Terima kasih Pak Eka

Bahan yg berguna sekali utk evaluasi dan cambuk bagi kita utk berbuat sesuatu 
utk kemajuan persusuan nasional..  Dari Materi di bawah saya mencuplik sedikit:


"Bukan rahasia lagi bila perkembangan yang lamban peternakan rakyat salah 
satunya berasal dari aspek manajerial, teknis operasional dan kebijakan 
pemerintah.  Kegiatan
budidaya yang baik dibarengi kebijakan Pemerintah yang kondusif
tentunya akan memberi angin segar perkembangan peternakan sapi perah
rakyat.  Kebijakan pemerintah tidak boleh tumpang tindih
untuk menghindari terjadinya perbedaan persepsi yang mengganggu
perkembangan persusuan Indonesia.   Dinas
Peternakan dan Balai-balai Penelitian (Balai Penelitian Ternak, Balai
Veteriner, BPT-HMT) bertugas melakukan pembinaan, pengarahan serta
transfer manajemen dan teknologi kepada peternak.  Tengoklah kasus 
Brucellosisdan Anthrax yang mewabah di peternakan sapi perahbeberapa warsa 
silam.  Seandainya sebelum wabah terjadi dilakukan tindakan pencegahan yang 
cepat dan tepat, bukan tidak mungkin ratusan peternak akan terselamatkan ‘asap 
dapurnya’."

Kita jangan terlalu berharap banyak dari Pemerintah/ birokrat deh.  Lambat 
banget kerjanya, jangan sampai kita terpengaruh dgn pola kerjanya. Kita lakukan 
sesuatulah maka kita bisa lebih maju jika terkordinasi saja di lapangan, 
bukankan kita terkenal sbg bangsa yg ramah? Setelah kita lakukan sesuaatu nanti 
pemerintah yg lamban kita semprot.  Kalau tidak sampai kapan kita akan 
bangkit???
Susu sapi negeri sendiri kok tidak bisa kita nikmati harga murah, kok hanya 
perusahaan asing yg cerdik itu yg menikmati harga murah,  kita pun bisa 
menikmatinya jika kita cerdik, bersatu, jujur, bersih, dan berkarakter kita 
pasti dan pasti lebih makmur.    Nilai rupiah kita pun akan semakin kuat 
(seperti skrg ini), karena kita akan semakin mandiri dgn sumber alam kita.

Bgmn  dan next stepnya menurut Pak KD?

Salam Susu Segar (SSS)


David Darlan
LSM TTI
-----------------------------------------------------
CARA PASTI Mendaftar di Agromania Business Club (ABC)
(1) Buka: http://www.formulirabc.co.cc
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
(5) Segera lakukan Pembayaran Iuran dan Infokan
melalui SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
(6) Data keanggotaan Anda akan langsung diproses.
-----------------------------------------------------


________________________________
From: eka budhi sulistyo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 16, 2009 8:32:00 PM
Subject: Bls: [agronursery] Re: ( FTI ) Harga Susu Turun Lagi  ...ayo beralih 
ke organik







PERSUSUN INDONESIA … Badai pasti berlalu

eka budhi sulistyo


Persusuan nasional seharusnya sudah memasuki usia dewasa, baik dari segi 
produksi maupun teknologi.  Peternak rakyat saat ini harus dipaksa pasrah 
dengan penerimaan harga jual susu dalam negeri yang semakin murah, sementara 
biaya pokok produksi usaha ternak semakin meningkat, biaya pakan ternak semakin 
melambung diiringi biaya obat-obatan untuk mendukung kesehatan dan metabolisme 
ternak serta ditambah serbuan susu impor yang jauh lebih murah dengan memajukan 
sebuah fenomena bernama Pasar Bebas.
Peremajaan ternak sudah sangat berat dilakukan, harga beli ternak sapi perah 
dibandingkan akhir tahun 2007 meningkat lebih dari 100% diawal tahun 2008, lalu 
bertahan sepanjang tahun untuk kemudian menuju masa suram ditahun 2009 ini.  Di 
Boyolali – Jawa Tengah saat ini untuk mendapatkan Sapi Dara kualitas baik, 
cukup dengan merogoh dana Rp. 7.250.000, terpaut lumayan dibandingkan harga 
tahun lalu yang mencapai Rp. 9.000.000.  Harga ini dipicu semakin melemahnya 
nilai tawar peternak terhadap pengumpul susu atau KUD.  Harga air susu kualitas 
baik yang pada tahun 2008 sempat menyentuh angka Rp. 3.100/liter dibeli oleh 
pengumpul susu atau KUD dari peternak, saat ini menukik menuju angka Rp. 
2.800/liter dan ada kemungkinan harga akan turun kembali mendekati angka        
         Rp. 2.500/liter.  Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut sampai 
akhir bulan Juli 2009 karena PEMILU dan masuknya tahun ajaran baru, kecuali 
bila ada stimulus yang nyata dari
 Pemerintah yang bekerjasama dengan swasta/lembaga koperasi.
Kondisi ini akhirnya membuat peternak masuk kedalam kotak dan kubu 
masing-masing dan mencoba untuk dapat ‘survive’ ditengah ancaman era pasar 
bebas.  Kondisi kebebasan pasar juga menggurita di dalam negeri.  Industry 
Pengolahan Susu dengan pongahnya mulai merambah ke akar rumput, unit-unit 
penampungan air susu (cooling unit) disebar diseantero wilayah untuk menjaring 
air susu dari peternak rakyat tanpa ada koordinasi dengan pihak lembaga yang 
memayungi peternak rakyat.  Akhirnya, peternak dengan sukacita karena 
iming-iming harga lebih tinggi berduyun-duyun masuk kedalam genggaman sebuah 
usaha yang menyalahi etika perdangan/bisnis persusuan.  Tentunya kondisi mental 
oknum-oknum yang terlibat didalamnya cukup besar sehingga kondisi persusuan 
Indonesia menjadi semakin parah.  Saat harga susu impor memiliki harga lebih 
rendah, maka IPS perlahan-lahan mulai mengurangi pemasukan air susu dari 
peternak lokal, dengan dalih kualitas dan kuota air susu.
 Akibatnya, peternak lokal kembali mengalami masa sulit dengan mendung yang 
semakin pekat memayungi, gairah beternak sapi perah yang sempat timbul pada dua 
warsa lalu kembali menurun drastis.
Bermuara pada upaya peningkatkan konsumsi protein perkapita dan pendapatan 
peternak rakyat, saatnya dilakukan upaya nyata, terarah dan terprogram oleh 
semua pihak untuk meningkatkan produktivitas ternak serta evaluasi menyeluruh 
sehingga monitoring produktivitas dapat terukur, kuantitatif maupun kualitatif.



SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber daya manusia (peternak, Pemerintah, akademisi, perusahaan peternakan dan 
Koperasi Susu) berperan dalam pelaksanaan manajemen usaha ternak yang 
menentukan keberhasilan usaha.
        1. Peningkatan kualitas peternak sebagai ujung tombak usaha melalui 
pelatihan, transfer teknologi dan informasi.  Pembiayaan kegiatan ini dapat 
diambil dari Pos Dana APBN/APBD, Pemerintah Daerah, Koperasi, Industri Pengolah 
Susu atau peternak itu sendiri.  Pembiayaan tersebut menjadi sangat murah bila 
muatan-muatan yang diterima dapat diserap, dicerna dan diterapkan oleh 
peternak, dibarengi pendampingan dan arahan secara simultan yang berimbas pada 
peningkatan produktivitas ternak.
        2. Pengurus Koperasi Susu seyogyanya memiliki kemampuan dan 
keterampilan mumpuni untuk disampaikan kepada anggota melalui pendidikan dan 
latihan langsung dilapangan sehingga budidaya ternak dapat efektif dan efisien. 
 Pelatihan dan pendidikan bagi Staf Teknis Koperasi mutlak dilakukan selain 
studi komparasi dan transfer informasi.
        3. Direktorat Jenderal Peternakan/Dinas Peternakan berperan lewat 
penyuluhan, pembinaan dan pendampingan kepada peternak.  Petugas Penyuluh 
Lapangan diberi pendidikan dan latihan teknis peternakan maupun informasi 
kebijakan pemerintah.  Pihak pemerintah juga harus bertanggungjawab atas 
perjalanan tata niaga air susu yang stabil dan ideal sehingga keberpihakan 
harga air susu segar kepada peternak menjadi lebih besar dan peternak dapat 
mengembangkan dan meningkatkan kualitas usaha ternak.
        4. Perguruan Tinggi dan Sekolah Menegah Kejuruan yang berhubungan 
dengan dunia peternakan, akan terus mencetak Sarjana, Ahli Madya atau tenaga 
terlatih untuk mengaplikasikan dan mengembangkan teori yang mereka terima di 
bangku pendidikan.  Kurikulum yang sempurna, pola pengajaran yang baik dan 
informasi terbaru dunia peternakan tidak diragukan lagi akan menghasilkan 
tenaga-tenaga intelektual terdidik dan terlatih dalam mengembangkan persusuan 
Indonesia, baik sebagai wirausahawan atau tenaga karir.

MANAJERIAL, TEKNISOPERASIONALdan KEBIJAKAN PEMERINTAH

Bukan rahasia lagi bila perkembangan yang lamban peternakan rakyat salah 
satunya berasal dari aspek manajerial, teknis operasional dan kebijakan 
pemerintah.  Kegiatan budidaya yang baik dibarengi kebijakan Pemerintah yang 
kondusif tentunya akan memberi angin segar perkembangan peternakan sapi perah 
rakyat.  Kebijakan pemerintah tidak boleh tumpang tindih untuk menghindari 
terjadinya perbedaan persepsi yang mengganggu perkembangan persusuan Indonesia.
Dinas Peternakan dan Balai-balai Penelitian (Balai Penelitian Ternak, Balai 
Veteriner, BPT-HMT) bertugas melakukan pembinaan, pengarahan serta transfer 
manajemen dan teknologi kepada peternak.  Tengoklah kasus Brucellosis dan 
Anthrax yang mewabah di peternakan sapi perahbeberapa warsa silam.  Seandainya 
sebelum wabah terjadi dilakukan tindakan pencegahan yang cepat dan tepat, bukan 
tidak mungkin ratusan peternak akan terselamatkan ‘asap dapurnya’.  Ribuan 
hasil penelitian para ahli dalam dan luar negeri tentang teknis budidaya sapi 
perah, harus dapat disosialisasi dan diaplikasi oleh peternak. Sangat sayang 
bila pengorbanan waktu, tenaga dan tentunya biaya penelitian dan penyusunan 
program itu hanya menjadi tumpukan kertas belaka, tidak teraplikasi dan 
tersosialisasi kepada peternak rakyat.  Pendampingan secara sinergis akan 
mempercepat bertumbuhnya jiwa profesionalisme peternak.
Profesionalisme peternak akan memberi dampak nyata bagi kesinambungan segitiga 
produksi (Bibit–Pakan-Manajemen) .  Peternak akan mendapatkan bibit ternak 
berproduktivitas tinggi, mampu memberi pakan berkualitas dan memiliki manajemen 
usaha yang baik.   Pihak Akademisi bidang Peternakan yang terus menetaskan para 
konseptor dan pelaksana teknis di lapangan merupakan asset berharga yang 
berpotensi membantu perkembangan persusuan Indonesia dengan cara memberi 
masukan berlandaskan teori-teori ilmiah yang aplikatif.

VISI DAN MISI

Pihak-pihak yang terkait dan berkompeten terhadap perkembangan dunia persusuan 
Indonesia harus segera berkumpul, menyatukan misi dan visi, mengesampingkan 
kepentingan masing-masing untuk melahirkan SATU KONSEP PENGEMBANGAN PETERNAKAN 
SAPI PERAH INDONESIA.
Koleksi dan pemecahan permasalahan merupakan hal yang masih dilakukan secara  
parsial oleh masing-masing pihak.  Permasalahan- permasalahan dilapangan 
melalui pemilahan objektif dan ilmiah akan melahirkan akar permasalahan yang 
dapat diselesaikan secara tuntas.  Solusi-solusi jitu yang lahir melalui 
pemikiran banyak pihak dibarengi penyatuan persepsi, dikumpulkan sebagai bank 
data pemecahan masalah, sehingga saat timbul permasalahan sejenis dapat diambil 
tindakan yang cepat dan tepat.
Sistem baku yang luwes dalam mencari jati diri hakiki peternakan sapi perah 
Indonesia akan dapat dihasilkan dan akan terus bergulir semakin besar dalam 
menghasilkan Persusuan Indonesia yang mandiri dan berhasil.  Evaluasi program 
akan menghasilkan masukan dan referensi penyempurnaan konsep yang mengkerucut 
pada satu keluaran pola baku persusuan Indonesia.
Badai pasti berlalu, kegelisahan dan kebuntuan usaha akan berganti dengan 
kecemerlangan dan kegembiraan.

[email protected]
--- Pada Kam, 16/4/09, LSM T T I <hpjaka...@yahoo. com> menulis:


Dari: LSM T T I <hpjaka...@yahoo. com>
Topik: [agronursery] Re: ( FTI ) Harga Susu Turun Lagi ...ayo beralih ke organik
Kepada: Forum_Tani_Indonesi a...@yahoogroups. com
Cc: agroma...@yahoogrou ps.com
Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 10:06 AM


Dear Pak KD,
Saya lagi bermimpi, Dimana saat ini ada rekan saya yg mau kerjasama menggunakan 
15 unit kiosnya di Ciledug untuk GROSIR   pemasaran makanan organik/tanpa zat 
kimia, dengan target masyarakat kelas menengah ke bawah (Karyawan), jangan cuma 
mau layani kelas atas.

Disana kita bisa tampung berbagai makanan organik untuk bisa melayani 
masyarakat Jabodetabek.

1. Saat ini telah tersedia Madu Manna Organik
2. Pak KD mau supply Susu segar
3. Rekan saya sdh buat tahu tanpa zat kimia.
4. Siapa bisa  sediakan ikan segar/tanpa zat kimia (Formalin dan Borak)?
5. Siapa bisa sediakan sayur dan buah organik?
6. Siapa bisa sediakan Beras organik?
7. dll

Jika ada rekan2 yg punya sumber2 makanan pokok yang lain, mari kita satukan 
bersama2.
Semoga mimpi bisa jadi kenyataan, demi kesehatan rakyat.
Salam Organik

David Darlan




________________________________
 From: kusuma diwyanto <kd_...@yahoo. com>
To: Forum_Tani_Indonesi a...@yahoogroups. com
Cc: Dedi GKSI <dedi...@bdg. centrin.net. id>; dedi setiadi <dedi...@yahoo. 
com>; dedi KPSBU <perestorian@ bdg.centrin. net.id>; yudinoor yudi 
<yudin...@bdg. centrin.net. id>; rochadi tawaf <rochadi_tawaf@ yahoo.com>; 
teguh boediyana <t_boediyana@ yahoo.com>
Sent: Wednesday, April 15, 2009 5:47:27 PM
Subject: Re: ( FTI ) Harga Susu Turun Lagi ...ayo beralih ke organik


Dear pak David,

Saya teruskan respon Bapak kepada teman-teman peternak, untuk segera merapatkan 
barisan.

Hidup peternak sapi perah.

KD


--- On Wed, 4/15/09, LSM T T I <hpjaka...@yahoo. com> wrote:


From: LSM T T I <hpjaka...@yahoo. com>
Subject: Re: ( FTI ) Harga Susu Turun Lagi ...ayo beralih ke organik
To: Forum_Tani_Indonesi a...@yahoogroups. com
Date: Wednesday, April 15, 2009, 2:45 AM


Dear Pak KD,

Saya sangat setuju, kalau kita mengkonsumsi susu segar dengan bbrp manfaat:

        1. Lebih bergizi
        2. Lebih menguntungkan bagi petani/rakyat kita Indonesia

        3. Lebih enak dan segar.Kami juga sdh memulai mengkonsumsinya.  
Silahkan Pak KD lakukan koordinasi maka saya akan mendorong warga Tangerang 
bersama jaringan penjualan madu asli kami, karena kami juga membantu penjualan 
Madu Asli organik, tanpa proses evaporasi, tanpa campuran lain, tanpa Zat kimia 
(Na biSulfit : anti fermentasi dan Na benzoat :anti busuk).

Jadi kalau bisa kita satukan dengan berbagai gerakan organik.  Biar untungnya 
tdk seberapa tapi kita bisa berguna bagi petani dan bangsa kita sendiri.


Itu yang membuat saya juga tdk malu jual madu organik, biar yang lain jual susu 
segar, jual ikan segar, daging segar, sayur organik, tahu organik, dll.  Asal 
jamin keorisinilan  produk dan kepercayaan.
Saudara2 ku Mari kita satukan kebajikan.
Trimakasih
Salam Organik

David Darlan


________________________________
 From: kusuma diwyanto <kd_...@yahoo. com>
To: yudinoor yudi <yudin...@bdg. centrin.net. id>; rochadi tawaf 
<rochadi_tawaf@ yahoo.com>; teguh boediyana <t_boediyana@ yahoo.com>; ISPI PB 
<pb_i...@yahoo. co.id>; Muladno <mula...@indo. net.id>
Cc: RUSNAS_SAPI moderator <rusnas_sapi- ow...@yahoogroup s.com>; Rusnas Sapi 
<RUSNAS_SAPI@ yahoogroups. com>; peternak group <peter...@yahoogroup s.com>; 
IPB Milis <ipb-l...@yahoogroup s.com>; Forumtani Soebekti <Forum_Tani_Indonesi 
a...@yahoogroups. com>; PERIPI Pemulia <pemu...@yahoogroups .com>; breeding 
balitnak <balitnak_breeding@ yahoogroups. com>; Atien Priyanti <atienpriyanti@ 
yahoo.com>; Ismeth Inounu <i_ino...@yahoo. com>; ratna ayusaptati 
<ratnaayusaptati@ yahoo.com>
Sent: Wednesday, April 15, 2009 8:35:39 AM
Subject: ( FTI ) Harga Susu Turun Lagi


IPS mengingkari kesepakatan:

Kompas hari ini Rabu tanggal 15 April halam 12 mewartakan bahwa IPS (Nestle) 
telah melanggar kesepakatan, dengan menurunkan harga pembelian susu segar dari 
rakyat, turun sekitar Rp. 300/liter. Ini merupakan sinyal yang kurang baik bagi 
perkembangan industri peternakan sapi perah rakyat!

Kalau saja masyarakat dapat langsung membeli susu segar ke peternak, dengan 
harga Rp. 5000/liter, semua akan diuntungkan. Peternak dapat memperoleh harga 
yang menggembirakan. Sementara itu konsumen dapat barang bagus, bergizi & 
berkualitas dibanding dengan susu bubuk, dengan harga cuman 50% dibanding kalau 
beli susu kemasan.

Bagaimana kalau kita semua ikut mendorong adanya gerakan minum susu segar dalam 
negeri untuk merespon praktek tataniaga susu yang kurang kondusif.

ISPI, PPSKI, GKSI, DPN, dlsb.... mestinya mulai merapatkan barisan, mengajak 
teman-teman di Universitas, Birokarasi, Lembaga Penelitian, dlsb, dengan agenda:

1. Mengusulkan agar tariff impor susu atau produk susu 15%, bukan sperti 
sekarang yang justru di 0%-kan. (dalam hal ini pemerintah berpotensi memperoleh 
pemasukan sekitar Rp. 1,5 trilyun).

2. Pajak ekspor untuk komoditas pakan, seperti singkong, tetes, bungkil inti 
sawit, pucuk tebu, dsb. (potensi pemasukan kas pemerintah ratusan milyar 
rupiah).

3. Segera membangun IPS skala menengah berbasis susu segar dalam negeri, yang 
terintigrasi (menjadi milik) peternak atau koperasi sapi perah. (didukung dana 
hasil # 1 dan  # 2).

4. Lakukan gerakan minum susu segar produk lokal secara menyeluruh di Jawa 
bersama PemKab/PemKot & PemProp bagi anak sekolah, PNS, karyawan/buruh pabrik. 
(seperti yang pernah dilakukan sejak tahun 1980-an di Jatim & Jabar, Gerimis 
Bagus di Sukabumi, Gerimiss Sekawan di Semarang, milk school di Thailand, dlsb).

5. Sosialisasikan agar masyarakat mulai aktif membeli susu segar langsung dari 
peternak, atau kiosk-kiosk yang dibangun koperasi sapi perah (seperti di 
LHM-Solo, Rowo Seneng, beberapa lokasi di JaBar, dlsb).

6. Manfaatkan lahan-lahan perkebunan dan kehutanan, yang memungkinkan, dikelola 
secara integratif, untuk menanam rumput atau legume tree ..... sekaligus dalam 
rangka 'soil & water conservation' . (seperti yang sudah di mulai di JaBar, 
mengembangkan tiga strata-Prof. Nitis, dlsb).

Setujukah anda....? Nampaknya ISPI sangat tepat untuk mengkoordinir. ... jangan 
sampai timbul pertanyaan: 'mau kemana sarjana peternakan bekerja kalau 
peternakan kita ambruk....?! '

KD







________________________________
 Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke