Pak Izoel, saya mendukung anda. Terus maju pak. Kalo ada pihak2 yang
tidak suka, mereka harusnya membantu mengclearkan suasana dengan cara
melakukan pencarian fakta2 dilapangan bukan dengan cara menutupi demi
kepentingan bisnisnya semata. Kepentingan bisnis ini hanya jangka
pendek, jika kita terus menutupi masalah ini, ini akan jadi budaya
jangka panjang yang akan membahayakan kelangsungan hidup anak cucu
kita.
Saya malah ingin usul agar kita kampanyekan stop penggunaan formalin
pada hal2 yang bisa membahayakan kesehatan.

=============================
Mitra Bisnis Menanti Anda di:
http://www.direktoriabc.co.cc
=============================


On 4/6/09, izoel kifli <[email protected]> wrote:
> Terima kasih Pak,
> Yang Bapak katakan persis seperti yang saya alami saya tidak menyangka hal
> ini akan menjadi kontradiksi, sungguh diluar dugaan.
> Terima kasih
>
> --- On Sun, 4/5/09, Mars Saja <[email protected]> wrote:
>
>
> From: Mars Saja <[email protected]>
> Subject: Re: [agromania] Gara2 formalin seperti makan buah simalakama
> To: [email protected]
> Date: Sunday, April 5, 2009, 4:03 PM
>
>
>
>
>
>
> Salam Agromania,
> Permisi, saya juga bukan ahli, tapi mau ikut nimbrung ya.. Mungkin
> kebanyakan dari kita mesti mengakui bahwa kita sbg masyarakat atau
> bangsa masih perlu banyak belajar. Salah satunya dari hal seperti ini.
> Mungkin awalnya kita tidak menyangka bahwa apa yg kita ucapkan atau tulis
> atau lakukan akan berefek melebihi yg kita bayangkan
> sebelumnya (atau bahkan membayangkan saja tidak). Informasi semakin
> mudah/cepat/ murah didapat dari mana saja dan disebarkan ke mana
> saja ke seluruh penjuru dunia, terlepas dari valid atau tidaknya informasi
> tsb. Bahasa pun tidak jadi kendala.. Masing2 orang atau pihak bisa jadi
> punya maksud ataupun interpretasi yang berbeda pula. Dunia pun tidak berisi
> yg "putih2" saja, atau yg "hitam2" saja. Dunia berisi banyak
> "warna" (baca: kepentingan) . Urusan pangan, energi dan teknologi termasuk
> urusan yg dikerubuti oleh banyak pihak (orang, masyarakat,
> lembaga, bangsa/negara, dunia).
> Semoga kita menjadi lebih bijak dalam bersikap, seperti kata Pak Rudy
> (terimakasih banyak atas tips2 cerdasnya).
> Terimakasih.
>
> Salam,
> Mars
>
> ------------ --------- --------- --------- --------- -----
> CARA BARU Mendaftar di Agromania Business Club (ABC)
> (1) Buka: http://www.formulir abc.co.cc
> (2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
> (3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
> (4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
> (5) Segera lakukan Pembayaran Iuran dan Infokan
> melalui SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
> (6) Data keanggotaan Anda akan langsung diproses.
> ------------ --------- --------- --------- --------- -----
>
> ____________ _________ _________ __
> From: Rudy Lee <albasia_rudy@ yahoo.com>
> To: agroma...@yahoogrou ps.com
> Sent: Saturday, April 4, 2009 10:23:19 PM
> Subject: Re: [agromania] Gara2 formalin seperti makan buah simalakama
>
> Salam,
>
> Sudah lah , Pak. Saya bukan ahli , tapi saya rasa , saya tahu maksud Bapak
> baik. Saya makanya menambahi catatan , supaya orang tidak jadi fobia atau
> negatif , sehingga kita lebih bijak menyikapinya. Mungkin karena pendidikan
> saya yang rendah , makanya saya memandang segala sesuatu lebih simpel.
>
> Yang sering saya lihat mengenai kasus formalin ini adalah , begitu kerasnya
> hidup ini ( menurut oknum - oknum pelaku ) , makanya mereka menghalalkan
> segala cara , yang penting mereka tidak rugi. Saya ini peternak lele
> juga ... Ada oknum - oknum yang datang tanya mengenai lele yang mati , tapi
> sudah ukuran konsumsi. Di pasar grosir ikan malah mereka rajin bergerilya
> beli lele mati dari pedagang grosir ikan lele. Saya tanya asal mereka /
> mereka pasarkan di mana , mereka ternyata dari kota - kota yang
> banyak perguruan tingginya , berarti pasarnya adalah anak - anak kuliahan
> yang cari lauk murah..  Jadi satu lagi peringatan bagi rekan - rekan yang
> gemar makan lele, jangan makan lele matang yang badannya super lurus. Yang
> lebih melingkar malah pasti masih hidup waktu diolah. Makin lurus , makin
> meragukan , karena sudah mati waktu masuk ke wajan.
>
> Dan saya pikir , mending kita saling memberi tips seperti ini , daripada
> saling tuduh mengenai niat baik / buruk. Yang lebih harus kita waspadai
> adalah supaya para pelaku penyimpangan moral dengan menjual produk tidak
> layak konsumsi agar jera & tidak laku.
>
> Saya tetap respek atas niatan Bapak mengingatkan kami.
>
> Hormat saya,
>
> Rudy Krisbiantoro
> Anggota Agromania Business Club 94-280109-7215, Lokasi di Semarang
>
>
> Bergabunglah dengan Agromania Business Club,dan dapatkan manfaatnya bagi
> usaha Anda ! Maju terus Agromania !
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
>
> ************ ********* ********* ********* ********* ***
> FREE DOWNLOAD (Ebook)!
> Direktori Pengusaha Agrobisnis Indonesia (ABC)
> Silahkan download di: http://www.direktor iabc.co.cc
> ************ ********* ********* ********* ********* ***
>
> --- On Sat, 4/4/09, izoel kifli <izoel...@yahoo. com> wrote:
>
> From: izoel kifli <izoel...@yahoo. com>
> Subject: [agromania] Gara2 formalin seperti makan buah simalakama
> To: "agroma...@yahoogro u ps.com" <agroma...@yahoogro u ps.com>
> Date: Saturday, April 4, 2009, 6:33 AM
>
> Dear All,
> Apa saya salah menyampaikan saran supaya hati2 terhadap formalin?
> Apa saya tidak salah jika membiarkan rekan semua disuguhi makanan
> berformalin setiap hari?
> Apakah yang melatarbelakangi ketakutan seseorang untuk berbuat kebaikan
> karena mereka takut tersudut?
> Terus kapan dong kita mau memulai untuk berbuat baik?
> Terus terang saya prihatin padahal ini negara demokrasi setiap orang bebas
> mengutarakan pendapat tetapi kalau masih dibungkam terus kapan kita akan
> maju?
> Tentunya kita semua mengerti ini tempat sharing bukan untuk saling
> menyudutkan/ menjatuhkan.
> Terima kasih.
> Mohon sarannya bagi para ahli.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>


--
Send from Blackberry

Kirim email ke