Kepada Yth Moderator ABC Salam Agromania, Berikut saya kirimkan sekilas infot dari Sumatera Utara untuk Agromania.
Terima Kasih soedianto - medan Medan AGROMANIA: 22.389 Babi di Medan Disemprot Disinvektan Mengantisipasi flu babi di Kota Medan, Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan bersama Dinkes Medan dan Muspika Medan Deli melakukan penyemprotan disinvektan jenis istam ke seluruh kandang ternak hewan kaki empat di Jalan Yos Sudarso Gang Utama Lorong Sehata, Lingkungan XV Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Deli, Kamis pecan lalu. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan, Wahid mengatakan, penyemprotan dilakukan untuk antisipasi penyebaran flu babi di Kota Medan, dan sterilisasi kandang dari bahaya virus lainnya. Disfektan ini disemprotkan, kemudian setiap peternak babi diberikan empat botol ukuran 10 Ml agar melakukan penyemprotan setiap minggunya. "Kalau babinya enggan makan dan batuk-batuk segera laporkan ke lurah dan camat," ujar Wahid seraya mengingatkan, kotoran ternak babi jangan dibuang ke saluran umum, sebab bisa menyebarkan bakteri. Disebutkan, di Kota Medan pupulasi babi sebanyak 22.389 ekor baik ada izin dan tidak ada izin tersebar di 16 kecamatan. Sesuai SK No. 13/1993 tentang izin ternak babi ada sebanyak lima kecamatan yakni, Medan Labuhan, Medan Deli, Medan Marelan, Tuntungan dan Medan Amplas. "Jadi diluar daerah ini ternak babi jelas tidak dibolehkan," tegasnya.(masdian) Medan AGROMANIA: Harga CPO Naik Tembus 780 Dolar AS Per Metrik Harga Crude Palm Oil (CPO) dalam beberapa pekan terakhir ini mengalami kenaikan bahkan sempat menembus 780 dolar AS per metrik ton 24 April 2009. Bahkan akibat merebaknya flu babi diperkirakan bisa menekan permintaan minyak hewani di pasar dan beralih ke minyak nabati khususnya CPO dan bisa mendongkrak harga CPO lagi, papar Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatera Utara Laksamana Adiyaksa.kepada wartawan, Kamis (30/4) siang. Menurut Laksamana yang juga Eksekutif PT. Asian Agri, naiknya harga CPO beberapa pekan terakhir ini merupakan dampak dari naiknya harga minyak kedelai sehingga konsumen mengalihkan mengkonsumsi minyak sawit dan fluktuasi harga minyak bumi. (masdian) Medan AGROMANIA: Pameran Tanaman Hias Bursa Pameran Tanaman Hias, di Taman Ahmad Yani Medan dan dibuka Pj Walikota Medan Drs H Afifuddin Lubis MSi, Rabu (29/4), merupakan kerja sama Dinas Pertanian dan Kelautan dengan DPC Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung selama 45 hari terdiri dari 62 stand, selain kegiatan pameran tanam hias, juga dipamerkan berbagai ikan hias dan hewan kesayangan seperti kelinci, kucing anggora, anjing peking dan hewan lainnya, dan kegiatan ini diisi berbagai lomba di antaranya, lomba aglonomea, lomba anggrek, lomba lukis. Tujuan kegiatan ini, selain meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan tanamn hias juga memamerkan produk berbagai tanaman hias, serta sebagai ajang sharing teknologi tentang berbagai produk tanaman hias kepada para pengunjung. Menurut Walikota Medan Drs H Afifuddin Lubis MSi, pameran tanaman hias seperti ni sudah mendapat tempat oleh warga masyarakat, tidak saja warga Kota Medan sendiri tetapi warga luar Kota Medan seperti Binjai, Deli Serdang, dan lainnya bahkan sampai luar daerah seperti Bali.(masdian) Medan AGROMANIA: Dorong Budidaya Perikanan Jadi Komponen Ketahanan Pangan Pengembangan sektor budidaya perikanan diharapkan menjadi salah satu komponen penting ketahanan pangan, karena sektor ini bisa sejajar dengan sektor pertanian beras. Begitu kesimpulan cress program (program utama) yang mengemuka dari rapat Forum Pengembangan Usaha Budidaya Perikanan dan Kelautan se Wilayah Pantai Barat yang digelar selama tiga hari di Hotel Danau Toba Internasional Medan, Sumut, Rabu (29/4) malam. Rapat dibuka Wakil Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho ST dan dihadiri seluruh kepala dinas perikanan dan kelautan dari provinsi serta kabupaten dan kota se Wilayah Barat, termasuk dihadiri Dirjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan RI, DR Ir Made I Nurjana, Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Departemen Keuangan, DR Ir Bayu Krisnamurti MS dan Direktur Usaha Budidaya DR Ir Lenny S Syafii MS. Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Departemen Keuangan, DR Ir Bayu Krisnamurti MS, arah kebijakan perikanan budidaya Indonesia memang sudah harus mengembangkan sektor budidaya untuk kepentingan masa depan. "Bandingkan dengan sektor perikanan tangkap, apakah di laut, di danau dan di sungai yang terus berkurang produktivitasnya di masa depan. Sementara sektor budidaya masih belum optimal dikembangkan, padahal sektor ini mampu menjadi salah satu tulang punggung dalam upaya menyejahterakan rakyat," jelasnya. Ir Budi merincikan beberapa solutif pengembangan sektor budidaya perikanan. Yakni, seluruh pelaku di sektor ini baik yang terlibat langsung maupun yang tidak, harus bisa mengubah mind set (pola pikir). Antara lain tidak lagi menjadikan sungai, danau atau laut sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga. ] Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho ST menyerukan agar forum ini bisa dijadikan momentum dalam upaya memajukan sektor budidaya perikanan dan kelautan di wilayah Barat. Alasannya, Sumut yang memiliki garis pantai 1.300 km (545 km di Pantai Timur, 375 km di Pantai Barat dan 380 km di Kepulauan Nias) ternyata masih belum dinilai optimal memanfaatkan hasil tangkap sektor perikanannya. Data Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut menyebutkan, dalam lima tahun terakhir produksi perikanan meningkat 2%, yakni dari 395.265 ton pada 2003 menjadi 424.204 ton pada 2007. Demikian pula tingkat konsumsi yang meningkat rata-rata 3%, yakni dari 21,80 kg per kapita pada 2003 menjadi 24,50 kg per kapita pada 2007. Peningkatan sama juga terjadi pada ekspor perikanan yang mencapai rata-rata 51,9 % dalam lima tahun terkahir. Yakni dari 25.908,80 ton pada 2003 menjadi 46.743,38 ton pada 2007. Untuk penyerapan tenaga kerja, juga terjadi peningkatan dengan rata-rata 3,3 % dalam lima tahun terakhir, yakni dari 120.378 orang pada 2003 menjadi 137.378 orang pada 2007.(masdian) Medan AGROMANIA: Diprediksi, Swasembada Beras di Sumut Capai 373.739 Ton Produksi beras di Sumatera Utara berdasarkan Aram (Angka ramalan) I tahun 2009 sebanyak 2.165.473 ton lebih dari areal luas panen 764.576 hektare. Sementara kebutuhan beras di propinsi ini sebanyak 1,791.734 ton dengan jumlah penduduk sebanyak 12.602.984 jiwa.Dengan demikian perimbangan beras sebanyak 373.739 ton atau swasembada beras mencapai 120,86 persen. Begitu Plt Kepala Dinas Pertanian Sumut Ir Ardhi Kusno mengungkapkan kepada wartawan, Rabu (29/4). Menurutnya, produksi beras pada Aram I 2009 ini meningkat dibanding Asem (Angka Sementara) 2008 sebanyak 2.111.382 ton, sementara kebutuhan berasnya 1.768.915 ton. Perimbangan beras 342.467 ton dan swasembada beras 119,36 persen. Luas panen Asem 2008 ini 748.540 hektare. Mengenai produksi jagung, pada Aram I 2009 mencapai 1.135.148 ton dengan luas panen 247.056 hektare, sedangkan produktivitasnya 45,95 kwintal per hektare. Katanya, produksi jagung tersebut meningkat dibanding Asem (Angka sementara) 2008 sebanyak 1.098.969 ton dari areal panen seluas 240.453 hektare, sedangkan produktivitas 45,71 kwintal per hektare. Komoditi kedelai, produksinya pada Aram I 2009 sebanyak 11.142 ton di areal luas panen 8.996 hektare, sementara produktivitas 12,39 kwintal per hektare. Produksi kacang tanah 20.775 ton dari luas panen 17.571 ton, dengan produktivitas 11,82 kwintal per hektare, kacang hijau produksinya 4.713 ton di area luas panen 4.390 hektare, produktivitas 10,74 kwintal per hektare. Irigasi Luas lahan di Sumut berdasarkan data tahun 2007 seluas 472.014 hektare terdiri dari sawah irigasi dan sawah tidak beririgasi. Untuk sawah irigasi seluas 278.560 hektare dan sawah tidak beririgasi 193.454 hektare. Sawah irigasi terdiri dari irigasi tehnis 73.431 hektare, irigasi 1/2 tehnis 81.830 hektare, irigasi sederhana PU 41.512 hektare dan irigasi non PU 81.787 hektare. Sawah tidak beririgasi terdiri dari sawah tadah hujan 172.094 hektare, sawah pasang surut 11.824 hektare, sawah lebak 8.441 hektare dan sawah folder dan lainnya 1.095 hektare. Luas lahan di Sumut tahun 2007 menurun dibanding luas lahan tahun 2006 totalnya 492.822 hektare terdiri dari sawah irigasi 280.847 hektare dan sawah tidak beririgasi 211.975 hektare. (masdian) P.Siantar AGROMANIA: Salurkan 7,5 Ton Benih Jagung Hibrida kepada Petani Para anggota kelompok tani di 4 (empat) kecamatan di Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara, boleh berlega hati. Pasalnya Dinas Pertanian P Siantar menyalurkan benih jagung hibrida Bisi-12 sebanyak 7.500 Kg kepada mereka. Pemberian benih jagung tersebut merupakan bantuan dari APBN tahun 2009 dalam rangka program peningkatan ketahanan pangan. Kadis Pertanian P Siantar Ir Robert Pangaribuan kepada SIB, Rabu (29/4) usai menyerahkan bantuan benih jagung mengatakan, benih jagung hibrida yang diberikan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di daerah ini. Sesuai program, benih jagung akan ditanam di atas lahan rakyat seluas 500 Ha dengan perincian di kecamatan Siantar Marihat untuk 2 kelurahan dan 22 kontak tani sebanyak 1695 Kg, Kecamatan Siantar Simarimbun di 4 kelurahan untuk 16 kontak tani, kecamatan Siantar Martoba di 7 kelurahan untuk 21 kelompok tani dan di kecamatan Siantar Sitalasari dialokasikan di 3 kelurahan untuk 13 kontak tani. Semua hasil panen jagung hibrida sepenuhnya menjadi keuntungan petani dan terserah bagi mereka untuk dijual, sebab tujuan pemberian benih jagung dari awal memang untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu kalau program penanaman jagung hibrida ini sukses maka terciptalah ketahanan pangan yang handal di daerah ini, ujar Pangaribuan. (masdian) P.Siantar AGROMANIA: Bulog Sumut Tunda Distribusi Beras Raskin Karena sejumlah daerah mengajukan Surat Permohonan Alokasi (SPA), Bulog (Badan Urusan Logistik) Divisi Regional Sumut terpaksa menunda pendistribusian beras untuk rakyat miskin (raskin) di 6 Kab/Kota se-Sumut. Hal itu dikatakan Kepala Bulog Divisi Regional Sumut melalui Humas Rusli kepada wartawan menanggapi soal penundaan pendistribusian raskin di Kantor Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu pecan lalu. Menurutnya, pihaknya tidak bermaksud menunda pendistribusian raskin tersebut, dimana harus sesuai ketentuan SPA baru dimasukkan dalam delivery order (DO) setelah tunggakan dilunasi. Dijelaskan, realisasi tahun 1998-2008 tersisa tunggakan sebesar Rp 1,6 miliar bahkan tunggakan terbanyak di sub divire IV senilai Rp 447,68 juta, sub divire I senilai Rp 196,93 juta serta sub divire III senilai Rp 38,39 juta. Sedangkan realisasi raskin untuk Januari-April 2009 masih terdapat anggaran belum disetor sebesar Rp 20,99 miliar. Lebih lanjut katanya, dari 6 daerah dimaksud terdapat 4 daerah: Dairi, Samosir, Tobasa serta Padang Sidempuan masih tertunda realisasi April, kendati Surat Permohonan Alokasi (SPA)-nya sudah diterima oleh Bulog Sumut. "Dua daerah lainnya seperti Tapteng dan Padang Lawas Utara tertunda dalam penyaluran Maret 2009," ujarnya menjelasan. Diakui ketiadaan sanksi tegas menyebabkan desakan pembayaran tunggakan tadi kerap tidak terealisasi sehingga berdampak terhadap keterlambatan raskin sampai kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS). Menyinggung soal daerah belum mengajukan SPA, dikatakan, terhitung April 2009 Medan, Binjai, Deli Serdang, Humbahas, Asahan, Batubara, Tapsel dan Sibolga hingga kini belum mengajukan SPA. Sementara daerah lainnya sudah memulai penyaluran alokasi pada bulan Maret 2009 lalu. "Realisasi raskin di Sumut sampai 27 April 2009 mencapai 35.967 ton atau 63,93 persen dari alokasi Januari-April 2009 sebanyak 54.000 ton. Sedangkan stokdi gudang mencapai 41.356 ton dengan pembayaran rata-rata sekira 16.000 ton per bulan," tandasnya. (masdian) ----------------------------------------------------- AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC) INFORMASI: http://www.agromania.co.cc DAFTAR: http://www.formulirabc.co.cc DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc INFO BISNIS: http://www.infoabc.co.cc PUSAT DATA: http://www.agrodata.co.cc -----------------------------------------------------

