Salam, Saya masih belum belajar banyak tentang Carbon Trading , karena skala plantation saya yang masih kecil. Saya tahu ada point point yang bisa diperdagangkan, tapi kurang jelas apakah sertifikat biji seperti yang saya punya itu bisa dipergunakan. Bibit kerdil sisa afkiran contohnya begini : ( di salah satu postingan saya minggu lalu sudah ada ) - Bulan Mei , misalkan saya membibitkan 10.000 biji sengon laut lokal. Yang berkecambah 7.200 biji. Pada akhir Oktober , dari 7200 batang ini dihasilkan 2000 batang dengan tinggi 60 cm lebih . kemudian 2500 batang tingginya 50 - 60 cm , lalu 1000 batang tingginya 40 - 50 cm , dan sisanya 1700 batang tingginya 25 - 40 cm. - Bulan Juni , misalkan saya membibitkan 10.000 biji sengon laut lokal. Yang berkecambah 7000 batang. Pada Akhir Oktober , dihasilkan 500 batang tinggi 60 cm lebih , 1000 batang dengan tinggi 50 - 60 cm , 1000 batang tinggi 40 - 50 cm , 2000 batang tinggi 30 - 40 cm , 1000 batang tinggi 20 - 30 cm , sisanya 1500 batang tinggi di bawah 20 cm. Pada awal Nopember , saat awal musim hujan , yang tinggi 60 cm lebih ada 2000 + 500 batang hasil bibitan baru , ini digabung dengan sisa tahun lalu yang tingginya sama , kemudian dijual dengan harga sama , misalkan Rp. 900. Pada Akhir Nopember , yang tadinya tinggi 50 - 60 cm sudah lebih dari 60 cm , ada 2500 btg Mei dan 1000 btg Juni. Ini juga digabung dengan sisa stok musim sebelumnya ( kalau masih ada ) yang tingginya sama. Pada Akhir Desember , yang tinggi 40 - 50 cm sudah tingginya lebih dari 60 cm , ada 1000 btg Mei dan 1000 batang Juni. Pada akhir musim tanam , yang bertinggi 20 - 30 cm kalau laku dijual , diobral dengan tinggi 50 cm , kalau tidak laku , dipelihara asal tidak mati dan dijual musim tanam selanjutnya, ada yang jadi tinggi 60 cm , 70 cm , 80 cm. Ini yang disebut sisa afkiran. Terimakasih. Hormat kami ,
Rudy Krisbiantoro Anggota Agromania Business Club 94-280109-7215, Lokasi di Semarang Kontak ke 0858 66 231 777.Sedia bibit albasia/sengon unggul , aren unggul,paulownia,jabon,jati,mahoni,suren,mindi dll,cover crop kebun sawit,bibit lele sangkuriang. Bergabunglah dengan Agromania Business Club,dan dapatkan manfaatnya bagi usaha Anda ! Maju terus Agromania ! ___________________________________________________________________ *************************************************** FREE DOWNLOAD (Ebook)! Direktori Pengusaha Agrobisnis Indonesia (ABC) Silahkan download di: http://www.direktoriabc.co.cc *************************************************** --- On Wed, 4/1/09, dwi_konoha <[email protected]> wrote: From: dwi_konoha <[email protected]> Subject: [agromania] Re: Berkebun Sengon To: [email protected] Date: Wednesday, April 1, 2009, 4:56 PM Salam Pak rudy. Yg dimaksud bibit kerdil sisa afkiran itu apa ya? Benarkah sertifikat dr pohon sengon bisa diperdagangkan di bursa perdagangan karbon? Kabarnya bagi setiap industri dinegara yg tidak mampu memenuhi protokol kyoto akan berebut untuk memiliki sertifikat pohon tersebut. Regards. Dwi wahono. ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~ TIPS Pengecekan Reputasi Bisnis di Google Cara 1: Ketik Nama Lengkap (untuk nama spesifik) Cara 2: Ketik Nama dan Nama Kota Cara 3: Ketik Nama dan Komoditi Bisnis Cara 4: Ketik Nama dan Tahun Lahir Cara 5: Ketik Beberapa Angka dari Nomor Telepon http://www.direktor iabc.co.cc ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~ > --- On Mon, 3/30/09, albasia_rudy <albasia_rudy@ ...> wrote: > > From: albasia_rudy <albasia_rudy@ ...> > Subject: [agromania] Berkebun Sengon > To: agroma...@yahoogrou ps.com > Date: Monday, March 30, 2009, 4:27 AM > > > Salam, > > > > Saya mau ceritakan pengalaman saya berkebun sengon , sebelum akhirnya saya > mulai membibitkan sengon. > > > > Kecurigaan saya mulai muncul ketika saya amati setiap saya membeli bibit > sengon untuk ditanam , rasanya dari kepadatan tanah di polybag ada 3 - 4 > kelompok. Dan ada yang kelihatan segar dan cepat pulih , ada yang tidak > berubah setelah ditanam di lahan selama satu bulan. > > > > Hal itu makin tampak di umur 1 tahun. Yang tidak pulih dengan cepat , > tingginya masih 1,5 - 2 meter. Yang lain sudah 3 - 4 meter. > > > > Dari pengamatan saya , ada beberapa masalah dalam memilih bibit sengon : > > 1. Kualitas benihnya sendiri kurang seragam. > > 2. Benihnya berasal dari tanaman yang bukan jenis unggul. > > 3. Penjual mencampur bibit kerdil sisa afkiran dengan tanaman baru , asalkan > tingginya hampir sama. Inilah makanya kepadatan media tanam dalam polyban > berbeda , karena masa pemeliharaannya berbeda - beda. > > > > Karena itulah , saya sekarang membibitkan sengon sendiri dan hanya > menggunakan bibit yang pertumbuhannya di atas rata - rata , dengan begitu > penjarangan saya sekarang ini di bawah 10 %. > > > > Tips saya untuk yang ingin berkebun sengon : > > 1. Pakai bibit unggul bersertifikat saja. Hanya beda paling banyak Rp. 1 juta > / hektar untuk biaya bibit. Biaya lainnya sama.Pemasukannya hampir 2 kali > lipat. > > > > 2. Beli di awal musim tanam , karena peluangnya dapat baik + kerdil 50 - 50 . > Kalau beli sisa di akhir musim tanam , kemungkinan besar dapat sisa afkiran. > > > > 3. Sebisa mungkin pesan ke pembibit yang bisa dipercaya , bayar sedikit lebih > mahal , tapi hanya minta yang unggul sertifikat & sudah disortir hanya yang > pertumbuhan [Non-text portions of this message have been removed]

