Tanaman  ingul (Toona sinensis) yang dikenal masyarakat di sekitar Danau
Toba disebut dengan nama ingul batu. Ingul batu ini memiliki kualitas kayu
yang relatif lebih bagus dibandingkan ingul/suren yang biasa kita kenal
(terutama untuk pembuatan kapal). Pengukuran pertumbuhan ingul (batu) di
sekitar Danau Toba oleh Litbang Kehutanan  menunjukkan bahwa jenis ini
merupakan jenis yang sesuai lokasi tersebut. Pertumbuhannya optimal jika
ditanam sebagai tanaman sela diantara tanaman pertanian dan perkebunan
(misal kopi) atau sebagai tanaman pagar. Pada tapak yang tepat
riap/pertumbuhan diameternya rata-rata pertahun mencapai 1,5-4 cm/tahun,
akan tetapi pada tapak yang miskin riapnya rendah (0,5-1,5 cm/ tahun). Jika
tapaknya tepat dan mendapatkan perawatan dalam umur 10 tahun ingul dapat
tumbuh hingga diameter 21-28 cm. Di Danau Toba biasanya ingul dipanen
setelah berumur lebih dari 15 tahun pada diameter 30 - 40 cm. Harga kayu
ingul di Danau Toba cukup tinggi karena digunakan untuk bahan baku kapal
kayu, perumahan, perabotan dan peti mati. Tegakan berdiri diameter 30-40 cm
dihargai serendahnya 2-3 juta rupiah dan setelah diolah menjadi kayu
gergajian harganya melejit mencapai 4-6 juta rupiah per meter kubik.

Info lebih lanjut :
Aswandi ([email protected])
Cut Rizlani ([email protected])


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke