Dear all,

Saya pernah mencoba juga membudidayakan belut (th 2004-2006) menggunakan 8 buah 
kolam semen yg masing2 berukuran Panjang 6 m x Lebar 4 m dan Tinggi 1,2m. Bibit 
belut yang saya tebar berasal dari lumajang sebanyak 40.000 ekor. (barangkali 
penulis: Bpk Ruslan Roy ingat dengan kolam plasma di Cikampek?)

Mengenai pakan hidup kelihatannya mutlak harus selalu ada, karena belut adalah 
hewan karnivora. Disamping pelet khusus untuk belut belum banyak yang 
menggunakan (karena belut tidak suka dengan pelet?) tapi jika dalam kolam belut 
pemberian pakannya tidak kontinyu menyebabkan belut memangsa belut lain yang 
lebih kecil (betulkah?).

Mengenai pakan hidup seperti kecebong, dari jenis katak yang mana yang disukai 
belut? Sejauh pengamatan saya kecebong dari katak buduk/katak racun tidak 
disukai belut. Mungkin maksudnya kecebong katak hijau?
Barangkali rekan2 Agromania ada yang bisa menjelaskan.


Rgds,
Harry


--- Pada Sen, 20/4/09, Buku Berkualitas <[email protected]> menulis:

Dari: Buku Berkualitas <[email protected]>
Topik: [agromania] Aplikasi dan Budi Daya Pakan Belut
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 20 April, 2009, 5:31 PM

AGROMEDIA  ==Untuk menghasil belut yang sempurna, tentu pemeliharaannya pun 
harus optimal. Di antaranya ialah pemberian pakan yang mencukupi kebutuhan gizi 
bagi perkembangan belut. Dalam “Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Belut” karya 
Drs. Ruslan Roy, M.M. dijelaskan bagaimana membuat aplikasi pakan dan budi daya 
belut, yaitu sebagai berikut.

A.  Aplikasi Pakan Belut

Belut merupakan hewan karnivora yang membutuhkan pakan mengandung protein 
sekitar 65—70%. Namun, pakan yang dimaksud bukan apa yang diberikan sebagai 
rutinitas dengan memberikan pelet setiap hari, tapi harus diselingi dengan 
pemberian pakan hidup, misalnya aneka jenis ikan atau bekicot. Hal ini berguna 
untuk menghindari pengaruh produktivitas belut yang tidak maksimal akibat 
pemberian jenis pakan secara terus-menerus.


-----------------------------------------------------
CARA PASTI Mendaftar di Agromania Business Club (ABC)
(1) Buka: http://www.formulirabc.co.cc
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
(5) Segera lakukan Pembayaran Iuran dan Infokan
melalui SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
(6) Data keanggotaan Anda akan langsung diproses.
-----------------------------------------------------


Di dalam media budi daya juga bisa diletakkan beberapa pakan hidup seperti 
kecebong, cacing, larva ikan, dan belatung. Selain itu, belut untuk kegiatan 
pembesaran juga dapat diberi pakan mati berupa cincangan bangkai ayam atau 
cincangan bekicot. Namun, pakan bangkai tersebut sebaiknya telah direbus 
sebelum diberikan agar belut terhindar dari penularan penyakit atau 
mikroorganisme yang menjangkit hewan tersebut.

Adapun jumlah pakan yang diperlukan untuk menambah berat badan belut disebut 
nilai ubah atau convertion rate (FCR) ialah sebagai berikut.

FCR = Jumlah pakan yang dimakan selama interval waktu tertentu 
Pertambahan berat badan selama interval waktu tersebut

Ini berarti, semakin kecil rasio konversi pakan, semakin cocok makanan tersebut 
untuk menunjang pertumbuhan belut. Sebaliknya, semakin besar rasio konversi 
pakan, kemungkinan besar pakan yang digunakan tidak efektif dalam memacu 
pertumbuhan belut.

Perbandingan antara 1 kg berat daging belut dengan jumlah berat pakan yang 
dibutuhkan disebut koefisien konversi berat. Jadi, untuk menambah berat 1 kg 
daging belut dibutuhkan 2 kg pakan, ini berarti koefisien konversi berat pakan 
adalah 0.5. Apabila koefisien konversi berat itu dikalikan dengan 100%, akan 
diperoleh efisiensi konversi berat.

B. Pakan Hidup yang Bisa Dibudidayakan

1. Cacing Sutra
    Cacing sutra (Tubifek sp.) umumnya berwarna merah darah dengan panjang 
10-30 mm. Cacing ini biasa hidup di selokan atau saluran-saluran dangkal yang 
banyak mengandung zat organik. Mereka biasa hidup berkoloni atau bergerombol.

2. Cacing Tanah (Lumbricus rubellus)
Cacing tanah biasanya terdapat di tanah humus, tempat pembuangan sampah, atau 
tepian sungai yang bercampur dengan sisa sampah. 
Cara membudidayakan cacing sebenarnya cukup mudah, cukup dengan menyiapkan 
kotoran sapi secukupnya, sisa sayuran atau sampah yang membusuk, tanah, dan 
serbuk gergaji. Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu. Campuran tersebut 
kemudian dimasukkan ke dalam wadah dan disusul dengan memasukkan benih cacing. 
Dalam beberapa minggu, biasanya cacing sudah berkembang biak.

3. Bekicot
Bekicot di alam sering menjadi musuh petani karena memakan tanaman padi atau 
sayuran. Padahal, daging bekicot sebenarnya dapat digunakan sebagai pakan belut 
karena mengandung protein yang cukup tinggi. 
Untuk budi daya bekicot, buatlah wadah kandang berupa rumah-rumahan atau gedek 
dari bambu berukuran 1 x 1 cm dan tinggi 60--70 cm. Selanjutnya, masukkan 
limbah sayur-mayur, cincangan batang pisang, dan batang pepaya, diamkan selama 
1 minggu. Setelah bahan-bahan tersebut membusuk, masukkan bibit bekicot 
sebanyak 20 indukan. Bekicot akan bertelur setelah satu bulan. Agar bekicot 
tetap hidup, jangan lupa memberikan cincangan batang pisang dan sayur mayur 
setiap hari.

4. Keong Mas
Daging keong sawah dan keong mas sebenarnya bisa digunakan untuk pakan belut, 
asalkan jangan terbawa masuk dengan cangkangnya. Sebaiknya, daging keong mas 
dicincang terlebih dulu sebelum diberikan kepada belut. Keong sawah dan keong 
mas mudah ditemukan di sawah-sawah. Untuk kebutuhan yang lebih besar, Anda bisa 
dengan mudah membudidayakannya.

5. Kutu Air
Daphnia dan Moina termasuk kutu air dari jenis udang renik. Sering dijumpai di 
perairan yang mengandung banyak bahan organik. Selain hidup sebagai platonik, 
kutu air juga banyak menghuni tempat-tempat lembap, seperti danau, waduk, rawa, 
kolam, dan genangan air lainnya. Makanan utamanya adalah tumbuhan renik 
(fitoplankton), hewan renik (zooplankton), dan detritus.

6. Belatung
Belatung sebenarnya merupakan larva dari lalat. Untuk mencarinya memang tidak 
mudah, tetapi belatung bisa dihadirkan dengan cara mengumpulkan bahan-bahan 
yang bisa mengundang lalat, misalnya ampas tahu, pupuk urea, dedak halus, 
cincangan eceng gondok, dan tepung ikan asin. Bahan-bahan tersebut dicampur 
menjadi satu dan diaduk rata. Setelah itu, diamkan selama beberapa hari di 
tempat yang agak terbuka, lalu tutup dengan kain yang basah. Beberapa hari 
kemudian belatung akan tumbuh subur di wadah tersebut.

7. Kecebong atau Berudu
Kecebong merupakan bahan pakan yang baik bagi belut. Kecebong dapat diperoleh 
dengan cara mengembangbiakkan katak. Caranya, masukkan beberapa pasang ekor 
katak jantan dan betina. Biarkan hingga katak hijau tersebut berkembang biak di 
kolam. Telur katak yang berhasil menetas akan menjadi kecebong, dan kecebong 
tersebut disukai belut.

=======================================

Spesifikasi Buku:

Judul : Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Belut  
Penulis : Drs. Ruslan Roy, M.M. 
Ukuran : 19 x 24.5 cm
Tebal : vi + 126 hlm.
Penerbit : AgroMedia Pustaka
ISBN : 979-006-222-2
Harga : Rp 55.000

Selengkapnya: http://www.agromedia.net 


------------------------------------

-----------------------------------------
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
INFORMASI: http://www.agromania.co.cc
FORMULIR: http://www.formulirabc.co.cc
DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc
MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc
PUSAT DATA: http://www.agrodata.co.cc
-----------------------------------------Yahoo! Groups Links






      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke