teratur, serta didukung oleh pola makan yang bagus serta istirahat yang cukup, akau yakin akan memberi penampilan serta kecerian segar bagi diri kita. Sangat boleh jadi umur kita akan lebih panjang dan sehat dari pada cari tokek di tempat persembunyiannya yang aman. Tokek diam koh diganggu!!!! Mau tau! Tokek kalu mengigit tak akan dilepas lagi sampai dia mati dan kaku baru secara perlahan kita buka mulutnya secara paksa/daging kita akan tercopot dari tubuh yang normal! Aku ngomong karena aku pernah digigit tokek diusia sekolah dasar. Kalau aku sih...mendingan ku jual koran sambil duduk di emperan toko atau trotoar dapat Rp.1000/2000 dah cukup untuk belih sabun mandi jika ingin mempercantik diri!
Aku dah banyak bergaul dengan teman-teman yang berbisnis yang "menurut saya aneh-aneh aja", tapi kenyataannya samapi sekarang belum pernah ada yang berhasil. Dan bahkan penderitaan yang menyelimuti diri mereka. Atau hanya sekedar menghabiskan waktu dan duit untuk biaya operasional. Kalau memang ada pembeli yang serius mintalah/mereka harus berinisiatif memberi biaya operasional. Kalau tidak berhasil tak apa-apa! Anda khan tidak rugi duit, kalau hanya rugi waktu anggaplah sebuah kenangan manis dalam persahabatn/mitra bisnis Anda. Pengalaman yang pernah kita lihat dan tahu misalnya: orang pada cari ekor cecak yang bercabang, bambu yang bukunya terbalik dan lain lain-lain. Tak disangkal memang barang-barang itu ada.....tetapi yang menjadi pertanyaan sudah berapa orang yang berhasil menjualnya dan kaya? Pertanyaan kritis: -. Mengapa orang Indonesia tidak menganjurkan kepada pemerintah untuk membantu masyarakat Indonesia membudidayakan tokek aja supaya bisa terbebaskan dari himpitan kemiskinan sehingga tak perlu mengeksploitasi sumber alam yang berlebihan? -. Atau benar seprti yang dianalisa oleh salan satu teman dimilis ini yang mengatakan toket hanya dibutuhkan "dimusim orang mencari kursi/kedudukan'. Kalau memang benar tokek digunakan untuk meramal dan lain-lain sebagainya. Ngapain kita pilih orang-orang seperti itu yang berprilaku seolah-olah tak ada Pencipta dan kebenaran....nanti negara ini mau dikemanakan serta diapakan oleh orang-orang seperti itu? Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. By. Oswald ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ TIPS Pengecekan Reputasi Bisnis di Google Cara 1: Ketik Nama Lengkap (untuk nama spesifik) Cara 2: Ketik Nama dan Nama Kota Cara 3: Ketik Nama dan Komoditi Bisnis Cara 4: Ketik Nama dan Tahun Lahir Cara 5: Ketik Beberapa Angka dari Nomor Telepon http://www.direktoriabc.co.cc ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

